Error Akuntansi



Akuntan  membantu perusahaan-perusahaan mempersiapkan neraca untuk penggunaan internal dan eksternal. Neraca mengorganisasi data keuangan perusahaan dengan cara standar yang dapat dengan mudah dibaca dan ditafsirkan. Walaupun dokumen neraca ini hanya memberikan informasi tentang periode tertentu, mereka memberikan informasi berharga tentang kesehatan keuangan atau kesejahteraan perusahaan. Karena jumlah  data yang besar merupakan dasar saat membuat neraca, eror sering terjadi.  Eror terjadi bisa kerena kesalahan tak disengaja atau usaha untuk menyembunyikan pencurian dan penipuan.



Salah Mengklasifikasikan Data
Salah satu kesalahan akuntansi paling umum yang mempengaruhi neraca adalah salah klasifikasi aset dan kewajiban. Aset adalah semua hal-hal yang dimiliki oleh sebuah perusahaan dan pengeluaran yang telah dibayar di muka, seperti biaya sewa atau hukum. Kewajiban adalah kewajiban keuangan perusahaan, termasuk hutang dan biaya jangka panjang lainnya, seperti rencana pensiun untuk karyawan. Salah dalam mengklasifikasikan aset atau pasiva dapat secara dramatis mempengaruhi neraca dan memberi gambaran menyesatkan.

Error Entri data
Kesalahan neraca biasa  sering diakibatkan oleh kesalahan entri data. Kesalahan ini terjadi ketika informasi yang terkandung dalam dokumen keuangan salah ketika dimasukkan ke dalam database keuangan. Transposisi kesalahan terjadi ketika nomor secara tidak sengaja dibalik, sebagai contoh angka 27 dicatatkan sebagai 72. Kesalahan entri   terjadi ketika data hanya dimasukkan salah, misal 9 dimasukkan ke dalam database senilai 4.

Error Karena Kelalaian
Terjadi kesalahanakibat dari kelalaian ketika data tidak dicatat, akibatnya informasi yang disajikan tidak akurat dalam  neraca. Kesalahan dari kelalaian mencakup biaya yang tidak dilaporkan dan jumlah persediaan yang tidak disesuaikan untuk mencerminkan jumlah aktual mereka. Kesalahan tersebut dapat mengakibatkan neraca yang menyajikan gambaran keuangan yang jauh lebih positif daripada yang sebenarnya.

Mencegah Error
Eror dalam akuntansi  tidak dapat dihindari karena besarnya volume  informasi keuangan yang diperlukan untuk membuat neraca. Meskipun sulit untuk mencegah kesalahan, manajer perusahaan dapat mengambil langkah-langkah untuk menemukan eror sebelum mereka memiliki kesempatan untuk membuat masalah jangka panjang. Manager dapat membuat salinan semua dokumen keuangan secara digital dengan memindai mereka sehingga mereka dapat dengan cepat ditinjau jika timbul masalah. Selain itu, manager secara manual mesti melakukan rekonsiliasi informasi keuangan yang terkandung dalam neraca dengan dokumen keuangan asli untuk memastikan data akurat.

Search Term :

Tidak ada komentar :