Konsep Double Entry

Hasil gambar untuk Konsep Double entry
Setiap transaksi memiliki dua efek. Sebagai contoh, jika seseorang bertransaksi membeli minuman dari toko lokal, ia membayar uang kepada penjaga toko dan sebagai imbalannya, ia mendapatkan sebotol minuman. Transaksi sederhana ini memiliki dua efek dari sudut pandang, pembeli maupun penjual. Saldo kas pembeli akan menurun sejumlah biaya pembelian sementara di sisi lain ia akan mendapatkan sebotol minuman. Sebaliknya, penjual akan kekurangan satu minuman pendek meskipun saldo kas nya akan meningkatkan sesuai harga minuman.


Akuntansi berupaya untuk mencatat kedua efek transaksi atau peristiwa tersebut pada laporan keuangan entitas. Ini adalah penerapan konsep berpasangan. Tanpa menerapkan konsep berpasangan, catatan akuntansi akan hanya mencerminkan s ebagian urusan perusahaan. Bayangkan jika sebuah entitas membeli mesin selama setahun, tapi catatan akuntansi tidak menunjukkan apakah mesin dibeli dengan uang atau kredit. Mungkin saja mesin dibeli dengan pertukaran mesin lain. Informasi tersebut hanya bisa diperoleh dari catatan akuntansi jika kedua efek dari transaksi tercatat.

Secara  tradisional, efek dua entri akuntansi yang dikenal sebagai Debit (Dr) dan kredit (Cr). Sistem akuntansi didasarkan pada prinsip bahwa untuk setiap entri Debit, akan selalu ada entri kredit yang sama. Hal ini dikenal sebagai prinsi dualitas.

Debit entri  memperhitungkan efek berikut:
  • Peningkatan aset
  • Peningkatan pengeluaran
  • Penurunan kewajiban
  • Penurunan ekuitas
  • Penurunan pendapatan


Kredit entri  memperhitungkan efek berikut:
  • Penurunan aset
  • Penurunan biaya
  • Peningkatan tanggung jawab
  • Meningkatkan ekuitas
  • Peningkatan pendapatan


Double Entry dicatatkan dengan cara bahwa persamaan akuntansi selalu dalam keseimbangan.
Aset - kewajiban = modal

Kenaikan biaya (Dr) akan diimbangi oleh penurunan aset (Cr) atau peningkatan kewajiban atau ekuitas (Cr) dan sebaliknya. Oleh karena itu, persamaan akuntansi akan terus berada dalam keseimbangan.


CONTOH

1. Pembelian mesin secara Tunai
DebitMesin (Peningkatan pada Asset)
CreditKas (Penurunan Asset)
2. Membayar keperluan Utilitas 
DebitBeban Utilitas (Peningkatan pada Beban)
CreditBank (Penurunan Asset)
3. Bunga diterima dari tabungan di Bank
DebitCash (Peningkatan pada  Asset)
CreditPendapatan Bunga (Peningkatan Pendapatan)
4. Menerima Pinjaman dari Bank
DebitBank  (Peningkatan pada Asset)
CreditBank Loan (Peningkatan pada Hutang)
5. Menerbitkan Saham 
DebitBank (Peningkatan pada Asset)
CreditShare Capital (Peningkatan pada Modal)











Search Term :

Tidak ada komentar :