Bagaimana Cara Menghitung Marjin EBITDA





EBITDA singkatan laba sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi.  Marjin EBITDA mengukur jumlah sen dari EBITDA yang dihasilkan per rupiah penjualan. Ini adalah salah satu cara untuk mengukur arus kas operasi perusahaan. Hal ini sangat penting untuk  perusahaan pemula karena perlu untuk memastikan ia memiliki cukup uang untuk menutupi biaya. Sebagai contoh, sebuah perusahaan mungkin memiliki belanja modal yang disusutkan selama lima tahun atau lebih, dimana ia  menghasilkan keuntungan di atas kertas akan tetapi masih kekurangan uang tunai.


Langkah 1
Tambahkan HPP, penelitian dan pengembangan, dan beban penjualan, administrasi dan umum (SG & A)  untuk menghitung total kas pengeluaran perusahaan setahuntahun. SG & A termasuk upah dan manfaat bagi karyawan, sewa properti perusahaan, utilitas dan biaya yang terkait. Jika perusahaan tidak memiliki biaya tertentu, seperti penelitian dan pengembangan, pasang di Rp0. Sebagai contoh, jika perusahaan itu memiliki Rp.150.000.000 biaya barang-barang yang dijual, Rp0 di R&D, dan Rp.100.000.000 dalam SG & A pengeluaran, biaya total kas perusahaan untuk tahun sama Rp250.000.000

Langkah 2
Kurangi pengeluaran total kas perusahaan dari penjualan setahun  untuk mendaptakan EBITDA. Dalam contoh ini, jika usaha kecil memiliki penjualan Rp.350.000.000, kurangi Rp.250.000.000 dari Rp.350.000.000 maka EBITDA perusahaan sama dengan Rp.100.000.000

Langkah 3
Bagilah EBITDA perusahaan dengan penjualan untuk menghitung marjin EBITDA. Dalam contoh ini, membagi Rp.100.000 dengan Rp.350.000 maka didapatkan 0.2857

Langkah 4
Kalikan margin EBITDA dengan 100 untuk mengubahnya menjadi persentase. Persentase ini mewakili berapa banyak sen dari setiap rupiah penjualan yang terkait EBITDA. Dalam contoh ini, kalikan 0.2857 oleh 100 untuk menemukan bahwa EBITDA bisnis sama dengan 28.57 persen.
Search Term :

Tidak ada komentar :