Relevansi dalam Akuntansi

Hasil gambar untuk relevan
Relevansi:
Informasi harus relevan dengan kebutuhan pengambilan keputusan pengguna. Informasi juga relevan jika membantu pengguna laporan keuangan dalam memprediksi trenmasa depan bisnis (nilai prediktif) atau untuk mengkonfirmasi dan memperbaiki prediksi masa lalu yang telah mereka buat (konfirmasi nilai). Sepotong informasi yang dapat membantu pengguna dalam mengkonfirmasikan prediksi masa lalu mereka juga dapat membantu dalam membentuk prediksi masa depan.


Contoh:
Sebuah perusahaan mengungkapkan peningkatan dalam Laba Per Saham (EPS) dari Rp.50.000 hingga Rp.60.000 sejak periode laporan terakhir. Informasi ini relevan dengan investor karena dapat membantu mereka dalam mengkonfirmasikan prediksi mereka masa lalu mengenai profitabilitas perusahaan dan juga akan membantu mereka dalam meramalkan tren masa depan dalam pendapatan perusahaan.
Relevansi dipengaruhi oleh materialitas informasi yang terkandung dalam laporan keuangan karena hanya informasi material mempengaruhi keputusan ekonomis  penggunanya.

Contoh:
Hutang gagal bayar dari pelanggan yang berutang Rp.10.000.000 untuk sebuah perusahaan yang memiliki aset net  bernilai Rp.10.000.000.000   tidak relevan dengan kebutuhan keputusan pengguna laporan keuangan. Namun, jika jumlah gagal bayar adalah,  Rp.2.000.000.000, informasi ini menjadi relevan bagi pengguna karena dapat mempengaruhi pandangan mereka mengenai kinerja keuangan dan posisi perusahaan.

Search Term :

Tidak ada komentar :