IFRS : Keuntungan dan Kerugiannya

Hasil gambar untuk IFRS

Ketika dunia bisnis menjadi lebih terikat dari sisi keuangan dan perdagangan, banyak negara yang sudah bergerak menggunakan International Financial Reporting standar (IFRS). IFRS adalah seperangkat aturan-aturan akuntansi umum yang menentukan bagaimana transaksi harus dilaporkan dan informasi apa yang harus diungkapkan dalam laporan keuangan. Kesatuan serangkaian standar ini telah memecahkan banyak masalah namun di saat yang sma juga membuat membuat masalah lain
.

Keterbandingan yang Lebih Besar
Perusahaan yang menggunakan standar yang sama dalam mempersiapkan laporan keuangannya, mereka  dapat dibandingkan satu sama lain dengan lebih akurat. Hal ini  penting terutama ketika membandingkan perusahaan terletak di negara yang berbeda, dibanding jika mereka mungkin sebaliknya menggunakan aturan  dan metodologi yang berbeda  dalam mempersiapkan laporan. Peningkatan keterbandingan ini telah membantu investor untuk menentukan kemana investasi mereka harus pergi.

Belum  Diterima secara Global
Amerika Serikat ada lah salah satu negara yang belum menetapkan standar pelaporan keuangan internasional dan ada beberapa negara-negara lain yang terus bertahan menggunakan standar lama. Hal ini membuat pencatatan akuntansi  perusahaan berbasis asing yang melakukan bisnis di Amerika agak repot karena mereka mesti mempersiapkan laporan keuangan menggunakan IFRS dan GAAP (Standar Akuntansinya Amerika)

Lebih Fleksibel
IFRS menggunakan filosofi principle based, bukan berdasarkan ruled based. Filsafat berdasarkan prinsip-prinsip  bahwa tujuan dari setiap standar adalah untuk sampai pada penilaian yang wajar dan bahwa ada banyak cara untuk sampai ke sana. Hal ini memberikan  kebebasan bagi perusahaan untuk beradaptasi dengan IFRS sesuai dengan situasi dan kondisi tertentu mereka, yang pada akhirnya mengarah pada laporan yang lebih mudah dibaca dan lebih berguna.

Manipulasi
Ada juga kerugian dari fleksibilitas yang dimungkinkan oleh IFRS: perusahaan dapat memanfaatkan metode yang mereka inginkan, menyebabkan laporan keuangan untuk hanya menunjukkan hasil yang diinginkan. Hal Ini dapat mengakibatkan manipulasi pendapatan atau keuntungan, dapat juga digunakan untuk menyembunyikan masalah keuangan di perusahaan, dan bahkan dapat mendorong penipuan. Misalnya, mengubah metode penilaian persediaan bisa menyebabkan kenaikan pendapatan laporan laba rugi tahun berjalan, membuat perusahaan tampak lebih menguntungkan daripada yang sebenarnya. Sementara IFRS mensyaratkan bahwa perubahan untuk penerapan aturan harus ada alasan yang kuat, namun hal ini sering memungkinkan bagi perusahaan untuk "menemukan" alasan alsan sendiri untuk membuat perubahan.  Perlu aturan-aturan yang ketat untuk memastikan bahwa semua perusahaan  membuat laporan mereka dengan cara yang sama.

Biaya
Perusahaan kecil mau tak mau harus mengikuti IFRS begitu negara mereka mengadopsinya.  Namun, usaha kecil tidak memiliki  banyak sumber daya  untuk menerapkan perubahan dan melatih staf. Sehingga mereka mesti menyewa jasa konsultan akuntansi atau konsultan luar lainnya untuk membantu. Perusahaan-perusahaan tersebut akan menanggung lebih banyak beban keuangan dari pada perusahaan besar.

Search Term :

Tidak ada komentar :