Perbedaan Antara Standar Akuntansi Rule Based dan Principle Based

Hasil gambar untuk Perbedaan antara standar akuntansi rule dan principle base

Praktik akuntansi yang tidak etis memungkinkan perusahaan seperti Enron dan WorldCom untuk menipu para uang investor  dalam jumlah besar. Sebagai tanggapan, Kongres mengesahkan Sarbones-Oxley Act of 2002 untuk mengotorisasi Securities and Exchange Commission untuk mengeksplorasi reformasi sistem rule based akuntansi. Sementara itu perdebatan terus berlanjut tentang pendekatan yang terbaik untuk standar akuntansi lebih dari satu dekade kemudian. Akuntan umumnya mendukung kecenderungan menggunakan sistem priciple base akuntansi sebagai standar akuntansi untuk bisnis.


Rules atau Principles
Perusahaan-perusahaan baik besar maupun kecil harus mempersiapkan laporan laba rugi, neraca dan dokumen keuangan lainnya secara berkala. Akuntan harus memiliki seperangkat standar yang diikuti ketika membuat laporan. Berdasarkan rule base akuntansi,  standar-standar dijabarkan dalam bentuk aturan rinci. Aturan aturan yang tinggal diikuti ini sangat spesifik namun  juga menjadi rumit ketika banyak aturan yang diperlukan untuk menangani berbagai situasi berbeda yang akuntan hadapi ketika mempersiapkan laporan keuangan.

Berdasarkan principle base akuntansi, di sisi lain, justru menghindari berbagai pedoman yang  rinci dan memilih mendukung pedoman atau aturan secaral general saja. Daripada harus mematuhi perintah yang didikte secara ketat, akuntan menggunakan prinsip prinsip umum  untuk membantu penilaian professional mereka.

Alasan Prinsip
Kasus Enron dan WorldCom   menunjukkan aturan kaku  dapat dimanipulasi dan dimana transaksi distrukturisasi dengan berbagai cara agar informasi yang tidak menguntungkan tersembunyi.  Bila menggunakan pedoman yang lebih luas dan fleksibel hingga dapat diterapkan dalam berbagai situasi, seperti yang digunakan dalam akuntansi berbasis prinsip (principle rule),  upaya manipulasi lebih sulit. Selain itu, memaksa akuntan untuk mengikuti aturan-aturan yang ketat dapat menyebabkan praktik yang berfokus pada kepatuhan daripada memberikan informasi yang terbaik. Principle rule   memiliki tawaran  yang sederhana: akuntan bekerja dengan seperangkat pedoman umum dan  bukannya daftar peraturan yang relatif panjang.

Mengatur Peraturan
Namun, ada satu kelemahan pada principle rule akuntansi yaitu laporan keuangan untuk bisnis yang berbeda tidak mudah diperbandingkan karena  dasar  akuntan  memberlakukan transaksi yang berbeda pada situasi tertentu dan penilaian professional. Rule base akuntansi umumnya tidak memiliki kelemahan ini. Beberapa akuntan  menunjuk hal ini, dalam ketiadaan aturan-aturan tertentu, membela kasus kasus akuntansi dalam peristiwa terkait hukum menjadi sulit. Akuntan yang lain lebih suka pendekatan berdasarkan rule base karena mereka percaya bahwa akurasi berdasarkan prinsip-prinsip akuntansi tergantung pada tujuan etika si akuntan itu sendiri--pada dasarnya kelemahan inilah yang oleh aturan principle base akuntansi ingin atasi

Hybrid Vigor
Dalam prakteknya, sistem akuntansi tidak perlu sepenuhnya rule base atau principle base. Salah satu pilihannya adalah sebuah sistem  hibrida. Sebenarnya ini sistem berbasis prinsip atau principle base. Namun,  terlampir juga pedoman  yang spesifik untuk setiap area akuntansi. Beberapa aturan yang tertentu diatur rinci, terutama untuk memastikan bahwa laporan keuangan bisa dibandingkan antar perusahaan dan karena itu berguna untuk investor yang sedang mencari untuk potensi investasi.

Search Term :

Tidak ada komentar :