Akuntansi Syariah (Pengantar)

Saat ini di Indonesia telah berkembang  perekonomian yang  dinamakan dengan ekonomi syariah. Secara kasat mata ciri cirinya bisa dilihat dengan berdirinya perbankan syariah dan institusi keuangan syariah bukan bank lainnya. Perbankan dan institusi ini karena menggunakan paradigma syariah tentu dalam aspek teknis berupa pencatatan transaksi nya juga memerlukan teknik akuntansi yang sesuai.


Menurut sifatnya, ilmu akuntansi adalah ilmu hilir, yaitu ilmu yang bersifat terapan. Ilmu terapan adalah ilmu yang mempunyai kaitan erat dengan ilmu atau peristiwa yang terjadi sebelumnya. Dasarnya adalah Ilmu ekonomi, yang merupakan ilmu tentang bagaimana manusia memenuhi kebutuhan hidupnya dengan menggunakan sumber daya yang telah tersedia di alam semesta ini. Pada gilirannya ekonomi akan melibatkan sektor produksi, distribusi, investasi, dan konsumsi, sangat mempengaruhi ilmu akuntansi di sektor sektor tersebut.

Ilmu ekonomi akan diikuti oleh teori ekonomi, yang menjelaskan dan memprediksi gejala-gejala ekonomi, akan sangat  dipengaruhi oleh sistem ekonomi yang dipilih  oleh negara yang menerapkan nya. Di dunia ini dikenal adanya sistem ekonomi kapitalis, sistem sosialis, dan juga sistem ekonomi syariah. Serta jangan lupa sistem ekonomi campuran dari ketiganya.

Masing masing sistem ekonomi tersebut memiliki paradigma berbeda satu sama lainnya. Oleh karena sistem ekonomi yang digunakan akan mempengaruhi sistem akuntansi. Dus sistem akuntansi akan sangat tergantung dari paradigma sistem ekonomi yang dipakainya di suatu negara.

Kemudian dalam literatur teori akuntansi, dikatakan bahwa akuntansi adalah multi paradigm science yaitu akuntansi bermulti paradigma, yang berarti bahwa akuntansi dapat dikembangkan untuk mendukung ekonomi dengan mengikuti paradigma dari sistem ekonominya.

Sebagai contoh apabila di suatu negara diterapkan sistem ekonomi kapitalis maka akan diikuti oleh sistem akuntansi yang kapitalis pula. Sebaliknya apabila sistem ekonomi nya syariah maka sistem akuntansi nya syariah juga. Begitu juga bila menganut sistem ekonomi campuran. Karena multi paradigma ini, maka akuntansi tidak mempunyai apa yang dinamakan dengan general theory of accounting atau teori yang berlaku di segala sistem ekonomi yang berlainan paradigma. Hal yang dimiliki oleh akuntansi adalah sesuatu yang dinamakan kerangka dasar untuk akuntansi dan pelaporan keuangan (conseptual framework for financial and reporting), demikian juga untuk akuntansi syariah.

Di Indonesia kerangka ini diatur dalam Pernyataan Standar Akuntasi Syariah (IAI, 2007).  IAI 2007 menjelaskan bahwa kerangka dasar ini menyajikan konsep yang mendasari penyusunan dan penyajian laporan keuangan syariah bagi para penggunanya.

Mari kita bahas dikuliah selanjutnya

Desain Riset (Modul 2)

Berikut adalah lanjutan dari metodologi penelitian modul 1 yaitu membahas tentang desain riset, setelah memahami maksud dan tujuan dari penelitian   

Desain riset adalah kerangka (framework) untuk mengadakan penelitian.
Misal :  - proyek riset pendidikan (education research project).
  
1.  Riset  Eksplorasi ;
Tujuan :  - menjawab  What
Sehingga dapat memberikan pengertian secara mendalam terhadap obyek. 
Kharakteristik :  
Informasi diperlukan sangat longgar, fleksibel dan tidak terukur, sampel tidak perlu banyak, analisis data primer lebih bersifat kualitatif.
Hasil/output 
Sangat tentatif, dan umumnya dilanjutkan dengan penelitian bersifat konklusif   

2. Riset Konklusif ;  
Adalah riset yang didesain untuk menolong pengambil keputusan dalam menentukan, mengevaluasi, dan memilih alternatif terbaik dalam memecahkan suatu masalah 
Tujuan :  
Menguji hipotesis dan hubungan berbagai variabel,
Kharakteristik :
Informasi yang diperlukan harus jelas dapat diidentifikasi, penelitian sangat formal dan terstruktur, sampel harus besar, analisis bersifat kuantitatif   
Hasil/output :  
Dapat memutuskan dan dapat dipergunakan sebagai masukan untuk pengambil keputusan 
Riset Konklusif dibedakan menjadi 2 tipe yaitu riset deskriptif, dan riset kausal 

Riset deskriptif ;  
Tujuan :  
Menjelaskan kharakteristik pasar,   
Kharakteristik :   
Ditandai dengan hipotesis spesifik, dan memiliki desain penelitian secara terstruktur.   
Metode :  
Menggunakan data sekunder, data primer (survey) atau observasi.   
Contoh :
  1. Mengestimasi prestasi siswa dalam proses belajar ekonomi  pada Sekolah Menengah Atas dan sederajatnya
  2. Mengetahui persepsi pelanggan terhadap produk tertentu 
  3. Berapa besar pengaruh daya tarik departement store terhadap kebiasaan makan di outlet tersebut Mengetahu berapa besar pemakai celana Jean Merk LEVIS di daerah tertentu (misal Bandung); dsb
Dengan demikian maka riset deskriptif harus mampu menjawab pertanyaan :  WHAT, WHEN, WHERE, WHY dan WHO
   
KASUS :  
“ Penelitian tentang Pelanggan di suatu Supermarket” 
What :  Informasi apa yang ingin diperoleh dari responden ? 
Misalnya : 
  1. frekuensi pembelian untuk berbagai produk, 
  2. pengujian hipotesis spesifik,. 
  3. Mengetahui gaya hidup, pola konsumsi, perilaku & demografi. 
When :   
Kapan informasi tersebut diperlukan dari responden ? 
Sebelum berbelanja, pada saat berbelanja, setelah berbelanja atau sudah lama berbelanja. 

Where :  Dimana harus diperlukan riset ? 
Didalam toko, diluar toko tetapi dilingkungan mall, diareal parkir, atau dirumah.  

Why :  Mengapa informasi tersebut diperlukan dari responden tertentu, atau mengapa riset dilakukan. Alasannya misalnya dapat berupa: 
  1. meningkatkan kesan (citra) suatu Supermarket, 
  2. meningkatkan jumlah pelanggan, 
  3. mengubah bauran produk, 
  4. mengembangkan pola promosi yang sesuai, dan menentukan lokasi baru suatu toko yang akan dibuka.            
Who :  Siapa yang akan diteliti 
  1. Setiap pengunjung yang masuk,
  2. Setiap pembeli 
  3. Rumah tangga yang paling banyak menggunakan produk.  
Why :  Bagaimana informasi tersebut diperoleh ? yaitu dengan mengamati perilaku pasar,  wawancara langsung, telpon, atau kuestionair.  

CONTOH  RISET  DESKRIPTIF :
  1. Riset Pasar
  2. Riset Pangsa Pasar,
  3. Riset mengenai analisis penjualan,
  4. Riset persepsi siswa(image),
  5. Riset mengenai proses pembelajaran,
  6. Riset tentang pembelajaran kontektual,
  7. Riset kolaborasi,
  8. Riset metode just in time, dsb.

Metode Penelitian (Modul 1)

Mari kita mulai mendalami tentang metodelogi penelitian, agar upaya membuat skripsi dan tesis dapat berjalan dengan baik Pertemuan kali ini mulai dari Modul 1 yang membahas dasar dari penelitian, dan untuk selanjutnya akan semakin mendalam hingga mahasiswa mampu membuat quisioner dengan baik.

TUJUAN  PENELITIAN  
Buckley, et al., (1978), mendefinisikan penelitian adalah merupakan suatu penyelidikan yang
sistematis dan digunakan untuk meningkatkan sejumlah  pengetahuan.

                  Uma Sekaran (1980),  penelitian didefinisikan sebagai, suatu usaha sistematis dan terorganisasi untuk tertentu yang memerlukan jawaban.

Tujuan Penelitian  :
               1.  Untuk mengembangkan pengetahuan,
               2.  Untuk memecahkan masalah/ menjawab pertanyaan penelitian.
 
Tiga faktor karakteristik penelitian :
a.  Tujuan penelitian,
b.  Metode-metode penelitian,
c.  Hubungan penelitian dengan ilmu.

PROSES  PENELITIAN
Penelitian sebagai proses untuk mengembangkan pengetahuan dan menjawab suatu masalah memerlukan terpenuhinya persyaratan-persyaratan:
a.  Merupakan penyelidikan sistematis terhadap masalah tertentu,
b.  Menggunakan metode ilmiah,
c.  Mengumpulkan bukti yang cukup dan representative, sebagai dasar menarik kesimpulan,
d.  Menggunakan penalaran logis dan tidak memihak(bias) dalam menarik kesimpulan.

 
 
PARADIGMA  PENELITIAN  :
Merupakan kerangka berfikir yang menjelaskan bagaimana cara pandang peneliti terhadap fakta kehidupan dan perlakuan peneliti terhadap ilmu/teori.
Secara ekstrim paradigma di pisahkan menjadi dua :
a. paradigma kuantitatif,
b. paradigma kualitatif.

Ad.a.  Paradigma kuantitatif merupakan paradigma tradisional, positivis, eksperimental atau empiris.  Penelitian dengan pendekatan deduktif yang bertujuan menguji hipotesis merupakan contoh penelitian yang menggunakan paradigma kuantitatif.

Ad.b.  Paradigma Kualitatif  merupakan pendekatan konstruktifis, naturalistis atau interpretative atau perspektif post modern.  Penelitian menggunakan metode induktif yang mempunyai tujuan penyusunan konstruksi teori atau hipotesis, merupakan pengungkapan fakta yang digunakan dengan paradigma kualitatif.

Perbedaan Asumsi Paradigma Kuantitatif & Par, Kualitatif  ;
P. Kuantitatif
P. Kualitatif
Realita bersifat obyektif & dimensi
tunggal.
Realita bersifat subyektif dan berdimensi banyak.
Peneliti independent thp. Fakta yang
Diteliti
Peneliti berinteraksi dg. Fakta yang diteliti,
Bebas nilai dan tidak bias,
Tidak bebas nilai dan bias,
Pendekatan deduktif
Pendekatan induktif,
Pengujian teori dg.analisa kuantitatif
Penyusunan teori dg.Analisa kualitatif.

Penelitian Ilmiah ;

Kriteria penelitian ilmiah yang baik 
1)  Menyatakan tujuan secara jelas
2)  Menggunakan landasan teoritis
3)  Mengembangkan hipotesis yang dapat diuji
4)  Memiliki kemampuan untuk diuji
5)  Memilih data dg. Presisi, sehingga.hasilnya dipercaya.
6)  Menarik kesimpulan obyektif
7). Melaporkan hasilnya secara parsimony
8)  Temuan penelitian dapat digeneralisasi.
  
MASALAH  PENELITIAN  
 1.  Pentingnya Masalah 
     Masalah mencakup dua tahap, yaitu :
a.     penemuan masalah dan
b.     pemecahan masalah (problem solving).

Einstein dan Infield (1992), menyatakan bahwa formulasi masalah lebih essential dibandingkan dengan tahap pemecahan masalah.  Oleh karena itu masalah penelitian sering dirumuskan terlalu umum, sehingga dengan pokok masalahnya tidak jelas  dan menyulitkan tahap penyelesaian masalah.

Empat tipe masalah dalam penelitian :
a. masalah-masalah yg, saat ini memerlukan solusi,
b. area-area tertentu yang memerlukan pembenahan dan perbaikan,
c. persoalan persoalan teoritis yg. memerlukan penelitian untuk memprediksi fenomena.
d. penelitian yang memerlukan jawaban empiris.

Kriteria masalah :
a. bidang masalah dan topik yang menarik
b. mempunyai signifikansi secara teoritis dan praktis
c. dapat diuji melalui pengumpulan data dan analisis data
d. sesuai waktu dan biaya yang tersedia.

 Contoh Bidang Masalah dan Topik Penelitian :

Bidang Masalah
T o p i k

Financial  Accounting

Capital Market,      
Investment Opportunity Set,
Fundamental factors,  

A u d i t i n g          

Auditor Performance,
Audit Report Quality,         
Behavioural Auditor,           

Accounting Management      

Activity Based Management,
Total Quality Management,
Good Corporate Governance.
Behavioural Accounting.

Goverment accounting  ...................         Performance budget
                                                               Goverment Investment
                                                               Audit govermnet quality

Signifikansi secara Teoritis dan Praktis :

Pertimbangan yang digunakan dalam menentukan signifikansi masalah penelitian berkaitan dengan 3 hal :
  1. Adanya dukungan konsep-konsep teoritis dari peneliti sebelumnya, yang memiliki   topik sejenis
  2. Tersedianya dan dapat diperolehnya data yang relevan dengan topik penelitian
  3. Kontribusi hasil penelitian terhadap pengembangan teori atau pemacahan masalah

Sumber Penemuan Masalah :
1.     Dari literature yang dipublikasikan : buku teks, jurnal atau data base 
2.     Literatur yang tidak dipublikasikan : skripsi, tesis, disertasi, paper dsb.