Hirarki Auditor di Kantor Akuntan Publik

Umumnya hirarkhi auditor dalam perikatan audit di dalam kantor akuntan publik dibagi menjadi berikut ini.
1. Partner (rekan)
2. Manajer
3. Auditor senior
4. Auditor junior


Partner. 
Partner menduduki jabatan tertinggi dalam perikatan audit; bertanggung jawab atas hubungan dengan klien; bertanggung jawab secara menyeluruh mengenaj auditing. Partner menandatangani laporan audit dan management letter dan bertanggung jawab terhadap penagihan fee audit dari klien

Manajer
Manajer bertindak sebagai pengawas audit; bertugas untuk mernbantu auditor senior dalam merencanakan program audit dan waktu audit; mereview kertas kerja, laporan audit dan managemen letter. Biasanya manajer melakukan pengawasan terhadap pekerjaan beberapa auditor senior. Pekerjaan rnanajer tidak berada di kantor klien, melainkan di kantor auditor, dalam bentuk pcngawasan terhadap pekerjaan yang dilaksanakan para auditor senior. 

Auditor Senior
Auditor senior bertugas untuk melaksanakan audit; bertanggung jawab untuk mengusahakan biaya audit dan waktu audit sesuai dengan rencana; bertugas untuk mengarahkan dan mereview pekerjaan auditor junior. Auditor senior biasanya akan menetap di kantor klien sepanjang prosedur audit dilaksanakan. Umumnya auditor senior melakukan audit terhadap satu objek pada saat tertentu.

Auditor Junior. 
Auditor junior melaksanakan prosedut audit secara rinci; membuat kertas kerja untuk mendokumentasikan pekerjaan audit yang telah dilaksanakan. Pekerjaan ini biasanya dipegang oleh auditor yang baru saja menyelesaikan pendidikan formalnya di sekolah. Dalam melaksanakan pekerjaannya sebagai auditor junior, seorang auditor harus belajar secara rinci mengenai pekerjaan audit. Biasanya ia melaksanakan audit di berbagai jenis perusahaan. Ia harus banyak melakukan audit di lapangan dan di berbagai kota, sehingga ia dapat memperoleh pengalaman banyak dalam menangani berbagai masalah audit. Auditor junior sering juga disebut dengan asisten auditor.



Search Term :

Tidak ada komentar :