Welcome to MAGISTER AKUNTANSI - The Perfect Partner For Your Business
Contact : Phone 0821-2566-2195 Wa 0821-2566-2195 Persamaan Akuntansi | Magister Akuntansi

Labels

Persamaan Akuntansi

Persamaan Akuntansi - Hallo sahabat Magister Akuntansi , Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Persamaan Akuntansi , kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Dasar Akuntansi , yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Persamaan Akuntansi
link : Persamaan Akuntansi

Baca juga


Persamaan Akuntansi





Kekayaan perusahaan yang pertama kali diperoleh dari pemilik, maka pada saat itu pula perusahaan mempunyai kewajiban atau hutang kepada pemilik, yang lazim disebut Modal.
Sehingga dapat digambarkan dalam persamaan akuntansi :
Harta = Modal


B.     H = U + M
Setelah perusahaan berjalan, dengan kekayaan yang bersumber dari pemilik saja masih dirasakan kurang, maka pimpinan perusahaan dapat mencari sumber yang lain. Karena menggunakan sumber dari luar, berarti perusahaan mempunyai kewajiban kepada pihak luar yang disebut hutang. Dengan demikian persamaan akuntansinya menjadi :
Harta = Hutang + Modal


C.     Pengaruh Transaksi Keuangan Terhadap Persamaan Akuntansi

Sesuai yang telah dijelaskan pada Bab I, transaksi adalah peristiwa/tindakan yang mengakibatkan perubahan posisi keuangan (Harta, Hutang dan Modal). Perubahan tersebut dapat terjadi antara :
1.       Harta dengan Harta
2.       Harta dengan Hutang
3.       Harta dengan Modal
4.       Harta dengan Hutang dan Modal

Pada tanggal 1 April 2006, M. Agus membuka bengkel mobil ALFA, dengan menyetorkan uang tunai ke kas perusahaan Rp. 5.000.000,00

        April       3,      Dibeli tunai perlengkapan servis senilai Rp. 800.000,00 dan peralatan bengkel Rp. 600.000
April       5,      Dibayar sewa tempat Rp. 500.000,00
April       8,      Diterima tunai jasa servis sebesar Rp. 400.000,00
April       10,     Dibeli dari PT. Astra peralatan servis Rp. 1.500.000,00. Di antaranya sebesar Rp. 500.000,00 dibayar tunai, sisanya dengan kredit.
April       12,     Diperhitungkan kepada para langganan kredit atas kendaraan yang telah selesai diservis Rp. 1.750.000,00 dan pembayarannya akan diterima kemudian.
April       15,     Dibayar hutang kepada PT Astra hutang Rp 600.000,00
April       18,     M. Agus mengambil uang tunai sebesar Rp 200.000,00 untuk keperluan pribadi
April       20,     Diterima dari para langganan kredit Rp. 1.250.000,00
April       23,     Dibayar biaya pemasangan iklan Rp 300.000,00
April       25,     Diterima komisi atas penjualan sebuah mobil Rp 150.000,00
April       28,     Dibayar gaji karyawan Rp 175.000,00
April       30,     Persediaan perlengkapan tersisa senilai Rp 350.000,00
April       30,     Peralatan disusutkan Rp 40.000,00

Berdasarkan transaksi tersebut dapat disusun persamaan akuntansi sebagai berikut :
        April       1,      Setoran uang tunai ke kas perusahaan, mengakibatkan bertambahnya harta berupa Kas diimbangi dengan bertambahnya modal.
        April       3,      Pembelian perlengkapan dan peralatan secara tunai mengakibatkan bertambahnya harta berupa perlengkapan sebesar Rp 800.000,00 dan peralatan sebesar 600.000,00 diimbangi berkurangnya harta yang berupa Kas.
April       5,      Pembayaran sewa tempat mengakibatkan harta berupa Kas berkurang sebesar Rp. 500.000,00 diimbangi berkurangnya modal Rp 500.000,00
April       8,      Penerimaan tunai pendapatan servis mengakibatkan bertambahnya harta berupa Kas sebesar Rp. 400.000,00 diimbangi bertambahnya modal sebesar Rp. 400.000,00
April       10,     Pembelian peralatan servis, sebagian tunai dan sebagian kredit, mengakibatkan bertambahnya harta berupa peralatan servis Rp. 1.500.000,00 diimbangi berkurangnya harta berupa Kas sebesar Rp. 500.000,00 dan bertambanya hutang Rp. 1.000.000,00
April       12,     Perhitungan pendapatan servis mengakibatkan bertambahnya harta berupa piutang Rp. 1.750.000,00 diimbangi bertambahnya modal Rp. 1.750.000,00..
April       15,     Pembayaran hutang mengakibatkan berkurangnya hutang Rp 600.000,00 diimbangi berkurangnya Harta berupa Kas Rp 600.000,00
April       18,     Pengambilan uang tunai untuk keperluan pribadi mengakibatkan berkurangnya harta berupa Kas                         Rp. 200.000,00 diimbangi dengan berkurangnya modal                       Rp. 200.000,00.
April       20,     Penerimaan dari para langganan kredit mengakibatkan bertambahnya harta berupa Kas Rp 1.250.000,00 diimbangi dengan berkurangnya piutang sebesar Rp. 1.250.000,00
April       23,     Pembayaran biaya pemasangan iklan mengakibatkan berkurangnya harta berupa Kas Rp 300.000,00 diimbangi berkurangnya modal Rp 300.000,00
April       25,     Penerimaan komisi mengakibatkan bertambahnya harta berupa Kas rp 150.000,00 diimbangi bertambahnya modal Rp 150.000,00.
April       28,     Pembayaran gaji karyawan mengakibatkan berkurangnya Harta berupa Kas Rp 175.000,00 diimbangi berkurangnya modal Rp 175.000,00
April       30,     Persediaan perlengkapan tersisa adalah Rp 350.000,00 sedangkan pembelian pada tanggal 3 April Rp 800.000,00, berarti yang sudah digunakan Rp 450.000,00. untuk jumlah tersebut sudah menjadi beban, akibatnya harta berupa perlengkapan berkurang Rp. 450.000,00 diimbangi berkuranngnya modal sebesar Rp 450.000,00
April       30,     Penyusutan Peralatan Rp 40.000,00. peralatan yang sudah digunakan makin lama makin berkurang nilainya. Berkurangnya nilai peralatan dicatat dalam rekening akumulasi penyusutan peralatan, sehingga harta berupa peralatan berkurang Rp 40.000,00 diimbangi dengan berkurangnya modal Rp 40.000,00


Berdasarkan contoh diatas, dapat disimpulkan bahwa :
1.       Modal bertambah jika ada pendapatan dan ada setoran dari pemilik.
2.       Modal berkurang jika ada beban/ biaya dan jika pengambilan oleh pemilik.




D.     H = U + M + P + B – K + S
Pada contoh di atas, pendapatan, beban dan pengambilan pribadi disatukan dalam rekening modal, karena rekening-rekening tersebut merupakan rekening nominal yang mempengaruhi perubahan modal.
Untuk supaya lebih rinci dan jelas, dalam penyusunan persamaan akuntansi dapat saja rekening-rekening pendapatan, beban, pengambilan pribadi dan setoran pribadi dicatat dalam lajur sendiri-sendiri, sehingga bentuk persamaan menjadi :

Harta = Hutang + Modal + Pendapatan – Beban – Pengambilan Pribadi + Setoran Pribadi


Demikianlah Artikel Persamaan Akuntansi

Sekianlah artikel Persamaan Akuntansi kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Persamaan Akuntansi dengan alamat link https://magisterakutansi.blogspot.com/2011/10/persamaan-akuntansi_22.html

0 Response to " Persamaan Akuntansi "