Tantangan yang Dihadapi oleh Akuntansi Keuangan

Perkembangan pelaporan akuntansi keuangan tampaknya semakin baik. Dimana kita melihat dengan semakin di adopsinya standar global, meningkatnya pelaporan secara fair value, dan lebih menekankan pada pada basis prinsip dibanding peraturan serta semakin terpenuhinya kebutuhan berbagai pengguna yang berbeda.

Akan tetapi masih banyak yang mesti dilakukan. Beberapa hal atau issue yang menjadi keterbatasan dari akuntansi keuangan saat ini misalnya:

  • Ukuran Non Keuangan. Laporan keuangan gagal menyediakan sejumlah kunci kinerja yang digunakan secara luas oleh management, seperti indeks kepuasan konsumen, informasi backlog dan tingkat penolakan atas barang yang dibeli.
  • Informasi yang dibutuhkan di depan. Laporan keuangan gagal menyediakan informasi ke depan yang dibutuhkan oleh investor atau kreditor potensial  saat ini. Bahkan ada yang menyatakan laporan keuangan saat ini dan sebelumnya harus dimulai dengan frasa “Pada suatu masa” untuk menunjukkan penggunaan angka historis dan akumulasi peristiwa lampau.
  • Asset Lunak. Laporan keuangan fokus pada asset keras (persediaan, asset pabrik) tetap gagal untuk menyediakan informasi tentang asset lunak perusahaan (asset tak berwujud). Aset terbaik seringkali dalm bentuk lunak dan tak berwujud. Pertimbangkan bagaimana pengetahuan  Astra dan dominasinya atas pasar kendaran bermotor, strategi pemasaran yang unik dari Dell dan pegawainya yang terlatih baik, brand image yang melegenda seperti bank BCA
  • Keterbatasan waktu. Perusahaan hanya menyiapkan laporan keuangan secara perempat bulan, dan menyediakan  laporan keuangan yang di audit tahunan. Sedikit informasi laporan keuangan yang real time tersedia.

Namun menghadapi tantangan tantangan diatas,  kita tetap harus optimis. Para professional akuntansi mesti menyediakan  jawaban atas persoalan persoalan tersebut. Ini terlihat dari beberapa pertanda seperti :
  • Beberapa perusahaan besar sudah menyediakan keterbukaan kepada investor atas laporan keuangan secara sukarela.
  • Penggunan world wide web atau internet dalam menyediakan lapran keuangan yang bisa di akses banyak pihak. Bahkan dalam format yang bisa diolah secara langsung. Perusahaan menyediakan laporan keuangan yang bisa di akses dengan murah dan cepat.
  • Makin berkembanganya standar akuntasi. Standar saat ini mensyaratkan informasi fair value. Sebagai contoh perusahaan mencatat investasi pada saham dan obligasi , kewajiban, dan nilai derivative dalam fairvalue, atau perusahaan menunjukkan nilai yang terkait fair value dalam catatan kaki laporan keuangan.

Perubahan arah akan memperluas relevansi laporan keuangan dalam menyediakan informasi yang berguna bagi pembaca laporan keuangan.

Search Term :

Tidak ada komentar :