Apa itu Audit Operasi?

Image result for audit operasi
Bisnis bisa mendapatkan input yang tepat tentang perkembangan operasi mereka dengan memeriksa data internal perusahaan. Namun, terkadang mereka sangat familiar dengan perusahaan mereka sendiri, tinjauan mereka terkadang kurangobjektif dan sulit untuk melakukan pendekatan-pendekatan lain untuk menyelesaikan pekerjaan. Untuk benar-benar mendapatkan gambaran yang utuh, apakah perusahaan ini beroperasi dengan baik dan mendapatkan ide-ide segar tentang bagaimana meningkatkan kinerja bisnis dan organisasi  perusahaan mungkin bisa melakukan proses audit operasional.



Definisi
Proses audit operasional adalah serangkaian langkah auditor untuk mengevaluasi kegiatan operasional perusahaan tertentu atau organisasi. Proses ini sangat mirip dengan proses audit lainnya, seperti audit keuangan, tetapi proses audit operasional jauh lebih mendalam melakukan review bisnisnya. Biasanya tidak hanya berfokus pada satu departemen atau proyek, karena masing-masing departemen memainkan peran dalam proses operasi keseluruhan dan saling berhubungan.

Tujuan
Tujuan dari proses audit operasional adalah untuk menentukan apakah pengendalian internal bisnis, seperti kebijakan dan prosedur, cukup untuk menghasilkan tingkat efisiensi dan efektivitas yang optimal. Hal ini penting untuk bisnis, karena kurangnya efisiensi dan efektivitas biasanya diterjemahkan menjadi lebih sedikit penjualan atau peningkatan biaya operasional, yang kadang-kadang berarti ketidakmampuan bisnis untuk bersaing dan eksis

Proses
Selama preaudit, auditor bertemu dengan manajer, menjelaskan proses audit dan mengumpulkan informasi dasar tentang perusahaan untuk menentukan concern dan risiko. Selanjutnya, auditor bertemu dengan manajer kunci untuk memverifikasi komponen audit dan concern terkait. Ketiga, auditor bertemu dengan orang-orang mengendalikan wilayah berisiko tinggi dan memahaminya serta mendokumentasi tujuan  dan control kegiatan mereka. Auditor mengirim dokumentasi ke manajer untuk konfirmasi dan mendiskusikan kontrol yang tidak pada tempatnya. Keempat, auditor mendesain dan mempersiapkan prosedur pengujian untuk setiap kontrol kunci. Dia mereviu rencana dengan manajer dan kemudian melakukan tes, mendokumentasikan dan mendiskusikan semua hasil serta usulan-usulan perbaikan. Kelima, ia membuat draft laporan audit, melakukan pertemuan dengan manajemen sampai jelas bahwa manajemen tahu bagaimana cara untuk mengatasi masalah yang ditemukan. Langkah terakhir adalah pembuatan laporan akhir dan tindak lanjut.

Keuntungan dan Kerugian
Melalui proses audit operasional,  perusahaan memperoleh pendapat yang objektif. Pendapat-pendapat ini sering menghasilkan  produksi atau penjualan yang perputarannya lebih cepat,  alokasi biaya lebih baik, meningkatkan sistem kontrol, mengetahui area penundaan dan alur kerja menjadi efisien secara keseluruhan. Namun, mirip dengan setiap audit lainnya, audit operasional membutuhkan biaya yang tidak murah. Orang orang yang terlibat dalam audit kehilangan waktu dalam proses operasional lainnya ketika mereka bertemu dengan auditor atau mengumpulkan data untuk auditor. Selain itu, audit operasional memakan waktu yang cukup lama untuk penyelesaiannya, dan itu bisa jadi sulit untuk menentukan akar masalah pada perusahaan yang operasinya lebih kompleks. Selain itu, meskipun dengan merombak operasi berdasarkan hasil audit dapat menghemat uang dalam jangka panjang, melakukannya bisa membuat karyawan sedikit gerah, menyebabkan kebingungan awal dan memerlukan peningkatan pelatihan atau bahkan   perubahan staf yang signifikan .

Search Term :

Tidak ada komentar :