Konglomerat

Dalam istilah sederhana, konglomerat adalah kombinasi dari dua atau lebih perusahaan dalam struktur perusahaan tunggal. Ini merupakan kelompok perusahaan yang melibatkan perusahaan induk tunggal dan anak perusahaan yang berbeda. Namun, dalam konglomerat, diversifikasi bisnis dalam perusahaan merupakan praktek normal, dan biasanya perusahaan-perusahaan ini menggambarkan struktur perusahaan multi-industri. Struktur perusahaan ini sering kali merupakan perusahaan multinasional.


Sejarah konglomerat
Pada 1960-an, konglomerat yang populer sebagai sebuah konsep struktur perusahaan yang merupakan simbol kekuasaan. Hal ini memungkinkan konglomerat tersebut untuk membeli bisnis lain dengan harga yang menguntungkan. Pada saat itu, satu-satunya metode untuk mengukur nilai riil dari sebuah perusahaan adalah return on investment (ROI). Karena ini, jika perusahaan memiliki target  keuntungan dalam waktu jangka lebih besar dari bunga pinjaman yang dibayarkan, mka ia dianggap tumbuh. Dampaknya, konglomerat juga memiliki akan ditingkatkan pinjamannya daripada sebuah perusahaan kecil di pasar uang dan pasar modal. Hal ini memungkinkan para konglomerat untuk meningkatkan nilai saham mereka selama bertahun-tahun sehingga dianggap raksasa dalam bisnis. Banyak investor menganggap aman untuk berinvestasi dalam struktur perusahaan tersebut. Sejak peningkatan nilai saham menyebabkan mereka bisa mengumpulkan uang, konglomerat ini bisa mengambil pinjaman dan membeli lebih banyak perusahaan.

Keuntungan:
  • Karena diversifikasi, konglomerat dapat mengurangi risiko investasi mereka
  • Struktur ini dapat membuat pasar modal dalam kelompok sendiri, maka memungkinkan pertumbuhan konglomerasi.
  • Seorang konglomerat bisa tumbuh dengan mengakuisisi perusahaan, yang saham dibeli dengan harag diskon, sehingga menunjukkan pertumbuhan laba .

Kekurangan :
  • Biaya manajemen meningkat karena ukuran grup
  • Konglomerat harus menghadapi banyak masalah yang berhubungan dengan akuntansi, misalnya , konsolidasi dan pengungkapan dalam grup, dll
  • Struktur Perpajakan  grup mengurangi manfaat perpajakan
  • Tidak ada pengembangan inovasi karena inersia (kelembaman)
  • Fokus hilang, dan sulit untuk mengelola bisnis terkait dan terdiversifikasi secara efektif
  • Dalam bisnis multinasional, konglomerat sering menghadapi perbedaan budaya dimana nilai nilai lokal rusak.

Popularitas konglomerat telah menurun dengan penyebaran reksa dana. Jika berinvestasi ke reksa dana, investor dapat melakukan diversifikasi investasi mereka tanpa harus menginvestasikan semua uang di satu tempat, yaitu konglomerat.
Search Term :

Tidak ada komentar :