Hari Hari Terakhir Lehman Brother


Kuliah kali ini membahas tentang kasus runtuhnya Bank Investasi Besar Amerika yaitu Lehman Brother dikaitkan dengan kuliah Auditing. Berikut ini adalah ulasan mengenai Lehman Brother diambil dari berbagai sumber di internet.

Lehman Brother adalah salah satu bank penyalur kredit pemilikan rumah (KPR), yang memiliki atau menjamin hampir separuh dari total kredit perumahan di AS. Pada hari senin tanggal 15 September 2008 Lehman Brother mengumumkan kebangkrutannya dan bank investasi terbesar keempat AS ini, menyampaikan formulir kebangkrutan ke United States Bankruptcy Court for the Southern District of New York.

Sebelumnya Pemerintah, Bank Sentral AS serta para pimpinan bank-bank investasi raksasa sebelumnya telah menggelar pertemuan darurat selama tiga hari berturut-turut guna mencari solusi untuk Lehman Brothers. Pada sabtu siang tanggal 13 September 2008, pertemuan yang dihadiri oleh CEO JP Morgan Jamie Dimon, CEO Merril John Thain dan CEO Citigroup Vikram Pandit dan pertemuan pertemuan berikutnya tidak menghasilkan apapun. 

Mengapa Bank Investasi besar ini bisa bangkrut?
Sederhananya karena penurunan permintaan pasar perumahan di Amerika, diperparah lagi pemberian kredit perumahan yang tidak layak, di Indonesia dikenal sebagai KPR, di Amerika disebut mortgage. Mirip tetapi tidak sama.

Kata ''mortgage'' berasal dari istilah hukum dalam bahasa Prancis. Artinya: matinya sebuah ikrar. Agak berbeda dari kredit rumah. Dalam mortgage, konsumen mendapat kredit, lalu, konsumen memiliki rumah. Rumah itu diserahkan kepada pihak yang memberi kredit. Konsumen boleh menempatinya selama cicilan belum lunas

Karena rumah itu bukan milik konsumen, begitu pembayaran mortgage macet, rumah itu otomatis tidak bisa ditempati. Sejak awal ada ikrar bahwa itu bukan rumah konsumen atau belum. Maka, ketika konsumen tidak membayar cicilan, ikrar itu dianggap mati. Dengan demikian, konsumen harus langsung pergi dari rumah tersebut.

Mortgage di Amerika pada awalnya berjalan baik karena ditujukan kepada nasabah-nasabah prima disebut sebagai prime-mortgage. Namun dalam perkembangannya, pemberian kredit meluas kepada nasabah-nasabah yang kurang layak maka disebut sub-prime mortgage. Nasabah yang sebelumnya pernah mengalami kredit macet kembali memperoleh mortgage baru. Banyak pula mortgage yang diberikan dengan persyaratan uang muka rendah, yaitu 5 persen, bahkan tanpa uang muka sama sekali. Ada pula mortgage yang hanya mensyaratkan pembayaran bunga (interest only) dan tidak mewajibkan nasabah membayar cicilan pokok.

Pada situasi harga properti naik secara terus menerus, hal tersebut tidak menjadi masalah. Akan tetapi bila pasar yang mengalami stagnasi, atau bahkan cenderung melemah, hal itu akan menjadi masalah besar.

Di AS, industri keuangan sudah sedemikian maju. Kredit-kredit mortgage yang diberikan oleh perbankan, oleh bank bersangkutan dikumpulkan kemudian bila jumlahnya dianggap cukup disekuritisasi. Proses ini merupakan proses mentransformasi mortgage menjadi surat berharga (sekuritas). Istilah yang dipergunakan untuk surat berharga yang dijamin oleh mortgage tersebut adalah mortgage back securities (MBS).

Proses sekuritisasi ini melibatkan pihak ketiga baik institusi pemerintah (Fannie Mae dan Freddie Mac) maupun swasta. Dalam proses sekuritisasi ini, pihak ketiga melakukan pengemasan dengan menggabungkan sejumlah mortgage, yang selanjutnya dijual lagi kepada investor yang berminat. Untuk menanggulangi risiko gagal bayar (default), maka pihak ketiga ini sekaligus bertindak sebagai penjamin.

Praktik sekuritisasi mortgage ini ternyata tidak berhenti. Melalui rekayasa keuangan (financial engineering) yang kompleks, MBS kemudian diresekuritisasi lagi menjadi jenis sekuritas yang disebut sebagai Collateralised Debt Obligations (CDOs). Sejalan dengan jumlah MBS yang terus meningkat, persentase jumlah MBS yang diresekuritisasi menjadi CDOs juga mengalami peningkatan. Dalam skala global, total penerbitan CDOs pada 2006 separuhnya didominasi oleh CDOs yang bersumber dari MBS.
Selain dalam bentuk CDOs, MBS juga diresekuritisasi dalam beberapa bentuk sekuritas lain yang sudah sulit dilacak bentuk maupun jumlahnya, diantaranya sekuritas SIV (Structured Investment Vehicles). Maraknya perdagangan CDOs di pasar dunia juga dipengaruhi hasil rating yang dikeluarkan oleh lembaga-lembaga pemeringkat internasional, yang cenderung underpricing terhadap risiko dari produk-produk derivatif tadi.

Nah ketika pemilik rumah tidak mampu membayar cicilan rumahnya, dan kredit menjadi macet. Maka Bank Investasi seperti Lehman Brother pun tidak bisa membayar kewajibannya kepada pihak lain. Dikarenakan antar lembaga keuangan di Amerika memiliki keterkaitan, transaksi pinjam meminjam, beli membeli antar perbankan lazim dilakukan, maka krisis yang menimpa Lehman Brother segera menular ke lembaga keuangan lainnya. 

Penyebab lain jatuh bank ini, disampaikan oleh hasil penelitian Anton Valukas dari firma hukum Jenner & Block, laporan itu dipublikasikan hari Rabu (10/3) oleh peneliti Anton Valukas. Penyebab lain menjelang jatuhnya bank tua ini, antara lain tekanan dari pesaingnya JP Morgan Chase & Co dan Citigroup, yang meminta tambahan penjaminan sebesar 21 miliar dollar AS ketika Lehman mulai guncang. Serta pada 11 September 2008 JP Morgan meminta tambahan jaminan 5 miliar dollar AS. Meskipun bersaing diantara bank investasi melakukan pinjam meminjam diantara mereka. 

Rekayasa Keuangan

Salah satu yang menarik adalah terungkap dalam laporan disusun oleh Anton R. Valukas, examiner yang ditunjuk oleh Pengadilan Niaga New York, yang menyebutkan bahwa Lehman Brothers telah berulang kali menggunakan Repo 105 dan Repo 108 sebelum akhirnya tumbang. Repo 105 dan Repo 108 (Repo 108 serupa dengan Repo 105, hanya dengan besaran persentase yang berbeda), merupakan “accounting gimmick” yang digunakan oleh Lehman Brothers untuk mengurangi jumlah kewajiban yang tercantum dalam neraca. 

Saat krisis keuangan memuncak di 2007 dan 2008, Lehman Brothers memiliki banyak aset berjeniskan  commercial mortgage-backed securities (CMBS) dan  subprime mortgage, yang nilainya merosot tajam dalam pasar yang tidak likuid. Menjual aset-aset tersebut guna menurunkan utang yang ada hanya akan menghasilkan kerugian belaka. Di sinilah Repo 105 memberikan jalan keluar yang menguntungkan bagi Lehman Brothers

Sesungguhnya. Angka “105″ dalam istilah Repo 105 sendiri bermakna bahwa aset itu bernilai 105% dibandingkan dengan uang yang didapatkan oleh pemilik aset. Sebagai contoh, bila Lehman Brothers memiliki obligasi bernilai US$ 105, ia akan menjualnya di pasar repo seharga hanya US$ 100.

Transaksi ini dicatat sebagai (seolah-olah telah terjadi) penjualan aset, meskipun berdasarkan perjanjian repo, Lehman Brothers akan harus membeli kembali obligasi itu dalam jangka waktu 7 sampai 10 hari. Kemudian Lehman Brothers menggunakan uang tersebut untuk membayar utang-utangnya, sehingga leverage ratio-nya menurun. Selanjutnya, usai laporan triwulan dipublikasikan, Lehman Brothers akan meminjam uang dalam jumlah yang lebih besar untuk membeli kembali obligasi tersebut.

Laporan Valukas yang dipublikasikan pada 11 Maret 2010 juga menyebutkan bahwa transaksi repo Lehman Brothers ini melibatkan jumlah uang yang tidak sedikit, bahkan pada triwulan kedua 2008 mencapai US$ 50 miliar. Praktik ini jelas memberikan gambaran yang salah dan menyesatkan tentang kondisi keuangan Lehman Brothers, karena laporan yang dipublikasikan mengesankan kondisi perusahaan yang lebih sehat dan kuat. Lehman Brothers juga tak pernah bermaksud menyingkapkan praktik ini, padahal standar akuntansi yang berlaku sebenarnya mengharuskan pengungkapannya. 

Bila saja Lehman Brothers berlaku jujur dan mengikuti praktik sesuai dengan Prinsip-Prinsip Akuntansi yang Berterima Umum, para pemangku kepentingan, Board of Directors, Securities and Exchange Commission (SEC), lembaga pemeringkat, investor, serta pihak-pihak lainnya akan berkesempatan menerima serta mengaktifkan sistem peringatan dini (early warning system) lebih awal sehingga kebangkrutan lembaga keuangan global yang (dulu) amat dominan itu dapat dihindari

Lalai
Auditor Ernst & Young juga dinilai lalai, dan melaporkan hasil audit ”palsu” soal keuangan Lehman Brothers.
Menurut laporan itu, Lehman menggunakan rekayasa akuntansi untuk menutupi utang sebesar 50 miliar dollar AS di pembukuannya. Semua itu dilakukan untuk menyembunyikan ketergantungannya dari utang.

Para pejabat senior Lehman, juga auditor mereka Ernst & Young, melakuakn hal ini dengan sadar. Tidak hanya itu, Valukas menyinggung kemungkinan gugatan hukum terhadap mantan pimpinan Lehman, Dick Fuld, juga pejabat keuangan Lehman, eksekutif Lehman lainnya seperti Chris O’Meara, Erin Callan, dan Ian Lowitt. Perusahaan itu dituduh telah melakukan skandal akuntansi.

Harian Inggris The Financial Times melaporkan, Valukas menemukan kesalahan Lehman sebenar para eksekutifnya sendiri karena mereka melakukan berbagai kesalahan penilaian bisnis untuk memanipulasi neraca perusahaan.

Keuntungan
Akar dari persoalan yang menimpa Lehman bahkan baru baru ini skandal HSBC, menurut hemat saya adalah tuntutan bahwa perusahaan yang selalu untung. Agar para pemegang saham mendapatkan keuntungan dari saham yang dibelinya dan para CEO-nya yang menginginkan bonus yang luarbiasa besar.

Meski selama ini perusahaan untung dan bonus besar, hal itu ternyata belum cukup, diusahakan bagaimana keuntungan dan bonus lebih besar lagi. Padahal dalam kehidupan ada siklus untung dan rugi, kemudian kondisi lingkungan dunia bisnis pun berubah. Pada kondisi AS pasar rumah sudah begitu jenuh, hampir semua orang yang mampu sudah punya rumah, bahkan anjingnya pun punya rumah. Sehingga mereka yang tidak layak pun dipinjami uang buat beli rumah. Ini semua demi tuntutan keuntungan tadi. Tuntutan ini juga membuat para eksekutif mencari jalan pintas dengan merekaya laporan keuangan mereka.

Di samping itu negara negara maju tingkat produktivitasnya semakin menurun,  karena masyarakat semakin menua. Sedangkan negara negara kekuatan ekonomi baru, tenaga kerja produktifnya masih berusia muda. Ditengah menurunnya produktivitas, tuntutan keuntungan tetap harus diperoleh, sehingga pada akhirnya jalan jalan yang tidak seharusnya pun dilakukan.

Kasus ini bisa menjadi bahan pelajaran yang penting buat calon calon akuntan.

10 Skandal Akuntansi Utama (2)

Berikut adalah 5 lagi dari 10 skandal besar di dunia akuntansi yang merupakan lanjutan dari kuliah sebelumnya

VI. Waste Management, Inc

Waste Management, Inc didirikan pada tahun1894, berkantor pusat  di Houston, Texas. Perusahaan ini bergerak dibidang pengelolaan sampah dan jasa lingkungan, memiliki  50.000 karyawan dan 413 jaringan operasi pengumpulan sampah.

Tuduhan:
Meningkatnya laba sebesar $ 1,7 miliar dengan cara memperpanjang waktu penyusutan untuk aset tetapnya pada tahun 2002.

VII. Parmalat
Parmalat didirikan pada tahun 1961 di Italia oleh Calisto Tanzi. Ia adalah perusahaan susu dan makanan multinasional dari Italia  memiliki lebih dari 15.000 karyawan. Perusahaan terkemuka ini runtuh pada tahun 2003 karena skandal akuntansi $ 20 miliar dan dianggap sebagai kebangkrutan terbesar.

Tuduhan:
Totalnilai hutang perusahaan itu sebenarnya lebih besar dua kali lipat daripada nilai yang tercantum di neraca. selain itu perusahaan ini juga dituduh melakukan pemalsuan dan beberapa tuduhan lainnya.

VIII. Health South Corporation
Health South Corporation didirikan oleh Richard M. Scrushy tahun 1984 di Birmingham, Alabama, Amerika Serikat. Perusahaan ini menawarkan layanan kesehatan. Health South Corporation memiliki 22.000 karyawan dan mengoperasikan 100 Rumah Sakit Rawat Inap untuk Rehabilitasi. Meskipun rekening perusahaan dipalsukan sejak tahun 1996, skandal itu baru terkuak pada tahun 2003.

Tuduhan:
Pendapatan perusahaan itu dilebih-lebihkan sebesar 4.700 persen, dengan nilai $ 1,4 miliar yang dilebihkan untuk memenuhi harapan para investor

IX. American International Group (AIG)
Meskipun AIG didirikan pada tahun 1919 di Shanghai, China oleh Cornelius Vander Starr, ia go publik pada tahun 1969. Perusahaan ini adalah Lembaga Penjamin utama Amerika yang berbasis di New York City dengan 116.000 karyawan.

Tuduhan:
Perusahaan selalu melakukan kesepakatan yang hanya menguntungkan dirinya sendiri,  melakukan penawaran  kontrak asuransi yang curang serat melebih lebihkan posisi keuangan sebesar $ 2,7 miliar pada tahun 2005.

X. Satyam Computer Services
Satyam Computer Services didirikan pada tahun 1987 di Hyderabad, India oleh Ramalinga Raju dengan menawarkan layanan teknologi informasi. Perusahaan ini memiliki jaringan di 67 negara dengan 53.000 karyawan. Baru-baru ini yaitu pada tanggal 7 Januari 2009, skandal akuntansinya terkuak ke publik.

Tuduhan:
Melebih lebihkan kas dan saldo bank lebih dari $ 1,5 miliar (INR 7.000 crore), mencatat secara berlebihan posisi debitur sebesar $100 juta dan menurunkan nilai kewajiban sebesar $250 juta untuk kepentingan  pribadi pemiliknya.

Skandal skandal diatas merupakan bahan pembelajaran buat mahasiswa yang mendalami akuntansi. Bisa buat melakukan perenungan atau juga bahan untuk mendalami dunia auditing.




10 Skandal Akuntansi Utama (1)


Kuliah auditing kali ini dibuka dengan pembeberan terjadinya skandal skandal di dunia akuntansi. Meskipun regulasi akutansi demikian rigid dan ketat namun tetap tidak menghalangi terjadinya skandal

Baru-baru ini, skandal Satyam Computer Service mengejutkan dunia usaha. Ini adalah skandal akuntansi besar pertama di India dan salah satu skandal akuntansi utama di dunia. Ada banyak skandal akuntansi  seperti ini terjadi di sepanjang sejarah. Berikut ini adalah beberapa skandal akuntansi utama.Meskipun skandal-skandal ini bukan hal baru dan terjadi di berbagai bidang lain, namun setiap kali skandal terjadi,  korbannya menimpa banyak orang terutama karyawan dan investor yang menderita kerugian besar.

Sulit untuk mengharapkan skandal dan  kecurangan dalam berbagai perusahaan akan terkuak karena melibatkan metode berbagai kompleks dalam menyalahgunakan dana, melebih-lebihkan pendapatan, mengecilkan biaya.  

I. Bank of Credit and Commerce International (BCCI)

Bank Kredit dan Perdagangan Internasional (BCCI) didirikan di Karachi, Pakistan pada tahun 1972 dan terdaftar di Luksemburg, London oleh Aga Hasan Abedi. BCCI adalah sebuah bank internasional besar yang memiliki 30.000 karyawan dan beroperasi di 78 negara. Ini adalah bank swasta terbesar ketujuh di dunia sampai kemudian di tutup pada tahun 1991.

Tuduhan:
Kasus ini adalah salah satu skandal terbesar dalam sejarah keuangan dengan $ 20 miliar lebih pencurian. Lebih dari $ 13 milyar dana yang belum ditemukan. Dugaan lain termasuk penyuapan, dukungan terorisme, pencucian uang, penyelundupan, penjualan teknologi nuklir dlsb

II. Enron Corporation

Enron Corporation didirikan di Houston, Texas pada tahun 1985. Itu adalah salah satu perusahaan terkemuka di dunia perlistrikan, gas alam, pulp dan kertas serta perusahaan komunikasi yang mempekerjakan 22.000 orang. Perusahaan Amerika yang digelari sebagai paling inovatif ini kehilangan ketenaran pada tahun 2001 karena penipuan akuntansi. Saat ini sangat umum bagi perusahaan untuk menyebut skandal diberbagai tempat lain sebagai skandal Enron.


Tuduhan:
Penyembunyian hutang perusahaan,  dan melebih lebihkan keuntungan perusahaan lebih dari $ 1 miliar. Perusahaan ini juga  menawarkan suap kepada pemerintah asing untuk memenangkan kontrak di luar negeri.

III. WorldCom
WorldCom adalah perusahaan telepon terbesar jarak jauh kedua di Amerika Serikat  yang didirikan pada tahun 1983 sebagai LDDS. Bernard Ebbers adalah CEO-nya dan menjadi LDDS WorldCom pada tahun 1995. Setelah berdiri 19 tahun sejak  tahun 2002 skandal akuntansi perusahaan terkuak.

Tuduhan:
Tidak dilaporkannya beban interkoneksi dengan mengkapitalisasinya di neraca dan $ 3,8 milyar uang tunai dilaporkan nilainya lebih besar dari sesungguhnya sebagai belanja modal yang seharusnya dicatat sebagai beban operasional.



IV. Tyco International
Tyco internasional adalah sebuah perusahaan manufaktur global yang didirikan pada tahun 1960. Markas operasionalnya berada di Princeton, New Jersey. Dengan jumlah karyawan118.000, tyco bergerak dibidang  jasa keamanan, keselamatan produk, jasa perlindungan kebakaran, kontrol aliran, listrik dan produk logam.

Tuduhan:
CEO Dennis Kozlowski dan mantan CFO Mark H. Swartz dituduh melakukan pencurian sebesar $ 600 juta dari perusahaan pada tahun 2002.

V. Kanebo Limited

Kanebo Limited adalah perusahaan tekstil dan kosmetik raksasa di Jepang. Awalnya didirikan pada tahun 1887. Memiliki 13.580 karyawan. Pada tahun 2003 penipuan akuntansi besarnya terungkap dan dianggap sebagai penipuan terbesar di Jepang.

Tuduhan:
Mencatat keuntungan palsu sebesar $ 2 milyar selama periode lima tahun


Masih ada lima lagi skandal yang perlu diketahui, namun sementara baru lima skandal yang di sampaikan dalam kuliah kali ini, selanjutnya akan di sampaikan lagi di artikel berikutnya

Membuat Skripsi itu Mudah kan?

Buat mahasiswa tahun terakhir akan segera berhadapan dengan skripsi (S1) atau Thesis S2),  skripsi/thesis adalah syarat wajib yang harus dipenuhi  untuk mendapatkan gelar sarjana (S1) atau master/magister (S2). 

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), skripsi/thesis diartikan sebagai karangan ilmiah yang diwajibkan sebagai bagian dari persyaratan pendidikan akademis. 

Umumnya mahasiswa dapat dan mampu melewati perkuliahan dengan baik dan lancar, terlepas mendapatkan nilai yang baik atau cukup. Namun begitu berhadapan dengan kewajiban mengerjakan skripsi, kecepatan mahasiswa menjadi berbeda beda, ada yang tepat waktu dan ada yang mundur terus.

Ini terjadi salah satunya dikarenakan pola rutinitas perkuliahan yang selama ini dilakoni berbeda dengan pola penyelesaian skripsi. Kebiasaan yang dilakukan selama perkuliahan langsung berubah 180 derajat ketika membuat skripsi. Perubahan ini harus dikelola dengan baik atau skripsi bisa menjadi mimpi buruk. Pada masa pembuatan skripsi mahasiswa yang awalnya pasif menerima perkuliahan, kini dituntut aktif berhubungan dengan dosen pembimbing. Berhubungan dosen perlu kemampuan relationship yang bagus. Mahasiswa harus punya mental yang baik dan tahan banting. Dosen itu bermacam macam tipe dan modelnya, dari yang baik hati dan tidak sombong sampai yang perfeksionis. Dosen senior dan junior juga berbeda pendekatannya.

Faktor lainnya adalah sikap mahasiswa itu sendiri, apakah mengalami keterbatasan (waktu, dana, fasilitas) ataupun karena faktor kemalasan semata. 

Kemudian jika pada awalnya mahasiswa hanya menerima ilmu kini, ia dituntut untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh dalam bentuk karya ilmiah. Bila selama kuliah mahasiswa lebih banyak mendengarkan, mengerjakan tugas, dan mengikuti ujian. Kini harus mampu menganalisa persoalan yang ditelitinya. Mahasiswa harus kembali mengulang ilmu yang diperoleh dengan menambah wawasan wawasan baru tentang bidang yang ditelitinya

Skripsi sebagai karya ilmiah sebenarnya sudah baku secara format dan isi, mahasiswa tinggal mengisi wadah itu dengan hasil perkuliahannya selama ini. Mahasiswa bisa melihat skripsi karya senior dan menerima buku panduan dari kampus. Jadi seperti memindahkan air dari sungai ke wadah ember, jadi sebenarnya mudah saja.

Agar mahasiswa mudah membuat skripsi, ada kompetensi yang harus dikuasai oleh mahasiswa.

Pertama adalah kompetensi dasar, seperti matakuliah bahasa Indonesia, karena skripsi disusun dengan aturan baku bahasa indonesia (S-P-O-K) juga aturan DM (Diterangkan Menerangkan). Bahasa Indonesia, juga mengatur cara mengutip, catatan kaki, serta tata aturan menulis daftar pustaka. Menguasai matakuliah bahasa Indonesia merupakan pondasi awal mengerjakan skripis.

Kedua adalah kompetensi penunjang seperti matakuliah statistik, menguasai statistik sangat mempermudah mahasiswa membuat skripsi. Pada dasarnya statistik adalah perangkat atau alat yang digunakan dalam penelitian, untuk mengambil kesimpulan hasil penelitian bila menggunakan pendekatan kuantitatif. Matakuliah ini erat hubungannya dengan matakuliah metode penelitian.

Ketiga adalah matakuliah metodologi penelitian, menguasai matakuliah ini berarti mahasiswa bisa melakukan penelitian dengan benar. Jiwanya skripsi adalah mempraktekkan matakuliah ini dalam kenyataan. Menguasai matakuliah ini dengan baik, skripsi bukan hal yang rumit lagi.

Keempat adalah matakuliah inti yang berkaitan dengan obyek yang diteliti, misalnya mahasiswa meneliti tentang perpajakan. Maka wajib hukumnya untuk menguasai seluk beluk pengetahuan tentang perpajakan. Meneliti tentang manajemen ada baiknya mahasiswa mendalami topik managemen yang ditelitinya.

Bila keempat persyaratan diatas dikuasai, maka membuat skripsi bukanlah mimpi buruk lagi.


Tax Treaty OECD Model dan UN Model

Pada umumnya landasan yang dilakukan negara melalui perjanjian bilateral perpajakan mengacu pada dua model perjanjian yaitu OECD Model dan UN Model.

OECD merupakan singkatan dari Organisation for Economic Cooperation and Development, adalah sebuah organisasi Internasional dengan tiga puluh negara yang menerima prinsip demokrasi perwakilan dan ekonomi pasar bebas. Sedangan UN merupakan singkatan dari United Nation, adalah sebuah organisasi yang anggotanya hampir seluruh negara di dunia. Lembaga ini dibentuk untuk memfasilitasi dalam hukum internasional, pengamanan internasional, lembaga ekonomi, dan perlindungan sosial.

Perbedaan model tax treaty ini di latarbelakangi oleh fakta bahwa negara negara OECD adalah negara negara yang maju, dimana arus barang, uang dan orang diantara mereka setara. Negara negara ini menggunakan azas residensial atau domisili untuk taxing right atau hak pemajakan. Hal ini tidak menjadi masalah dikarenakan kesetaraan tadi, hingga saling internetting perpajakan di lingkungan negara negara OECD. Hal ini kemudian menjadi tidak adil bila dilakukan tax treaty dengan negara negara berkembang, karena bila menggunakan azas residensial, maka negara negara berkembang tidak akan kebagian hasil pajak.

Mengapa? karena umumnya negara maju memiliki investasi di negara berkembang, sebaliknya negara berkembang memiliki sedikit investasi di negara negara maju. Maka UN model adalah model tax treaty yang menjamin keadilan buat negara negara berkembang.

Perlu digarisbawahi, faktualnya kedua model tersebut hanya sebagai gambaran umum, karena riilnya yang dipakai tergantung isi perjanjian yang disepakati oleh dua buah negara yang melakukan perjanjian.

Sebagai contoh pada OECD model pasa 5 ayat 3 tentang "Permanent Establishment" disebutkan bahwa

A building site or construction or installation project constitutes a permanent establishment only it it last more than twelve month.

Sedangkan pada UN model pasal 5 ayat 3 tentang "Permanent Establishment" disebutkan bahwa

The term "permanent establishment" also encompasses  :
a. A building site, a construction, assembly or installation project or supervisory activities in connection therewith, but only if such site, project or activities last more than six month within any twelve month period.

Pada OECD proyek konstruksi dikategorikan BUT/Badan Usaha Tetap  (Permanent Establishment) bisa dipajaki oleh negara tempat proyek dilakukan bila waktu proyek lebih dari 12 bulan. Nah pada UN model waktu yang dijadilan landasan cukup 6 (enam) bulan saja.

Rule force of attraction

Force of attraction adalah prinsip pemajakan dimana bila kantor pusat menyediakan barang dan jasa secara langsung kepada konsumen di negara tertentu yang dia juga memiliki permanent establishment yang juga bergerak dibidang yang sama, maka profit yang diperoleh oleh head office secara langsung bisa dipajaki sebagai profit yang terkait dengan permanent establishment.

OECD model tidak mengandung aturan force of attraction. Sedangkan UN model ada di article 7 sesuai dengan pajak penghasilan pasal 5.

TAX TREATY (Perjanjian Perpajakan)

Telah dibahas pada kuliah sebelumnya bahwa Taxing Right (hak pemajakan)  harus memiliki nexus atau connecting principle berupa subjek dan aktivitas. Bila subjek bicara tentang asas residensial maka aktivitas bicara tentang source. Tanpa nexus ini maka negara tidak mempunyai Taxing Right.

Subjek residence country disebut sebagai home country sedangkan aktivitas yang menghasilkan penghasilan (source) disebut sebagai source country atau disebut juga host country.  Sudah dijelaskan juga sebelumnya bahwa  SPDN bersifat worldwide (dikenakan pajak untuk pendapatan dari dalam dan luar) sedangkan Subjek Pajak LN hanya untuk source yang berasal dari Indonesia saja.

Penentuan posisi subjek pajak terkait dengan home dan host country ini menjadi penting. Mengapa? Karena bila terjadi kasus pajak berganda maka yang berkewajiban memberikan tax relief (exemption ataupun tax credit) adalah residence country (home country) bukan source (host country). Di sinilah perlunya UU memberikan kriteria yang jelas tentang SPDN atau bukan SPDN.

Undang Undang dibuat oleh negeri kita dengan asas bahwa  Indonesia adalah negara berdaulat. Sebagai negara berdaulat, Indonesia bebas menentukan siapa yang masuk kriteria SPDN dan siapa yang masuk sebagai SPLN. Sehingga sangat mungkin kriteria yang ditetapkan menimbulkan konflik.

Misalnya Amerika Serikat memiliki asas citizenship, yang berarti bahwa  siapapun yang memegang paspor Amerika akan diakui sebagai SPDN Amerika, tidak peduli apakah seseorang tersebut sudah bertahun tahun tinggal di Luar Negeri.  Sedangkan Indonesia menganut asas domisili atau residen sehingga warga negara asing yang tinggal di Indonesia melebihi waktu tertentu dianggap sebagai SPDN.  Perbedaan asas ini akan menimbulkan konflik dual residensial.

Konflik konflik seperti ini kemudian dicarikan solusinya melalui tax treaty , sebagai contoh tax treaty antara Indonesia dan Singapura, persoalan dua residensial  untuk subjek pajak individual diselesaikan melalui tie breaker rule di pasal 4 yang berbunyi 

FISCAL DOMICILE
1.        For the purposes of this Agreement, the term "a resident of a Contracting State" means any person who is resident in a Contracting State" for tax purposes of that Contracting State. This term shall not include a permanent establishment of a foreign enterprise which is treated as a resident for tax purposes.
2.        Where by reason of the provisions of paragraph 1 an individual is a resident of both Contracting States, then his status shall be determined in accordance with the following rules: 
(a)
he shall be deemed to be a resident of the Contracting State in which he has a permanent home available to him. If he has a permanent home available to him in both Contracting States, he shall be deemed to be a resident of the Contracting State with which his personal and economic relations are closest (centre of vital interests); 
(b)
if the Contracting State in which he has his centre of vital interests cannot be determined, or if he has not a permanent home available to him in either Contracting State, he shall be deemed to be a resident of the Contracting State in which he has an habitual abode; 
(c)
if he has an habitual abode in both Contracting States or in neither of them, the competent authorities of the Contracting States shall settle this question by mutual agreement.
3.        Where by reason of the provisions of paragraph 1 a person other than an individual is a resident of both Contracting States, the competent authorities of the Contracting States shall settle the question by mutual agreement.

Pada ketentuan pasal 4 tersebut dijelaskan bahwa subjek pajak pribadi ditentukan  taxing rightnya dari level individual, bila kemudian individu tersebut terkena kondisi dual residensial maka ditentukan dimana rumah permanennya, jika ternyata  memiliki rumah di permanen di kedua negara, maka turun ke ketentuan berikutnya yaitu centre of vital interest (dimana seseorang tersebut memiliki hubungan ekonomi dan personal yang paling kuat).  Jika masih belum bisa ditentukan maka dicari habitual abodenya (dimana seseorang paling banyak menghabiskan waktunya). Bila kondisi ini belum bisa memecahkan masalah maka akan diselesaikan melalui mutual agreement antara dua otoritas negera  yang berkompetent

Bagaimana untuk badan/non individual?
Indonesia mengatur dalan UU Pajak Penghasilan bahwa Badan Usaha yang didirikan di bawah payung hukum Indonesia ) Incorporated Indonesia sebagai SPDN. Disamping itu Indonesia juga mengatur bahwa Badan Usaha Asing, walaupun didirikan dengan payung hukum negara lain, namun bila memenuhi kriteria yang ditentukan oleh UU yaitu bertempat kedudukan di Indonesia, akan diperlakukan sebagai SPDN atau BUT (Badan Usaha Tetap). Misalnya rapat rapat manajemen dilakukan di Indonesia, maka dimata hukum Indonesia dianggap sebagai SPDN.

Hal ini akan bertabrakan dan menimbulkan konflik  dengan negara lain bila suatu badan hukum yang sama terkena dua kondisi BUT atau Permanen Establishment (PE).  Maka perlu dicarikan solusinya melalui Tax Treaty

Sebagai contoh tax treaty Indonesia - Singapura pasal 6 yang berbunyi;

PERMANENT ESTABLISHMENT
1.        For the purposes of this Agreement, the term "permanent establishment" means a fixed place of business through which the business of the enterprise is wholly or partly carried on.
2.        The term "permanent establishment" shall include especially: 
(a)
a place of management;
(b)
a branch;
(c)
an office;
(d)
a factory;
(e)
a workshop;
(f)
a farm or plantation;
(g)
a mine, an oil or gas well, a quarry or other place of extraction of natural resources;
(h)
a building site or construction, installation or assembly project which exists for more than 183 days;
(i)
the furnishing of services, including consultancy services, by an enterprise through an employee or other person (other than an agent of an independent status within the meaning of paragraph 7) where the activities continue within a Contracting State for a period or periods aggregating more than 90 days within a twelve- month period.
3.        The term "permanent establishment" shall not be deemed to include:
(a)
the use of facilities solely for the purpose of storage or display of goods or merchandise belonging to the enterprise; 
(b)
the maintenance of a stock of goods or merchandise belonging to the enterprise solely for the purpose of storage or display; 
(c)
the maintenance of a stock of goods or merchandise belonging to the enterprise solely for the purpose of processing by another enterprise; 
(d)
the maintenance of a fixed place of business solely for the purpose of purchasing goods or merchandise or for collecting information for the enterprise; 
(e)
the maintenance of a fixed place of business solely for the purpose of advertising, for the supply of information, for scientific research or for similar activities which have a preparatory or auxiliary character, for the enterprise. 
4.        An enterprise of a Contracting State shall be deemed to have a permanent establishment in the other Contracting State if it carries on supervisory activities in that other State for more than 6 months in connection with a construction, installation or assembly project which is being undertaken in that other State.
5.        A person acting in one of the Contracting States for or on behalf of an enterprise of the other Contracting State other than an agent of an independent status to whom paragraph 6 of this Article applies shall be deemed to be a permanent establishment in the first-mentioned State, if:
(a)
he has, and habitually exercises, in the first-mentioned State a general authority to conclude contracts for or on behalf of the enterprise, unless his activities are limited to the purchase of goods or merchandise for the enterprise; or 
(b)
he habitually maintains in the first-mentioned State a stock of goods or merchandise belonging to the enterprise from which he regularly delivers goods or merchandise for or on behalf of the enterprise. 
6.        Notwithstanding the preceding provisions of this Article, an insurance enterprise of a Contracting State shall, except in regard to re-insurance, be deemed to have a permanent establishment in the other Contracting State if it collects premiums in the territory of that other State or insures risks situated therein through a person other than an agent of an independent status to whom paragraph 7 applies.
7.        An enterprise of a Contracting State shall not be deemed to have a permanent establishment in the other Contracting State merely because it carries on business in that other State through a broker, general commission agent or any other agent of an independent status, where such persons are acting in the ordinary course of their business. 
However, when the activities of such an agent are devoted wholly or almost wholly on behalf of the enterprise, he shall not be considered an agent of an independent status within the meaning of this paragraph.
8.        The fact that a company which is a resident of a Contracting State controls or is controlled by a company which is a resident of the other Contracting State, or which carries on business in that other State (whether through a permanent establishment or otherwise), shall not of itself make either company a permanent establishment of the other. 


Lokakarya Kurikulum STIE Pertiwi

Alhamdulillah, sempat hadir pada acara Lokakarya Kurikulum STIE Pertiwi yang digelar hari Ahad tanggal 16 Agustus 2012 dikampus Cililitan.

Lokakarya ini diadakan tidak hanya di gelar sekedar memenuhi kewajiban tiga tahunan Perguruan Tinggi Swasta, namun juga secara substansial dalam rangka meningkatkan Mutu PTS itu sendiri. Hadir sekitar seratusan dosen, baik yang senior maupun yunior membahas silabus yang selama ini berlaku di lingkungan STIE Pertiwi. Tak ketinggalan ketua yayasan dan ketua masing masing cabang STIE juga hadir.


Demikian juga beberapa mahasiswa dari berbagai cabang kampus turut aktif mensukseskan acara ini sebagai panitia.

Acara yang berlangsung seharian ini, menurut ketua yayasan, merupakan bagian penting dari substansi pendidikan bermutu yang akan dibangun oleh STIE Pertiwi.

Mengapa ? Jawabannya disampaikan oleh pemakalah, Dr. Zainal Arifin, bahwa pendidikan akan bermutu jika proses belajar mengajar dilakukan secara professional. Hal ini menurut beliau, tercermin dari kurikulum yang selalu up to date  dan relevan dengan kondisi jaman. Jika pendidikan bermutu dapat direalisasikan di lingkungan STIE Pertiwi, diharapkan akan terwujud sumberdaya manusia yang berkualitas, memiliki integritas terhadap masa depan masyarakat dan lingkungannya.

Pada hakikatnya kualitas SDM suatu bangsa, lanjut beliau, merupakan cermin kualitas pendidikan, sebab krisis suatu bangsa bahkan krisis kemanusiaan, pda hakekatnya adalah krisis dunia pendidikan. Dengan demikian kurikulum memiliki posisi strategis dan penting dalam menjalankan tugas dan fungsi pendidikan.


Kurikulum dan Kompetensi

Jadi kurikulum itu sebenarnya apa sih?

Menurut teori pendidikan kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan proses belajar mengajar untuk mencapai tujuan program pendidikan.

Sedangkan kompetensi merupakan kemampuan bersikap, berpikir, dan bertindak secara konsisten sebagai perwujudan dari pengetahuan, sikap, dan ketrampilan yang dimiliki mahasiswa.

Apa hubungannya antara kurikulum dengan kompetensi?

Menurut hemat saya adalah mahasiswa yang telah mengikuti program belajar seperti yang digariskan oleh kurikulum tercermin pada kompetensinya (kemampuan bersikap, berpikir dan seterusnya). Sederhananya mahasiswa yang telah mengikuti matakuliah bahasa Indonesia, harus memiliki kompetensi di bidang bahasa Indonesia, dia mesti mampu menulis dan berbicara dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Demikian juga yang telah mengikuti matakuliah agama, harus tercermin disikap, cara pikir dan bertindak secara konsisten sebagai wujud dari pengetahuan dan ketrampilan yang diperolehnya.

Sudahkah demikian?

Acara ini merupakan bagian dari upaya menuju kesana. Mari kita berdoa dan berupaya agar tujuan ideal tersebut tercapai. Amiien



Manajemen strategi (Definisi)



Mendefinisikan strategi  dalam managemen strategi, ada dua pendekatan, yang pertama pendekatan tradisional dan pendekatan baru.

Secara tradisional  menurut Webster’s Dictionary: Strategi adalah ilmu perencanaan dan pengelolan operasi militer.  Menurut Alfred Chandler : Strategi adalah menentukan tujuan dasar jangka panjang dan tujuan dan perusahaan, dan pengadopsian arah tindakan dan pengalokasian sumberdaya yang diperlukan untuk mencapai tujuan tujuan ini. 

Menurut James B. Quinn : Strategi adalah pola atau rencana yang mengintegrasikan tujuan utama sebuah organisasi, kebijakan dan rentetan tindakan menjadi satu kesatuan secara keseluruhan. Sedangkan menurut William F. Glueck : Strategi adalah sebuah kesatuan yang komprehensif, desain rencana terintegrasi  untuk memastikan tujuan dasar dari sebuah perusahaan dapat tercapai. 

Pendekatan terbaru disampaikan oleh Henry Mintzberg yang mengatakan strategi adalah pola dari kumpulan keputusan atau tindakan yang mengalir. 

Lihat Gambar :

 


Secara gamblang strategi adalah : rencana berskala besar, berorientasi ke depan, dan bagaimana berinteraksi dengan lingkungan persaingan serta mencapai tujuan perusahaan.

Ada tiga pertanyaan yang harus di hadapi perusahaan yang  menjawab mengapa mengapa strategi diperlukan yaitu; Bagaimana, kapan, dimana harus bersaing ?  Melawan siapa ?  Tujuannya apa?