Laporan Keuangan Sesuai IFRS (2)

Berikut lanjutan dari Laporan Keuangan Sesuai IFRS (1)

Aset Lancar
Aset sebagai aset lancar jika :
  • Entitas memperkirakan akan merealisikan aset, atau bermaksud untuk menjual atau menggunakannya, dalam siklus operasi normal
  • Entitas memiliki aset untuk tujuan diperdagngkan
  • Entitas memperkirakan akan merealisasi aset dalam jangka waktu dua belas bulan setelah periode pelaporan.
  • Kas atau setara kas, kecuali aset tersebut dibatasi pertukaran atau penggunaannya untuk menyelesaikan liabilitas sekurang-kurangnya dua belas bulan setelah periode pelaporan.
Entitas mengklasifikasikan aset yang tidak termasuk  kategori tersebut sebagai aset tidak lancar.

Too Big To Fail (film)


Adalah televisi AS film drama siaran pertama di HBO pada 23 Mei 2011. Hal ini didasarkan pada buku non-fiksi Andrew Ross Sorkin dengan judul yang sama. Film ini disutradarai oleh Curtis Hanson.  Berikut synopsis film tersebut Film ini merupakan studi kasus mata kuliah Management Investasi dan Analisis Portofolio


Laporan Keuangan sesuai IFRS (1)

Sejak tahun 2012 Indonesia sudah menyesuaikan diri secara penuh dengan IFRS. Cukup banyak perubahan dan penyesuaian yang dilakukan agar laporan keuangan memenuhi aturan IFRS. Berikut pelaporan keuangan yang memenuhi IFRS

Tujuan Khusus
Menyajikan laporan keuangan secara wajar dan sesuai dengan SAK yang terdiri dari :
1.       Laporan Posisi Keuangan
2.       Laporan L/R Komprehensif
3.       Laporan Perubahan Ekuitas
4.       Laporan Arus Kas
5.       Catatan atas Laporan Posisi Keuangan

LAPORAN AUDIT

Laporan audit dapat didefinisikan sebagai sarana untuk mengomunikasikan pekerjaan audit dan temuan audit secara komprehensif, yang diberikan oleh tim audit kepada organisasi audit. Laporan audit adalah penting untuk diperhatikan auditor agar hasil audit dapat bermanfaat bagi pengguna laporan audit seperti kreditur, para investor, dan lain lain.

Standar pelaporan yang keempat :
“Laporan audit harus memuat suatu pernyataan pendapat mengenai laporan keuangan secara keseluruhan atau suatu asersi bahwa pernyataan demikian tidak dapat diberikan. Jika pendapat secara keseluruhan tidak dapat diberikan, maka alasannya harus dinyatakan. Dalam semua hal yang nama auditor dihubungkan dengan laporan keuangan, laporan auditor harus memuat petunjuk yang jelas mengenai sifat pekerjaan auditor, jika ada, dan tingkat tanggung jawab auditor yang bersangkutan”

Analisa Investasi & Management Portopolio

Pertanyaan yang harus dijawab:

  1. Mengapa individu berinvestasi?
  2. Apakah investasi?
  3. Bagaimana kita mengukur tingkat pengembalian atas investasi?
  4. Bagaimana investor mengukur risiko yang berkaitan dengan investasi alternatif?
  5. Faktor apa yang berkontribusi terhadap tingkat pengembalian yang investor memerlukan investasi alternatif?
  6. Faktor-faktor apa makroekonomi dan mikroekonomi berkontribusi terhadap perubahan dalam tingkat pengembalian investasi individu dan investasi secara umum?

Konvergensi IFRS di Indonesia


IAS / IFRS internasional standar akuntansi yang dikeluarkan oleh International Accounting Standards Committee (IASC) / International Accounting Standard Board (IASB).

Framework IFRS salah satu tujuannya adalah melayani informasi keuangan kepada investor atau calon investor, sehingga statement of financial position disusun dengan konsep seakan-akan perusahaan tersebut pada tanggal neraca akan dijual. Konsep IFRS akhirnya tidak mengunakan historical cost tetapi fair market value. Fair market value dipandang telah memberikan informasi keuangan yang “terkini” karena mengunakan harga “terkini” juga yaitu harga pasar. 

Pengaruh Konvergensi IFRS Terhadap Kebijakan Umum BUMN di Indonesia

Sabtu tanggal 9 Februari 2013, bertempat di aula FE Universitas Pancasila dilaksanakan Kuliah Umum Program Magister Akuntansi, sekaligus sebagai pembukaan perkuliahan semester ini. Pada kesempatan itu kuliah umum di sampaikan oleh Dr. Mahmuddin Yasin, MBA, beliau adalah wakil menteri BUMN pertama di Indonesia.

Pada kuliah umum kali ini, Mahmuddin Yasin menyampaikan kuliah umum yang berjudul Pengaruh Konvergensi IFRS Terhadap Kebijakan Umum BUMN di Indonesia.
Berikut beberapa petikan dari pidato wakil menteri BUMN.
 

RESTRUKTURISASI KEUANGAN

Perusahaan yang kondisi keuangannya kurang baik pada umumnya akan melakukan reorganisasi atau restrukturisasi. Terdapat beberapa istilah restrukturisasi, antara lain adalah :
  1. Restrukturisasi Yuridis : perubahan bentuk badan usaha, yaitu dari perusahaan perseorangan menjadi perseroan terbatas; atau dari BUMN menjadi swasta.
  2. Restrukturisasi Intern : perubahan struktur organisasi, misalnya dari banyak divisi menjadi sedikit divisi, tujuannya penghematan biaya organisasi. Makin banyak divisi, makin  tinggi biayanya.
  3. Restrukturisasi Keuangan : perubahan struktur modal dan struktur harta karena perusahaan dalam kondisi senderung bangkrut atau cederung keuangannya tidak sehat.

HASIL DAN RISIKO

A. RISIKO BISNIS

Dalam dunia bisnis ada dalil klasik yakni menanggung risiko yang sekecil-kecilnya untuk memperoleh hasil sebesar-besarnya. Kenyataannya bagi kaum kapiltalis adalah : (1) enggan menananggung risiko atau berupaya memperkecil risiko. (2) mengharapkan hasil-hasil sebesar-besarnya. Dalil klasik itu tidak pernah terjadi, sebab resiko berhubungan dengan hasil; makin kecil resiko makin kecil hasil dan makin besar resiko makin besar hasil.

Pasar Modal


A. SISTEM KEUANGAN 
Uang sebagai subyek dan sekaligus obyek itu dapat membentuk sistem yang disebut sistem keuangan, yaitu perpindahan dari pihak yang memiliki kelebihan uang ke pihak yang membutuhkan uang yang menciptakan harta keuangan dan kewajiban keuangan, atau dapat dikatakan perpindahan dana dari pihak yang memiliki surplus tabungan ke pihak yang mengalami defisit tabungan. 

Pihak yang memiliki surplus tabungan menciptakan harta keuangan (financial assets) dan pihak yang mengalami defisit tabungan mencipta kewajiban keuangan (financial liability). Perpindahan uang itu dilakukan dalam suatu pasar yang disebut pasar keuangan dan pasar modal (pasar bursa).