Welcome to MAGISTER AKUNTANSI - The Perfect Partner For Your Business
Contact : Phone 0821-2566-2195 Wa 0821-2566-2195 RESTRUKTURISASI KEUANGAN | Magister Akuntansi

Labels

RESTRUKTURISASI KEUANGAN

RESTRUKTURISASI KEUANGAN - Hallo sahabat Magister Akuntansi , Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul RESTRUKTURISASI KEUANGAN , kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Manajemen Keuangan , yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : RESTRUKTURISASI KEUANGAN
link : RESTRUKTURISASI KEUANGAN

Baca juga


RESTRUKTURISASI KEUANGAN

Perusahaan yang kondisi keuangannya kurang baik pada umumnya akan melakukan reorganisasi atau restrukturisasi. Terdapat beberapa istilah restrukturisasi, antara lain adalah :
  1. Restrukturisasi Yuridis : perubahan bentuk badan usaha, yaitu dari perusahaan perseorangan menjadi perseroan terbatas; atau dari BUMN menjadi swasta.
  2. Restrukturisasi Intern : perubahan struktur organisasi, misalnya dari banyak divisi menjadi sedikit divisi, tujuannya penghematan biaya organisasi. Makin banyak divisi, makin  tinggi biayanya.
  3. Restrukturisasi Keuangan : perubahan struktur modal dan struktur harta karena perusahaan dalam kondisi senderung bangkrut atau cederung keuangannya tidak sehat.

Kondisi Keuangan
Restrukturisasi keuangan dilakukan oleh perusahaan karena : 
(1)  mengalami kesulitan liquiditas, dan
(2)  menderita kerugian yang membahayakan kelangsungan hidup perusahaan. 
  
Kesulitan liquiditas disebabkan karena :
(2)  perusahaan mengalami kerugian 
(3)  manajer keuangan kurang tepat mengalokasikan dana.
  
Kerugian disebabkan karena:
(1)  kurang mengelola pasar sehingga kalah dalam persaingan,
(2)  manajemen kurang mampu mengelola biaya sehingga biaya operasi tidak efisien
(3)  manajer produksi kurang mampu mengelola proses produksi sehingga kualitas produk rendah.
  
Pada umumnya perusahaan dalam kondisi bahaya dan perlu direstrukturisasi jika besar kerugiannya kira2 50% dari modal sendiri. Kegiatan itu harus diatasi dengan mengadakan penataan kembali harta dan sumber pembiayaan. Untuk memudahkan pemahaman tentang restrukturisasi keuangan dibawah ini disajikan ilustrasi kkondisi perusahaan keuangan dibawah ini disajikan ilustrasi kondisi perusahaan yang dalam keadaan bahaya.

Ilustrasi Restrukturisasi Keuangan PT ABD
Perusahaan mengalami akumulasi kerugian sebesar 50% dari modal sendiri. Likuiditas perusahaan mulai terganggu, buruh mulai terlambat menerima upah setiap akhir minggu dan karyawan terlambat menerima gaji. Keadaan yang demikian mengakibatkan keresahan di dalam perusahaan. Di luar perusahaan, pemasok mengeluh karena tagihannya sulit dicairkan dan cicilan utang dan bunga bank terlambat dibayar. Keadaan yang demikian pemilik dan manajemen puncak mengadakan restrukturisasi keuangan agar perusahaan sehat kembali.
Data keuangan perusahaan adalah sebagai berikut :










Kerugian Rp 2.500 itu adalah berdasarkan nilai buku (nilai akuntansi) belum tentu menggambarkan keadaan yang sesungguhnya. Agar perusahaan sehat kembali, maka diadakan restrukturisasi keuangan, sebelumnya harus diadakan penilaian kembali atas harta
sebagai berikut :
a.  Piutang dinilai   Rp     700
b.  Persediaan dinilai  Rp     300
c.  Aktiva tetap dinilai Rp  1.500
Setelah diadakan penilaian atas harta, maka kerugian perusahaan bertambah yaitu menjadi Rp 3.500 yaitu dari penurunan harta Rp 1.000 ditambah akumulasi kerugian Rp 2.500. Berikut ini disajikan neraca setelah diadakan revaluasi harta.











Untuk menyehatkan keuangan perusahaan maka manajemen memutuskan :
a.  Seluruh kerugian menjadi beban pemegang saham (ditanggung pemegang saham).
b.  Dibentuk cadangan perluasan 20%.
Setelah manajemen memutuskan kebijakan keuangan, maka dapat dihitung modal baru sebagai berikut :
X              =   Rp 5.000 – Rp 3.500 – 0,20X
1,20X       =   Rp 1.500
X              =   Rp 1.250 (modal baru)
Cadangan  =  0,20 (Rp 1.250) = Rp 250
Neraca atau laporan posisi keuangan perusahaan sesudah restrukturisasi dapat disajikan berikut ini :










Keterangan :
a.  Modal saham berkurang (Rp 5.000 – Rp 1.250) = Rp 3.750
b.  Berkurangnya modal saham sebesar Rp 3.750 itu digunakan untuk :  
  • Menutup kerugian    Rp  3.500  
  • Membentuk cadangan   Rp  250 
 Setelah restrukturisasi, perusahaan dapat sehat kembali, jika diikuti :
  • Kesadaran seluruh karyawan untuk meningkatkan pendapatan dan menghemat biaya.
  • Kesadaran manajer dalam menetapkan visi yang jelas dan misi yang bertanggung jawab. Visi yang jelas yakni perusahaan ingin menjadi apa, artinya ingin menjadi pemimpin harga, atau ingin menjadi yang terbesar, atau ingin produknya berkualitas paling unggul. Sedangkan misi yang bertanggung jawab yakni seluruh karyawan dan manajemen harus mampu mencipta laba secara terus-menerus dari waktu ke waktu dan mendistribusikannya secara adil kepada pemilik perusahaan, manajemen dan karyawan.
  • Perusahaan harus peka kepada setiap perubahan lingkungan eksternal dan internal.
  • Karyawan harus loyal, bekerja aktif, efisien dan produktif, sehingga mampu menghasilkan laba dan tumbuh sepanjang waktu.
Baca Juga :


Demikianlah Artikel RESTRUKTURISASI KEUANGAN

Sekianlah artikel RESTRUKTURISASI KEUANGAN kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel RESTRUKTURISASI KEUANGAN dengan alamat link https://magisterakutansi.blogspot.com/2013/02/rektrukturisasi-keuangan.html

0 Response to " RESTRUKTURISASI KEUANGAN "