Laporan Keuangan Yang Belum Di Audit

Hasil gambar untuk Unaudited

Ketika mencatat, mengklasifikasi dan menganalisis transaksi bisnis, tujuan utama  adalah untuk menghasilkan laporan keuangan yang akurat dan rinci. Apakah menggunakan PSAK atau standar pelaporan keuangan internasional, sangat penting mempersiapkan laporan laba rugi, neraca,pernyataan ekuitas pemilik dan laporan arus kas pada akhir periode akuntansi. Laporan-laporan keuangan ini memberikan informasi penting tentang bisnis Anda.


Definisi
Laporan keuangan yang belum diaudit adalah laporan yang belum mengalami proses verifikasi dan review independen. Laporan keuangan statusnya masih tetap belum diaudit sampai laporan tersebut diteliti dan disetujui oleh auditor eksternal yang bersertifikat.

Persyaratan Hukum
Sarbanes-Oxley Act of 2002 mewajibkan untuk semua bisnis untuk menyajikan laporan keuangan yang diaudit setiap tahunnya. Undang-undang ini ditetapkan setelah kejatuhan WorldCom, Enron dan beberapa perusahaan lainnya pada tahun 2002, sebagai akibat dari kecurangan pelaporan. Namun, usaha kecil mendapat penangguhan pada bulan November 2009 ketika amandemen undang-undang Sarbanes-Oxley. Perusahaan kecil dibebaskan bila nilai  pasar  hingga 75 juta dolar, dari persyaratan audit.

Pengganti Sementara 
Penyusunan laporan keuangan yang belum diaudit berfungsi sebagai ukuran  pengganti sementara, karena perusahaan harus membuat laporan keuangan tepat waktu  baik untuk investor, pemasok dan kreditor. Jika bisnis Anda tidak dibebaskan dari persyaratan audit, akan bijaksana untuk stakeholder menunggu sampai proses audit selesai.

Viabilitas Ekonomi
Tidak ekonomis untuk melakukan audit laporan keuangan triwulanan karena biaya audit eksternal yang tinggi. Baiknya adalah mempresentasikan Laporan keuangan belum diaudit setiap kuartal sampai perusahaan mempersiapkan laporan keuangan yang diaudit pada akhir tahun fiskal.

Search Term :

Tidak ada komentar :