Variabel Penelitian dan Pengukurannya

Construct merupakan abstraksi dari fenomena atau realitas yang untuk keperluan penelitian harus dioperasionalisasikan dalam bentuk variable yang diukur dengan berbagai macam nilai.

a. Tipe skala pengukuran construct terdiri dari :
     1) skala nominal, 
     2) skala ordinal,  
     3) skala interval dan
     4) skala rasio.

Ad.1)  skala nominal  ;
Adalah skala pengukuran yang mencatat katagori, kelompok atau klasifikasi dari construct yang diukur dalam bentuk variable.
Contoh  :  jenis kelamin, pengukurannya dengan angka  (1) pria, dan (2) wanita.
                 Agama, pengukurannya  (1) Islam, (2) Budha, (3) Katolik, dan (4) Hindu.

Sehingga skala nominal hanya menjelaskan katagori, dan tidak menjelaskan nilai peringkat, jarak ataupun perbandingan.

Ad.2),  skala ordinal  ;
Adalah skala pengukuran yang tidak hanya menyatakan katagori, tetapi juga menyatakan peringkat konstruk yang diukur.
                      Misal : Peringkat 1 adalah A, peringkat 2 adalah B, peringkat 3 adalah C dst.

Ad.3)  Skala interval ; 
Adalah merupakan skala pengukuran yang menyatakan katagori, peringkat, dan jarak construct yang diukur.


Skala Ratio  ;
Adalah merupakan skala pengukuran yang menunjukkan katagori, peringkat, jarak dan perbandingan construct yang diukur.
Misal  :
Hasil penjualan pedagang tembakau mencapai antara :
      Antara  500 s/d  1000 juta rupiah,
      Antara   1000 s/d  5000 juta rupiah,
      Antara  5000 s/d  50.000 juta rupiah dst.

Skala linkert ;
Adalah merupakan metode yang mengukur sikap dengan menyatakan setuju atau tidak setuju terhadap subyek, obyek atau kejadian tertentu.
Skala Linkert, umumnya menggunakan lima angka penilaian, yaitu :
           STS             TS             TP            S              SS
           (  1)             (2)             (3)           (4)            ( 5 )

Skala perbedaan semantic (Semantic Differential Scale)
Yaitu merupakan metode pengukuran sikap dengan menggunakan skala penilaian tujuh butir, yang menyatakan secara verbal dua kutup penilaian ekstrim.
Misal  :    Bagus  ----   ----   ---   ----   ----  ----   ----  Jelek
               Suka    ----   ----   ---   ----   ----  ----   ----   Tidak suka. 






Agar lebih jelas liat juga cara membuat kuesioner yang benar dan contohnya




Kerangka Teoritis


1.  Definisi  teori ;
 “Kerlinger”:  teori merupakan suatu kumpulan construct atau konsep, definisi dan proposisi(proposition) yang menggambarkan fenomena secara sistematis melalui penentuan hubungan antar variable dengan tujuan untuk menjelaskan/mempredisksi fenomena alam.

    Ada 3 hal pokok yang perlu diungkap dalam definisi ;
a.     Elemen teori (konsep, definisi dan proposisi),
b.     Elemen gambaran sistematis tentang fenomena,
c.     Elemen tujuan teori.

     Konsep – Construct ;
     Konsep atau construct merupakan elemen teori, yang merupakan dasar pemikiran peneliti yang kemudian dikomunikasikan dengan orang lain. Hasil rumusan peneliti diharapkan dimengerti orang lain dan dimungkinkan untuk direplikasi atau diekstensi oleh peneliti berikutnya.

    Contoh Konsep : - kepuasan kerja, motivasi kerja, sikap kerja
     “       Construct : -  kepuasan, motivasi, sikap, mental dsb.

2.  Variabel.
    Adalah segala sesuatu yang dapat diberi berbagai macam nilai, dan teori mengekspresikan fenomena 
   -fenomena secara sistematis melalui hubungan antar variable.
    Konstruk adalah abstraksi dari fenomena-fenomena  kehidupan nyata yang diamati.
    Apabila variable sulit diobservasi secara langsung, maka diperlukan proksi(proxy) atau representasi dari
    konstruk yang dapat diukur.

    Nilai variable  ;
    Variabel dapat diukur dengan berbagai macam nilai, tergantung konstruk yang diwakilinya.  Dapat berupa angka atau atribut yang menggunakan skala dalam kisaran nilai.
      Contoh nilai    Sikap mahasiswa -->  positif, negative ;
                            Motivasi belajar   -->  tinggi, sedang, kurang dsb
                            Prestasi                -->   sangat puas, sedang, kurang, & sangat kurang.




3.  Tipe-tipe Variabel  ;

Tpe variable diklasifikasikan berdasarkan fungsi, adalah :
1)     variable independent  ;
2)     variable dependen  ;
3)     variable moderating, dan
4)     variable intervening.




4.  Definisi Operasional  ;

“adalah penentuan construct sehingga menjadi variable yang dapat diukur.  Dalam hal ini peneliti memberikan penjelasan tentang variable sehingga mudah diukur dan memudahkan peneliti berikutnya untuk mereplikasi dengan cara yang sama dan mengembangkan construct lebih baik”.

5.  Teori  dan  penelitian  ;

a.  Peran Penelitian  ;
   Penelitian pada dasarnya merupakan metode yang digunakan  untuk memperoleh pengetahuan ilmiah. Hubungan antara penelitian dengan ilmu dijelaskan melalui peran penelitian dalam pengembangan ilmu.
    Teori merupakan bagian dari ilmu yang memberikan penjelasan(memprediksi) fenomena alam.  Dengan demikian maka teori merupakan bagian dari ilmu.

b.  Posisi dan Peran Teori  ;
     Perbedaan paradigma antara penelitian kuantitatif dan penel. Kualitatif, mempengaruhi posisi dan peran teori dalam penelitian.
     Ditinjau dari tujuan, kedua paradigma tersebut memiliki prinsip yang berbeda, sehingga masing-masing meletakan posisi dan peran teori dalam perlakuan yang berbeda.

c.  Proses Pengembangan Teori  ;
     Proses pengembangan teori memiliki dua aspek, yaitu :
     1)  pengujian  dan  2)  penyusunan konstruksi teori.

     Disamping itu juga memiliki dua mode, yaitu :
     1)  pendekatan deduksi dan 2) pendekatan induksi.











Pengenalan Structural Equation Modeling


Dwi Andriyani, S.ST ( dwi.andriyani@gmail.com )
Sandiman Pertama pada Direktorat Analisis Sinyal
Deputi II Lembaga Sandi Negara



Teknik-teknik analisis data telah digunakan secara meluas oleh para peneliti untuk menguji hubungan kausalitas/pengaruh antar variabel. Beberapa teknik analisis tersebut diantaranya adalah analisis regresi (regression analysis), analisis jalur (path analysis), dan analisis faktor konfirmatori (confirmatory factor analysis). Dalam perkembangan selanjutnya, structural equation modeling (SEM) mulai digunakan oleh para peneliti untuk mengatasi keterbatasan yang dimiliki oleh teknik-teknik analisis diatas. Sebagai teknik statistik multivariat, penggunaan SEM memungkinkan peneliti melakukan pengujian terhadap bentuk hubungan tunggal (regresi sederhana), regresi ganda, hubungan rekursif maupun hubungan resiprokal, atau bahkan terhadap variabel laten maupun variabel yang diobservasi/ diukur langsung. Makalah ini akan memperkenalkan konsep SEM dengan tujuan dapat diaplikasikan dalam penelitian di bidang persandian, terutama yang berkaitan dengan penelitian statistik. Aplikasi SEM yang akan diperkenalan adalah perangkat lunak AMOS v.5 yang dikembangkan oleh SPSS dan LISREL v.8 yang merupakan piranti lunak SEM tertua. AMOS dan LISREL merupakan diantara tiga perangkat lunak SEM yang paling populer yaitu AMOS, SQL dan LISREL. Melalui penguasaan metode SEM, pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan pengembangan penelitian di bidang persandian yang menggunakan penelitian statistik sebagai data dukungnya.

1.   Pendahuluan
Structural Equation Modeling (SEM) merupakan teknik analisis multivariat yang dikembangkan guna menutupi keterbatasan yang dimiliki oleh model-model analisis sebelumnya yang telah digunakan secara luas dalam penelitian statistik. Model-model yang dimaksud diantaranya adalah regression analysis (analisis regresi), path analysis (analisis jalur), dan confirmatory factor analysis (analisis faktor konfirmatori) (Hox dan Bechger, 1998).
Analisis regresi menganalisis pengaruh satu atau beberapa variabel bebas terhadap variabel terikat. Analisis pengaruh tidak dapat diselesaikan menggunakan analisis regresi ketika melibatkan beberapa variabel bebas, variabel antara, dan variabel terikat. Penyelesaian kasus yang melibatkan ketiga variabel tersebut dapat digunakan analisis jalur.Analisis jalur dapat digunakan untuk mengetahui pengaruh langsung, pengaruh tidak langsung, dan pengaruh total suatu variabel bebas terhadap variabel terikat.
Analisis lebih bertambah kompleks lagi ketika melibatkan latent variable (variabel laten) yang dibentuk oleh satu atau beberapa indikator observed variables (variabel terukur/teramati). Analisis variabel laten dapat dilakukan dengan menggunakan analisis faktor, dalam hal ini analisis faktor konfirmatori (confirmatory factor analysis). Analisis pengaruh semakin bertambah kompleks lagi ketika melibatkan beberapa variabel laten dan variabel terukur langsung. Pada kasus demikian, teknik analisis yang lebih tepat digunakan adalah pemodelan persamaan struktural (Structural Equation Modeling). SEM merupakan teknik analisis multivariat generasi kedua, yang menggabungkan model pengukuran (analisis faktor konfirmatori) dengan model struktural (analisis regresi, analisis jalur).
Memang telah banyak alat analisis untuk penelitian multidimensi, bahkan selama ini telah dikenal luas. Namun semuanya itu belum mampu melakukan analisis kausalitas berjenjang dan simultan. Kelemahan utama dari alat analisis multivariat dimaksud, terletak pada keterbatasannya yang hanya dapat menganalisis satu hubungan pada satu waktu. SEM merupakan sebuah jawaban. SEM kini telah dikenal luas dalam penelitian-penelitian bisnis dengan berbagai nama : causal modelingcausal analysissimultaneous equation modeling, analisis struktur kovarians, path analysis, atau confirmatory factor analysis.
Sebagai teknik statistik multivariat, penggunaan SEM memungkinkan kita melakukan pengujian terhadap bentuk hubungan tunggal (regresi sederhana), regresi ganda, hubungan rekursif maupun hubungan resiprokal, atau bahkan terhadap variabel laten (yang dibangun dari beberapa variabel indikator) maupun variabel yang diobservasi/ diukur langsung. SEM kini telah banyak diaplikasikan di berbagai bidang ilmu sosial, psikologi, ekonomi, pertanian, pendidikan, kesehatan, dan lain-lain. Makalah ini akan memperkenalkan konsep SEM untuk diaplikasikan dalam penelitian statistik yang mendukung penelitian di bidang persandian.

2.       Konsep Structural Equation Modeling (SEM)
2.1    Definisi SEM
the Structural Equation Modeling (SEM) is a family of statistical models that seek to explain the relationships among multiple variables[ Arbuckle, 1997). Jadi dengan menggunakan SEM, peneliti dapat mempelajari hubungan struktural yang diekspresikan oleh seperangkat persamaan, yang serupa dengan seperangkat persamaan regresi berganda.Persamaan ini akan menggambarkan hubungan diantara konstruk (terdiri dari variabel dependen dan independen) yang terlibat dalam sebuah analisis. Hingga saat ini, teknik multivariabel diklasifikasikan sebagai teknik interdependensi atau dependensi. SEM dapat dikategorikan sebagai kombinasi yang unik dari kedua hal tersebut karena dasar dari SEM berada pada dua teknik multivariabel yang utama, yaitu analisis faktor dan analisis regresi berganda.
2.2    Perbedaan SEM dengan teknik multivariat lainnya
Beberapa hal yang membedakan SEM dengan regresi biasa dan teknik multivariat lainnya, diantaranya adalah (Efferin, 2008) :
-        SEM membutuhkan lebih dari sekedar perangkat statistik yang didasarkan atas regresi biasa dan analisis varian.
-        Regresi biasa, umumnya, menspesifikan hubungan kausal antara variabel-variabel teramati, sedangkan pada model variabel laten SEM, hubungan kausal terjadi di antara variabel-variabel tidak teramati atau variabel-varibel laten
-        SEM selain memberikan informasi tentang hubungan kausal simultan diantara variabel-variabelnya, juga memberikan informasi tentang muatan faktor dan kesalahan-kesalahan pengukuran.
-        Estimasi terhadap multiple interrelated dependence relationships. pada SEM sebuah variabel bebas pada satu persamaan bisa menjadi variabel terikat pada persamaan lain.
Widodo (2006) mengemukakan sepuluh keistimewaan SEM sebagai berikut :
-          Mampu memperlakukan variabel endogenous dan variabel eksogenous sebagai variabel acak dengan kesalahan pengukuran
-          Mampu memodelkan variabel laten sengan sejumlah indikatornya
-          Mampu membedakan kesalahan pengukuran dan kesalahan model
-          Mampu menguji model secara kesuluruhan, bukan hanya menguji koefisien model secara individu
-          Mampu memodelkan variabel mediator
-          Mampu memodelkan hubungan antar error
-          Mampu menguji silang koefisien model dari berbagai kelompok sampel
-          Mampu memodelkan dinamika suatu fenomena
-          Mampu mengatasi data yang hilang
-          Mampu menangani data tidak normal
Perbedaan SEM dengan teknik analisis lainnya ditunjukkan oleh tabel dibawah ini (Sumarto, 2009) :

SEM
Teknik analisis lain
·   Multiple interelated dependence relationships

·   Persamaan tunggal dan ganda secara simultan
·   Model pengukuran dan kausal
·   Ada Measurement error
·   Single dependen relationships dan Single measured variables
·   Estimated single equations
·   Model kausal

·   Tidak ada measurement error
2.3    Keterbatasan SEM
Beberapa keterbatasan yang dimiliki oleh SEM adalah sebagai berikut (Widodo, 2006):
-        SEM tidak digunakan untuk menghasilkan model namun untuk mengkonfirmasi suatu bentuk model.
-        Hubungan kausalitas diantara variabel tidak ditentukan oleh SEM, namun dibangun oleh teori yang mendukungnya.
-        SEM tidak digunakan untuk menyatakan suatu hubungan kausalitas, namun untuk menerima atau menolak hubungan sebab akibat secara teoritis melalui uji data empiris.
-        Studi yang mendalam mengenai teori yang berkaitan menjadi model dasar untuk pengujian aplikasi SEM.
2.4    Tahapan dalam SEM
SEM terdiri atas beberapa tahapan sebagai berikut (Widodo, 2006) :
-          Pengembangan model berdasarkan teori
Tujuannya adalah untuk mengembangkan sebuah model yang mempunyai justifikasi (pembenaran) secara teoritis yang kua guna mendukung upaya analisis terhadap suatu maslah yang sedang dikaji/diteliti.
-          Pengembangan diagram lintasan (path diagram)
Tujuannya adalah menggambarkan model teoritis yang telah dibangun pada langkah pertama kedalam sebuah diagram jalur agar peneliti dengan mudah dapat mencermati hubungan kausalitas yang ingin diujinya.
-          Mengkonversi diagram jalur kedalam persamaan struktural
Langkah ini membentuk persamaan-persamaan pada model struktural dan model pengukuran, yang akan dibahas selanjutnya dalam bab 2.5.
-          Pemilihan data input dan teknik estimasi
Tujuannya adalah menetapkan data input yang digunakan dalam pemodelan dan teknik estimasi model
-          Evaluasi masalah identifikasi model
Tujuannya adalah untuk mendeteksi ada tidaknya masalah identifikasi berdasarkan evaluasi terhadap hasil estimasi yang dilakukan program komputer
-          Evaluasi Asumsi dan Kesesuaian model
Tujuannya adalah untuk mengevaluasi pemenuhan asumsi yang disyaratkan SEM, dan kesesuaian model berdasarkan kriteria goodness-of-fit tertentu.
-          Interpretasi dan modifikasi model
Tujuannya adalah untuk memutuskan bentuk perlakuan lanjutan setelah dilakukan evaluasi asumsi dan uji kesesuaian model.
2.5    Pemodelan SEM
Diagram lintasan (path diagram) dalam SEM digunakan untuk menggambarkan atau mespesifikasikan model SEM dengan lebih jelas dan mudah, jika dibandingkan dengan model persamaan matematik. Untuk dapat menggambarkan diagram jalur sebuah persamaan secara tepat, perlu diketahui tentang variabel-variabel dalam SEM berserta notasi dan simbol yang berkaitan. Kemudian hubungan diantara model-model tersebut dituangkan dalam model persamaan struktural dan model pengukuran.
Variabel-variabel dalam SEM :
-          Variabel laten (latent variable)
Variabel laten merupakan konsep abstrak, misalkan : perilaku, perasaan, dan motivasi. Variabel laten ini hanya dapat diamati secara tidak langsung dan tidak sempurna melalui efeknya pada variabel teramati. Variabel laten dibedakan menjadi dua yaitu variabel eksogen dan endogen. Variabel eksogen setara dengan variabel bebas, sedangkan variabel endogen setara dengan variabel terikat. Notasi matematik dari variabel laten eksogen adalah  (”ksi”) dan variabel laten endogen ditandai dengan  (eta).

Gambar 1. Simbol Variabel Laten
-          Variabel teramati (observed variable) atau variebel terukur (measured variable)

Variabel teramati adalah variabel yang dapat diamati atau dapat diukur secara enpiris dan sering disebut sebagai indikator. (Efferin, 2008 : 11). Variabel teramati merupakan efek atau ukuran dari variabel laten. Pada metoda penelitian survei dengan menggunakan kuesioner, setiap pertanyaan pada kuesioner mewakili sebuah variabel teramati. Variabel teramati yang berkaitan atau merupakan efek dari variabel laten eksogen diberi notasi matematik dengan label X, sedangkan yang berkaitan dengan variabel laten endogen diberi label Y.  Simbol diagram lintasan dari variabel teramati adalah bujur sangkar atau empat persegi panjang.

Gambar 2. Simbol Variabel Teramati
SEM memiliki dua elemen atau model, yaitu model struktural dan model pengukuran.
-          Model Struktural (Structural Model)
Model ini menggambarkan hubungan diantara variabel-variabel laten. Parameter yang menunjukkan regresi variabel laten endogen pada eksogen dinotasikan dengan  (”gamma”). Sedangkan untuk regresi variabel endogen pada variabel endogen lainnya dinotasikan dengan  (”beta”). Variabel laten eksogen juga boleh berhubungan dalam dua arah (covary) dengan dinotasikan  (”phi”). Notasi untuk error adalah .
 

Gambar 3. Model Struktural SEM
Persamaan dalam model struktural dibangun dengan persamaan :
Var laten endogen =  var laten endogen +  var laten eksogen + error

sehingga untuk persamaan matematik untuk model struktural diatas adalah : 
dengan persamaan dalam bentuk matriks :
 

-          Model Pengukuran (Measurement Model)
Setiap variabel laten mempunyai beberapa ukuran atau variabel teramati atau indikator. Variabel laten dihubungkan dengan variabel-variabel teramati melalui model pengukuran yang berbentuk analisis faktor. Setiap variabel laten dimodelkan sebagai sebuah faktor yang mendasari variabel-variabel terkait. Muatan faktor (factor loading) yang menghubungkan variabel laten dengan variabel teramati diberi label  (”lambda”). Error dalam model pengukuran dinotasikan dengan .
 

Gambar 4. Model Pengukuran SEM
Persamaan dalam model pengukuran dibangun dengan persamaan :
Indikator =  konstruk + error
X =  var laten eksogen + error
Y = var laten endogen + error

sehingga untuk persamaan matematik untuk model struktural diatas :
Dengan persamaan dalam bentuk matriks :
 
Penggabungan model struktural dan pengukuran membentuk bentuk umum SEM (Full atau Hybrid Model), seperti berikut :
 

Gambar 5. Model Full Hybrid SEM

3.       Perangkat Lunak SEM
Telah banyak software yang dikembangkan untuk SEM diantaranya adalah AMOS (Arbuckle, 1994, 1997), CALIS (Hartmann, 1992), EQS (Bentler, 1989, 1995), Ezpath (Steiger, 1989), LISCOMP (Muthen, 1988), LISREL (Joreskog dan Sorbom, 1993), MPLUS (Muthen dan When, 1998), Mx (Neale, 1997), SEPATH, STREAMS, dan TETRAD (Scheines, et al., 1994). Namun dari sekian banyak software yang dikembangkan, AMOS, SQL, dan LISREL merupakan tiga software yang paling populer digunakan karena mudah untuk dipahami dan diaplikasikan (Hox dan Bechger, 1998).
AMOS hingga kini telah berkembang hingga AMOS v.16, sedangkan LISREL telah berkembang hingga LISREL v.8. Kedua software tersebut merupakan software SEM yang paling sering digunakan untuk penelitian, karena mudah untuk dipelajari dan digunakan. Gambar 6 menunjukkan contoh tampilan aplikasi AMOS v.5 menggunakan tampilan grafik. Sedangkan gambar 7 menunjukkan contoh tampilan LISREL v.8.


 

Gambar 6. Tampilan AMOS v.5


Gambar 7. Tampilan LISREL v.8



4.       Kesimpulan dan Saran
Teknik analisis statistik multivariat structural equation modeling (SEM) dapat digunakan untuk mengkombinasikan aspek regresi ganda dan analisis faktor untuk mengestimasi secara simultan suatu hubungan ketergantungan. SEM memiliki banyak keistimewaan jika dibandingkan dengan teknik multivariat lainnya. Keistimewaan tersebut menjadikan SEM banyak digunakan oleh peneliti yang ingin meningkatkan keakuratan penelitiannya. Namun, perlu diperhatikan bahwa SEM tidak digunakan untuk menciptakan suatu model baru, namun untuk mengkonfirmasi model yang telah dibangun oleh teori-teori sebelumnya. Penggunaan SEM dapat diaplikasikan untuk mendukung penelitian dalam bidang persandian yang menggunakan penelitian statistik atau penelitian kuantitatif.  


Referensi
[1]     Arbuckle, J. (1997), Amos Users Guide Version 3.6, Chicago IL: Smallwaters Corporation.
[2]     Efferin, S. et al. (2008), Metode Penelitian Akuntansi (Mengungkap Fenomena dengan Pendekatan Kuantitatif dan Kualitatif)Cetakan Pertama, Graha Ilmu, Yogyakarta.
[3]     Handayani, R. (2007), Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Pemanfaatan Sistem Informasi dan Penggunaan Sistem Informasi, SNA X.
[4]     Hoe, S. L. (2008), Issues And Procedures In Adopting Structural Equation Modeling Technique, Journal of Applied Quantitative Methods (JAQM), Vol. 3, No. 1, Spring.
[5]     Hox, J.J dan Bechger, T.M. (1998), An Introduction to Structural Equation Modeling, Family Science Review, 11, 354-373.
[6]     Johnson, A. M. (2005), The Technology Acceptance Model And The Decision Invest In Information Security, Proceedings of the 2005 Southern Association of  Information Systems Conference.
[7]     Ridings, C. M., Gefen, D., dan Arinze, B. (2002), Some Antecedents and Effect of Trust in Virtual Communities, Journal of Strategic Information Systems, 11: 271-295.
[8]     Sumarto, (2009). Structural Equation Modeling, Kursus Structural Equation Modeling dengan AMOS, UPN “Veteran” Jakarta.
[9]     Wibowo, A. (2006), Kajian Tentang Perilaku Pengguna Sistem Informasi Dengan Pendekatan Technology Acceptance Model (Tam), Universitas Budi Luhur, Jakarta.
[10] Widodo, P. P. (2006), Structural Equation Modeling, Universitas Budi Luhur Jakarta.
[11] Wijanto, S. H., Structural Equation Modeling dengan LISREL 8.8 (Konsep danTutorial)Cetakan Pertama, Graha Ilmu, Yogyakarta, 2008.

Contoh Kuesioner yang Benar

Setelah melihat cara membuat kuisioner yang benar, serta memahami variabel penelitian dan pengukurannya, berikut adalah contoh kusioner yang benar.
Kuisioner merupakan suatu alat untuk mengumpulkan data melalui daftar pertanyaan. Dengan kata lain kuisioner adalah sebuah set pertanyaan yang secara logis berhubungan dengan masalah penelitian yang biasanya terletak di fase pendahuluan sebuah penelitian dan tiap pertanyaan merupakan jawaban-jawaban yang mempunyai makna dalam menguji hipotesis. Jika yang menuliskan isian ke dalam kuisioner adalah responden, maka daftar pertanyaan tersebut dinamakan kuisioner. Berikut ini Contoh Jadi Kuesioner yang Benar :

Bagian I

DATA RESPONDEN

Petunjuk : Berilah tanda ( v ) pada kotak didepan informasi yang sesuai menurut Anda.

1. Jenis Kelamin

    ? Pria
    ? Wanita
2. Usia
    ? kurang dari 17 tahun
    ? antara 17 – 25 tahun
    ? antara 26 – 35 tahun
    ? antara 36 – 45 tahun
    ? lebih dari 45 tahun
3. Apakah anda pernah membeli Mi Instant?
    ? Ya
    ? Tidak
4. Dimana tempat anda bisa membeli Mi Instant?
    ? Warung
    ? Toko
    ? Minimarket
    ? Supermarket
    ? Lainnya, ________________
5. Berapa kalikah anda membeli Mi Instant dalam 1 bulan?
    ? kurang dari 1 kali
    ? 1 kali
    ? 2 kali
    ? 3 kali
    ? lebih dari 3 kali


Bagian II
PREFERENSI DAN PERSEPSI RESPONDEN

Bagian II.1  Preferensi Responden
Petunjuk : Berilah tanda ( v ) pada salah satu pilihan jawaban tingkat kepentingan yang sesuai preferensi Bapak/Ibu/Saudara/Saudari terhadap empat jenis kemasan Mi Instant dibawah ini.
Berikut ini merupakan daftar nilai refernsi :
1. Sangat Penting (STP)
2. Tidak Penting (TP)
3. Cukup Penting (CP)
4. Penting (P)
5. Sangat Penting (SP)

Bagian II.2 Persepsi Respoden
Petunjuk : Berikan nilai persepsi (skala 1-5) yang menunjukkan tingkat kepuasan Bapak/Ibu/Saudara/Saudari terhadap empat jenis kemasan Mi Instant di bawah ini.
Berikut ini adalah keterangan nilai persepsi ;
1 = Sangat Tidak Memuaskan
2 = Tidak Memuaskan
3 = Cukup Memuaskan
4 = Memuaskan
5 = Sangat Memuaskan

Contoh :

Bila pengisian seperti contoh diatas, maka Bapak/Ibu/Saudara/Saudari menganggap bahwa Kejelasan penulisan merk merupkan faktor yang sangat pentign bagi sebuah produk Mi Instant, dan berdasarkan persepsi anda untuk faktor kejelasan penulisan merk untuk kemasan A memiliki tingkat sangat memuaskan, kemasan B memiliki tingkat memuaskan, kemasan C memiliki tingkat cukup memuaskan, dan kemasan D memiliki tingkat cukup memuaskan.



sumber : http://bobbipratama.wordpress.com/2008/10/26/bagaimana-membuat-kuisioner-yang-baik/

bahan bacaan tambahan : kuesioner dan wawancara

Membuat Kuesioner Yang Baik dan Benar


Membuat Kuesioner Yang Baik dan BenarKuisioner merupakan suatu alat untuk mengumpulkan data melalui daftar pertanyaan. Dengan kata lain kuisioner adalah sebuah set pertanyaan yang secara logis berhubungan dengan masalah penelitian yang biasanya terletak di fase pendahuluan sebuah penelitian dan tiap pertanyaan merupakan jawaban-jawaban yang mempunyai makna dalam menguji hipotesis. Jika yang menuliskan isian ke dalam kuisioner adalah responden, maka daftar pertanyaan tersebut dinamakan kuisioner.Berikut ini merupakan cerita singkat untuk membuat kuisioner yang baik :




1. Isi dari Kuisioner
Kuisioner harus memiliki center perhatian, yaitu masalah yang ingin dipecahkan. Tiap pertanyaan harus merupakan bagian dari hipotesis yang ingin diuji. Dalam memperoleh keterangan yang berkisar pada masalah yang ingin dipecahkan itu, maka secara umum isi dari kuisioner dapat berupa :
a) pertanyaan tentang fakta
b) pertanyaan tentang pendapat,
c) pertanyaan tentang persepsi diri.

2. Cara mengungkapkan Pertanyaan

Walaupun sukar untuk menentukan suatu aturan yang dapat berlaku umum tentang cara mengungkapkan pertanyaan, beberapa petunjuk penting berkenaan dengan hal diatas perlu diketahui, antara lain :

a) jangan pergunakan perkataan yang sulit,
b) jangan gunakan pertanyaan yang bersifat terlalu umum,
c) hindarkan pertanyaan yang mendua arti (ambigus),
d) jangan gunakan kata yang samar-samar,
e) hindarkan pertanyaan yang mengandung sugesti,
f) hindarkan pertanyaan yang berdasarkan presumasi,
g) jangan membuat pertanyaan yang melakukan responden,
i) hindarkan pertanyaan yang menghendaki ingatan,
j) gunakan bahasa yang mudah (perkataan dan kalimat harus sederhana)
k) gunakan istilah yang familiar bagi responden,
l) pertanyaan disusun secara sistematis (sederhana hingga kompleks)

* Untuk mendukung pertanyaan itu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, diantaranya :


a) Nyatakan permohonan yang mengutamakan tentang perlunya jawaban dari responden dan pentingnya responden dalam menjawab masalah tersebut. Dalam hal ini:

     – nyatakan siapa yang melakukan penelitian (nama & instansi)
     – nyatakan mengapa studi harus dilaksanakan (tujuan)
     – nyatakan bahwa tanpa partisipasi responden, penelitian tersebut tidak dapat dilaksanakan
b) Berikan cara mengisi kuisioner tersebut sejelas-jelasnya.

3. Jenis Pertanyaan

    Pertanyaan yang dibuat dalam kuisioner dapat memperoleh jawaban yang berjenis-jenis, atau menjurus kepada beberapa alternatif jawaban yang sudah diberikan lebih dahulu. Dalam hubungannya dengan leluasa tidaknya responden memberikan jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan yang diajukan, pertanyaan dapat dibagi dalam 2 jenis, yaitu pertanyaan berstruktur (tertutup) dan pertanyaan terbuka.

  
  Pertanyaan Tertutup adalah pertanyaan yang dibuat sedemikian rupa sehingga responden dibatasi dalam memberi jawaban kepada beberapa alternatif saja. Jawaban alternatif yang disarankan berjumlah ganjil. Biasanya berjumlah 3, 5 dan 7.

   Pertanyaan Terbuka adalah pertanyaan yang dibuat sedemikian rupa  dan jawaban serta cara pengungkapannya dapat bermacam-macam sehingga responden memiliki kebebasan dalam menjawab pertanyaan ini. Bentuk pertanyaan ini jarang digunakan.

Supaya lebih jelas coba lihat contoh kuisioner berikut petunjuk caranya membuat kuesioner


Sumber :http://ilmukieta.blogspot.com

ANALISIS KINERJA KEUANGAN (Financial Performance Analisis)


Kinerja Keuangan ialah hasil kegiatan operasi perusahaan yang disajikan dalam bentuk angka-angka keuangan. Hasil kegiatan perusahaan periode sekarang harus dibandingkan dengan: (1) Kinerja keuangan periode masa lalu, (2) Anggaran neraca dan rugi laba,dan (3) rata- rata kinerja keuangan perusahaan sejenis. Hasil perbandingan itu menunjukkan penyimpangan yang menguntungkan atau merugikan,kemudian penyimpangan  itu dicari penyebabnya. Setelah ditemukan penyebab penyimpangan, manajemen mengadakan perbaikan dalam perencanaan dan perbaikan dalam pelaksanaan.kegiatan perusahaan dapat disajikan dalam laporan keuangan yang terdiri dari:
1)  Laporan posisi keuangan (Balance Sheet)
2)  Laporan Rugi-Laba (Income Statement)
3)  Laporan Laba Ditahan (Retained earning Statement)
4) Laporan sumber dan Penggunaan Dana (Source and Application of Fund atau lain disebut Cash Flow Statement)

Perusahaan yang memiliki kinerja baik adalah perusahaan yang hasil kerjanya di atas perusahaan pesaingnya,atau di atas rata-rata perusahaan sejenis. Analisis Kinerja Keuangan dapat disajikan dengan perhitungan sebagai berikut:

1)  Analisis arus Kas (cashfFlow analysis)
2)  Analisis Likuiditas (Liquidity analysis or working capital analysis)
3)  Analisis Leverage (Leverage analysis or debt management analysis)
4)  Analisis Profitabilitas (Profitability analysis)
5)  Analisis Aktivitas (activity analysis)
6)  Analisis Penilaian (Valuation analysis)
7)  Analisis Pertumbuhan (Growth analysis)
8)  Analisis Kesehatan (Healthy analysis)
9)  Analisis Sistem Du pont

Hasil analisis merupakan informasi bagi manajemen untuk membuat berbagai keputusan bidang pembiayaan, investasi, dan operasi. Setiap Manajer membutuhkan informasi Keuangan untuk membuat program kerja,anggaran,dan pengendalian. Oleh sebab itu informasi keuangan harus disajikan tepat waktu dan akurat. Informasi tersebut disajikan oleh akuntan intern kemudian diperiksa oleh akuntan publik.

2. ANALISIS LIKUIDITAS
Likuiditas ialah kemampuan perusahaan memenuhi semua kewajibannya yang jatuh tempo kemampuan itu dapat diwujudkan bila jumlah harta lancar lebih besar dari pada utang lancar.  Perusahaan yang likuid adalah perusahan yang mampu memenuhi semua kewajibannya yang jatuh tempo dan perusahaan yang tidak likuid adalah perusahaan yang tidak mampu memenuhi semua kewajiban yang jatuh tempo.

Perusahaan yang tidak likuid akan kehilangan kepercayaan dari pihak luar terutama para kreditur dan pemasok, dan dari pihak dalam yaitu karyawannya. Oleh sebab itu, setiap perusahaan harus memiliki likuiditas badan usaha (berhubungan dengan pihak luar) dan likuiditas perusahaan (berhubungan dengan pihak dalam perusahaan). Untuk memperbaiki likuiditas dapat dilakukan dengan cara : (1) pemilik menambah modal, (2) menjual sebagian harta tetap, (3) utang jangka pendek dijadikan utang jangka panjang, (4) utang jangka pendek dijadikan modal sendiri.      

3. PERAMALAN KEUANGAN
Kegiatan bisnis sebaiknya dimulai dari mengadakan peramalan kondisi di masa depan, terutama adalah situasi ekonomi, sosial, politik, dan budaya. Kondisi politik menentukan kegiatan bisnis. Untuk mengadakan peramalan terlebih dahulu dikumpulkan data historis suatu kegiatan bisnis kemudian diolah menjadi informasi relevan untuk mengambil keputusan manajemen dalam membuat perencanaan keuangan. Peramalan bisnis ini dituangkan dalam angka – angka keuangan menjadi peramalan keuangan suatu unit organisasi bisnis. Metode yang lazim digunakan adalah:

1)  Siklus Arus kas
2)  Pola Pembiayaan
3)  Perubahan Penjualan
4)  Regresi

a.  Siklus Arus Kas
Siklus bisnis dimulai dari uang sebagai kapital untuk menjalankan kegiatan bisnis, kemudian melahirkan uang (kapital) yang lebih besar lagi. Dengan demikian, unit organisasi bisnis mendapatkan keuntungan atau laba.
  
Uang sebagai kapital pertama- tama dari setoran pemilik organisasi bisnis sebagai kapital yang lazim disebut Equity (ekuitas) atau modal sendiri. Jika kapital sendiri tidak mencukupi untuk melakukan kegiatan bisnis, organisasi meminjam uang dari sumber – sumber pembiayaan (bank dan lembaga keuangan non – bank). Kedua jenis sumber modal itu (modal sendiri dan utang jangka panjang) disebut modal permanen atau capital invested.

Modal permanen digunakan untuk membangun organisasi bisnis dan membeli peralatan bisnis, kemudian untuk membiayai kegiatan bisnis yaitu membeli bahan baku untuk diolah menjadi komoditi, membayar upah tenaga kerja, dan membayar berbagai biaya tidak langsung antara lain biaya tidak langsung pabrik  (factory overhead), biaya pemasaran, biaya administrasi, biaya bunga, biaya sewa, dan pajak. Semua ini dikeluarkan uang tunai (cash). Setelah menjadi komoditi dijual di pasar, melahirkan uang tunai kembali. Dengan demikian
arus nya yaitu dari uang tunai (cash), kegiatan bisnis, kemudian menjadi uang tunai kembali.

Biaya membangun organisasi dan biaya peralatan bisnis secara periodik di amortisasi dan di depresiasi berdasarkan suatu metode tertentu kemudian dibebankan kepada komoditi yang dijual, ini merupakan proses menjadikan kembali uang tunai melalui kegiatan bisnis. Dengan demikian, arus kas masuk bersih dapat disajikan sebagai : laba bersih + amortisasi dan depresiasi. Keahlian menjadikan uang tunai Rp 1000 pada awal tahun menjadi Rp 1200 pada akhir tahun adalah keahlian menejer bisnis.

b.  Pola Pembiayaan
Yang dimaksud dengan pola pembiayaan adalah pembiayaan untuk modal kerja dan harta tetap. Modal kerja digolongkan menjadi dua, yaitu modal kerja permanen dan modal kerja musiman. Modal kerja permanen harus dibiayai oleh utang jangka panjang dan modal sendiri. Sedangkan modal kerja musiman bisa dibiayai oleh utang dagang, utang bank jangka pendek, atau utang wesel bayar atau dikenal dengan commercial papers.

Harta tetap harus dibayar oleh utang jangka panjang dan modal sendiri. Manajemen harus memperhitungkan umur ekonomis harta tetap dan model penyusutan yang akan dibebankan kepada produk yang dijual. Makin tinggi nilai penyusutan makin besar arus kas masuk bersih perusahaan, tetapi makin tinggi harga pokok penjualan suatu produk dan akhirnya sulit masuk dalam persaingan pasar bebas. Sedangkan makin kecil nilai penyusutan makin kecil arus kas
masuk bersih perusahaan, tetapi makin rendah harga pokok penjualan suatu produk dan lebih mudah masuk pasar persaingan bebas. Manajemen harus mengadakan penukaran (trade-off) antara kepentingan arus kas masuk dan pangsa pasar.

Baik modal kerja permanen maupun modal kerja permanen harus tumbuh terus menerus sepanjang waktu (steady growth). Sedangkan modal kerja musiman mengikuti perkembangan permintaan pasar. Permintaan tinggi, kebutuhan modal kerja musiman tinggi, dan sebaliknya. Jika perusahaan memiliki kelebihan uang tunai, perusahaan harus menginvestasikan sementara pada harta keuangan jangka pendek atau surat-surat berharga yang mudah diperjualbelikan (marketable securities).

c.  Perubahan Penjualan
Perubahan penjualan mengakibatkan perubahan harta dan utang jangka pendek, karena untuk memenuhi kenaikan penjualan harus membutuhkan tambahan harta dan utang jangka pendek, khususnya utang dagang. Kebutuhan dana untuk memenuhi tambahan penjualan itu dapat dipenuhi dari dalam dan dari luar perusahaan,  jika kenaikan kecil, kemungkinan tambahan dana dapat dipenuhi dari dalam perusahaan, dan jika kenaikan penjualan besar, pada umumnya tambahan dana duipenuhi dari luar perusahaan (dari tambahan modal sendiri
atau dari utang jangka panjang). Tambahan dana akibat kenaikan penjualan. 

d.  Ramalan Laba Operasi
Setelah unit penjualan dan harga diramal dan biaya diklasifikasikan menjadi biaya tetap dan biaya variabel, kemudian dibuat peramalan laba, dalam berbagai kondisi ekonomi, misalnya kondisi ekonomi buruk jumlah penjualan 600 unit, normal 900 unit, dan baik 1.200 unit. Peramalan laba dapat disajikan berikut ini dalam berbagai kondisi ekonomi.