Prinsip Prinsip Bisnis Dalam Islam



Menurut Norvadewi (2015), beberapa prinsip-prinsip bisnis dalam Islam adalah sebagai berikut:

1. Customer Oriented: melarang baiunnajasyi memuji dan mengemukakan keunggulan barang padahal mutunya tidak sebaik yang dipromosikan, hal ini juga berarti membohongi pembeli.


2. Transparansi: Prinsip kejujuran dan keterbukaan ini juga berlaku terhadap mitra kerja. Seorang yang diberi amanat untuk mengerjakan sesuatu harus membeberkan hasil kerjanya dan tidak menyembunyikannya. Transparansi, baik dalam laporan keuangan maupun laporan lain yang relevan

3. Persaingan yang sehat: Rasulullah SAW memberikan contoh bagaimana bersaing dengan baik dengan memberikan pelayanan sebaik-baiknya dan jujur dengan kondisi barang dagangan serta melarang kolusi dalam persaingan bisnis karena merupakan perbuatan dosa yang harus dijauhi.

4. Fairness: keadilan kepada konsumen dengan tidak melakukan penipuan dan menyebabkan kerugian bagi konsumen. Wujud dari keadilan bagi karyawan adalah memberikan upah yang adil bagi karyawan, tidak mengekploitasinya dan menjaga hak-haknya.

Selain itu, Ali et al (2015) menjelaskan, bahwa Islam mempunyai pandangan secara etika dalam hal marketing sebuah bisnis. Motif pemasaran tidak hanya terkait transaksi secara ekonomi namun sarana memperkuat silaturrahim, karena pada dasarnya dimensi sosial merupakan bagian integral dari fungsi pasar. Selain itu, memberikan manfaat terhadap individu dan masyarakat merupakan tujuan utama pemasaran bukan hanya dipandang sebagai sebuah dampak aktivitas pemasaran.

Dalam hal kompetisi, secara etika prinsip Islam dalam marketing tidak membolehkan dengan sengaja berniat untuk menjatuhkan dan mematikan bisnis lain melalui mekanisme eksploitasi tidak secara mekanisme persaingan yang sehat.
Search Term :

Tidak ada komentar :