Welcome to MAGISTER AKUNTANSI - The Perfect Partner For Your Business
Contact : Phone 0821-2566-2195 Wa 0821-2566-2195 Desain Riset (Modul 2) | Magister Akuntansi

Labels

Desain Riset (Modul 2)

Desain Riset (Modul 2) - Hallo sahabat Magister Akuntansi , Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Desain Riset (Modul 2) , kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Metodologi Penelitian , yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Desain Riset (Modul 2)
link : Desain Riset (Modul 2)

Baca juga


Desain Riset (Modul 2)

Berikut adalah lanjutan dari metodologi penelitian modul 1 yaitu membahas tentang desain riset, setelah memahami maksud dan tujuan dari penelitian   

Desain riset adalah kerangka (framework) untuk mengadakan penelitian.
Misal :  - proyek riset pendidikan (education research project).
  
1.  Riset  Eksplorasi ;
Tujuan :  - menjawab  What
Sehingga dapat memberikan pengertian secara mendalam terhadap obyek. 
Kharakteristik :  
Informasi diperlukan sangat longgar, fleksibel dan tidak terukur, sampel tidak perlu banyak, analisis data primer lebih bersifat kualitatif.
Hasil/output 
Sangat tentatif, dan umumnya dilanjutkan dengan penelitian bersifat konklusif   

2. Riset Konklusif ;  
Adalah riset yang didesain untuk menolong pengambil keputusan dalam menentukan, mengevaluasi, dan memilih alternatif terbaik dalam memecahkan suatu masalah 
Tujuan :  
Menguji hipotesis dan hubungan berbagai variabel,
Kharakteristik :
Informasi yang diperlukan harus jelas dapat diidentifikasi, penelitian sangat formal dan terstruktur, sampel harus besar, analisis bersifat kuantitatif   
Hasil/output :  
Dapat memutuskan dan dapat dipergunakan sebagai masukan untuk pengambil keputusan 
Riset Konklusif dibedakan menjadi 2 tipe yaitu riset deskriptif, dan riset kausal 

Riset deskriptif ;  
Tujuan :  
Menjelaskan kharakteristik pasar,   
Kharakteristik :   
Ditandai dengan hipotesis spesifik, dan memiliki desain penelitian secara terstruktur.   
Metode :  
Menggunakan data sekunder, data primer (survey) atau observasi.   
Contoh :
  1. Mengestimasi prestasi siswa dalam proses belajar ekonomi  pada Sekolah Menengah Atas dan sederajatnya
  2. Mengetahui persepsi pelanggan terhadap produk tertentu 
  3. Berapa besar pengaruh daya tarik departement store terhadap kebiasaan makan di outlet tersebut Mengetahu berapa besar pemakai celana Jean Merk LEVIS di daerah tertentu (misal Bandung); dsb
Dengan demikian maka riset deskriptif harus mampu menjawab pertanyaan :  WHAT, WHEN, WHERE, WHY dan WHO
   
KASUS :  
“ Penelitian tentang Pelanggan di suatu Supermarket” 
What :  Informasi apa yang ingin diperoleh dari responden ? 
Misalnya : 
  1. frekuensi pembelian untuk berbagai produk, 
  2. pengujian hipotesis spesifik,. 
  3. Mengetahui gaya hidup, pola konsumsi, perilaku & demografi. 
When :   
Kapan informasi tersebut diperlukan dari responden ? 
Sebelum berbelanja, pada saat berbelanja, setelah berbelanja atau sudah lama berbelanja. 

Where :  Dimana harus diperlukan riset ? 
Didalam toko, diluar toko tetapi dilingkungan mall, diareal parkir, atau dirumah.  

Why :  Mengapa informasi tersebut diperlukan dari responden tertentu, atau mengapa riset dilakukan. Alasannya misalnya dapat berupa: 
  1. meningkatkan kesan (citra) suatu Supermarket, 
  2. meningkatkan jumlah pelanggan, 
  3. mengubah bauran produk, 
  4. mengembangkan pola promosi yang sesuai, dan menentukan lokasi baru suatu toko yang akan dibuka.            
Who :  Siapa yang akan diteliti 
  1. Setiap pengunjung yang masuk,
  2. Setiap pembeli 
  3. Rumah tangga yang paling banyak menggunakan produk.  
Why :  Bagaimana informasi tersebut diperoleh ? yaitu dengan mengamati perilaku pasar,  wawancara langsung, telpon, atau kuestionair.  

CONTOH  RISET  DESKRIPTIF :
  1. Riset Pasar
  2. Riset Pangsa Pasar,
  3. Riset mengenai analisis penjualan,
  4. Riset persepsi siswa(image),
  5. Riset mengenai proses pembelajaran,
  6. Riset tentang pembelajaran kontektual,
  7. Riset kolaborasi,
  8. Riset metode just in time, dsb.


Demikianlah Artikel Desain Riset (Modul 2)

Sekianlah artikel Desain Riset (Modul 2) kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Desain Riset (Modul 2) dengan alamat link https://magisterakutansi.blogspot.com/2012/10/desain-riset-modul-2.html

0 Response to " Desain Riset (Modul 2) "