Translate

Aktiva Tidak Lancar

Aktiva tidak lancar adalah aset yang mencakup jumlah yang diharapkan akan pulih lebih dari 12 bulan setelah periode pelaporan. Aktiva tidak lancar tidak dikonversi menjadi uang tunai dalam waktu 12 bulan dari tanggal neraca, dan tidak diharapkan untuk dikonsumsi atau dijual dalam siklus operasi normal dari suatu perusahaan (berbeda dengan aktiva lancar). Aktiva tidak lancar secara formal didefinisikan sebagai sesuatu yang tidak diklasifikasikan sebagai aktiva lancar. Aset tidak lancar yang tidak langsung dijual kepada konsumen perusahaan (end-user).

Biaya Pinjaman, Perbedaan dan Persamaan Utama antara US GAAP dan IFRS

Berdasarkan IFRS, biaya pinjaman yang dapat diatribusikan secara langsung pada perolehan, konstruksi, atau pembuatan dari suatu aktiva tertentu (kualifikasi aset) atau "qualifying asset" umumnya merupakan bagian dari biaya perolehan aset tersebut . Biaya pinjaman yang lain cukup diakui sebagai beban .

Menurut US GAAP, biaya bunga yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan, konstruksi, atau pembuatan aset kualifikasian umumnya merupakan bagian dari biaya perolehan aset tersebut . Namun, jumlah biaya bunga yang dikapitalisasi mungkin berbeda dari IFRS. Seperti IFRS, biaya bunga lainnya diakui sebagai beban .

Aktiva Tertentu atau Aset Kualifikasi (Qualifying Asset)

International Accounting Standard 23 ( IAS 23 ) mendefinisikan aset tertentu (aset Kualifikasi) sebagai " aset yang membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mendapatkan hingga siap untuk digunakan atau dijual sesuai tujuan".

Tantangan yang Dihadapi oleh Akuntansi Keuangan

Perkembangan pelaporan akuntansi keuangan tampaknya semakin baik. Dimana kita melihat dengan semakin di adopsinya standar global, meningkatnya pelaporan secara fair value, dan lebih menekankan pada pada basis prinsip dibanding peraturan serta semakin terpenuhinya kebutuhan berbagai pengguna yang berbeda.

Akan tetapi masih banyak yang mesti dilakukan. Beberapa hal atau issue yang menjadi keterbatasan dari akuntansi keuangan saat ini misalnya:

Mandi Besar Dalam Akuntansi


Strategi memanipulasi laporan laba rugi perusahaan untuk membuat hasil yang buruk tampak lebih buruk lagi. Mandi besar (Big Bathing) sering diimplementasikan dalam tahun yang buruk untuk meningkatkan  laba artifisial tahun depan. Kenaikan besar dalam pendapatan mungkin mengakibatkan bonus yang lebih besar bagi para eksekutif. CEO baru kadang-kadang menggunakan mandi besar (Big Bathing) sehingga mereka bisa menyalahkan buruknya kinerja perusahaan pada CEO sebelumnya dan mengambil kredit untuk perbaikan tahun depan.

Perbedaan Penjabaran mata uang asing antara US GAAP dan IFRS

Mata uang fungsional
(IFRS) Suatu entitas mengukur aset, kewajiban , penghasilan dan beban dalam mata uang fungsionalnya, yang merupakan mata uang dari lingkungan ekonomi utama di mana ia beroperasi .

(US GAAP) Seperti IFRS, entitas mengukur aset, kewajiban, penghasilan dan beban dalam mata uang fungsional, yang adalah mata uang lingkungan ekonomi utama di mana ia beroperasi . Namun, indikator yang digunakan untuk mengetahui mata uang fungsional berbeda dalam beberapa hal dari IFRS .

Ekonomi dan Bisnis Syariah

Misi Kerasulan bidang Ekonomi dimulai Nabi Adam AS pada peristiwa awal menempati bumi. Sejak itulah muncul masalah ekonomi soal kebutuhan hidup yang paling vital, yaitu soal pangan, sandang dan papan, Q.S al_Quran (2): 36. Oleh karenanya, Beliaulah yang pertama kali memecahkan masalah ekonomi (economic problem solving), dan kegiatan ekonomi yang dilakukannya mereļ¬‚eksikan fungsi kekhalifahan sebagai yang di-Kehendaki Allah SWT, yang disinyalir dalam Q.S. al-Baqarah (2): 30-33.

Nabi Adam AS adalah mahaguru untuk solusi ekonomi pangan, Nabi ldris AS dengan keahlian menjahit berarti telah mencairkan problema ekonomi sandang, Nabi Nuh AS dengan keahliannya membuat tempat berlindung sekaligus kendaraan (perahu) berarti telah menciptakan hak paten pertama untuk perkapalan, dan membangun kembali perumahan setelah selamat dari kebanjiran.

EKSISTENSI AKUNTAN DALAM ERA ASEAN ECONOMIC COMMUNITY (AEC) 2015

Oleh
Dr. H. Harry Suharman, SE., MA., Ak., CSRS.
Disampaikan pada Kuliah Umum Program Magister Akuntansi Universitas Pancasila
Jakarta, 22 Februari 2014

Akuntan dan ASEAN Economic Community (AEC) 2015 

Empat Pilar AEC 2015
ASEAN sebagai psr tunggal dan berbasis produksi tunggal yang didukung dengan elemen aliran bebas barang, jasa, investasi, tenaga kerja terdidik dan aliran modal yang lebih bebas;

ASEAN dengan kawasan yang berdaya saing ekonomi tinggi, dengan elemen peraturan kompetisi, perlindungan konsumen, hak atas kekayaan intelektual, pengembangan infrastruktur, perpajakan dan e-commerce;