PENYUSUTAN DAN PAJAK


1.  Peraturan Perpajakan 

Negara memungut pajak untuk membiayai administrasi  pemerintahnya. Makin besar biaya pemerintah, makin tinggi pajak yang dipungut, dan makin berat beban rakyat. Peraturan  perpajakan Negara-negara di dunia berbeda-beda tergantung kebutuhan dana pemerintah. Dalam  sistem ekonomi kapitalisme, pajak merupakan beban yang harus ditanggung rakyat dan  perusahaan. Dalam kajian ini, yang dimaksud pajak adalah pajak penghasilan badan usaha atau  pajak keuntungan perusahaan. Makin besar keuntungan, pada umumnya makin tinggi pajak yang   dipungut oleh pemerintah. 

Karena laba adalah selisih positif dari total pendapatan dikurangin total beban (atau lazim disebut total biaya), maka perusahaan yang tidak jujur terhadap pajak, mereka akan merekayasa biaya  tinggi agar beban pajaknya rendah. Namun, kantor pajak memiliki aturan –aturan tertentu dalam  hal biaya-biaya yang dapat dibebankan kepada pendapatan, termasuk metode penyusutan harta  tetap. Oleh sebab itu, neraca perusahaan yang diserahkan kepada kantor pajak diperlukan audit  dari kantor Akuntan Publik tentang kebenaran teknik pembukuan yang berhubungan dengan  harta,utang,modal,pendapatan,biaya, dan laba. Walaupun neraca suatu perusahaan sudah diaudit  oleh kantor akuntan Publik, Akuntan pajak tetap memeriksanya kembali tentang kewajaran laporan  keuangan tersebut. 

Karakteristik Transaksi Syariah

Paradigma dan asas transaksi syariah, pada tahapan berikutnya akan menjiwai seluruh transaksi syariah baik yang terjadi pada entitas syariah maupun entitas konvensional. Agar transaksi sesuai dengan jiwa paradigma dan asas transaksi syariah, maka transaksi haruslah memenuhi karakteristik dan persyaratan yang diatur oleh syariah Islamiyah. Berikut ini (IAI 2007) diatur tentang karakteristik dan persyaratan transaksi syariah.

Asas Transaksi Syariah

Apabila kita bandingkan dengan kerangka dasar yang lain, maka kerangka dasar syariah ini juga secara explisit (jelas dan tegas) menetapkan asas transaksi syariah yang luhur, manusiawi, dan bersifat melindungi kepada umat manusia secara keseluruhan dalam hal bermuamalat. Asas transaksi syariah yang telah ditetapkan (IAI, 2007) adalah seperti berikut ini:

Transaksi syariah berdasarkan pada prinsip
a. persaudaraan (ukhuwah);
b. keadilan ('adalah);
c. kemashalatan (maslahah);
d. keseimbangan (tawazun); dan
e. universalisme (syumuliah).

Stratified Random Sampling


Populasinya dibagi-bagi menjadi beberapa bagian/sub-populasi/stratum. Anggota-anggota dari sub-populasi (stratum) dipilih secara random, kemudian dijumlahkan, jumlah ini membentuk anggota sampel.

Misalkan kita bermaksud memperkirakan penghasilan rata-rata per tahun dari (N = 30.000) kepala keluarga yang bermukim di suatu wilayah pedesaan/pertanian. Perkiraan penghasilan rata-rata ini akan didasarkan pada sebuah sampel berukuran (n= 60). Misalnya populasi itu dapat dibagi-bagi menjadi beberapa strata, yakni: petani, buruh tani dan lain-lain.

Mengatasi Kantuk Waktu Kuliah


Rasa mengantuk ketika kuliah,  biasanya melanda pada para mahasiswa yang sedang kuliah, beberapa faktor penyebab mengantuk saat kuliah diantaranya karena cuaca yang mendukung untuk mengantuk, atau penyampaian materi yang membuat bosan sehingga membuat kita mengantuk atau karena bergadang di malam hari sehingga kebutuhan tidur tidak terpenuhi, maka seseorang akan mengalami rasa, kesulitan konsentrasi dan kesulitan untuk mengingat materi pelajaran atau kuliah .

Supaya hal serupa tidak terjadi pada para mahasiswa, rugi kan sudah mahal-mahal bayar kuliah, tapi ngantuk, tidak dapat  deh ilmunya, maka berikut tips supaya tidak mengantuk di dalam kampus :

Double Sampling


Dalam double sampling, penelitian dimulai dengan sebuah sampel yang relatif berukuran kecil. Jika hasilnya tidak dapat memberikan kepastian, maka sampel yang kedua perlu diambil dan berdasarkan tambahan sampel kedua inilah sesuatu kesimpulan baru dibuat.

Quota dan Cluster Sampling


Quota Sampling
Sampel diambil berdasarkan pertimbangan pertimbangan tertentu dari penyelidik. Dalam quota sampling, para pencacah diminta untuk berwawancara dengan sejumlah individu yang mempunyai karakteristik (sifat-sifat) tertentu. Misalnya untuk mengetahui pendapat umum tentang sesuatu hal yang sedang diselidiki, si peneliti dapat berwawancara dengan 18 orang pedagang keturunan Cina yang mempunyai rumah sendiri, 25 orang India yang tinggal di Indonesia dan yang mempunyai toko tekstil, 76 orang Indonesia pensiunan dari pegawai negeri, dan lain-lain yang semacam.

Sistematik Sampling


Setiap individu yang akan diselidiki diambil berdasarkan urutan tertentu dari populasi yang telah disusun secara teratur. Urutan pengambilan tiap individu dibuat sedemikiana rupa sehingga setiap dua individu yang diambil mempunyai perbedaan nomor yang tetap sesuai dengan banyak anggota sub-populasi yang dibuat. Banyaknya sub-populasi adalah sesuai dengan ukuran sampel yang dikehendaki.