Welcome to MAGISTER AKUNTANSI - The Perfect Partner For Your Business
Contact : Phone 0821-2566-2195 Wa 0821-2566-2195 Hari Hari Terakhir Lehman Brother | Magister Akuntansi

Labels

Hari Hari Terakhir Lehman Brother

Hari Hari Terakhir Lehman Brother - Hallo sahabat Magister Akuntansi , Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Hari Hari Terakhir Lehman Brother , kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Auditing , yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Hari Hari Terakhir Lehman Brother
link : Hari Hari Terakhir Lehman Brother

Baca juga


Hari Hari Terakhir Lehman Brother


Kuliah kali ini membahas tentang kasus runtuhnya Bank Investasi Besar Amerika yaitu Lehman Brother dikaitkan dengan kuliah Auditing. Berikut ini adalah ulasan mengenai Lehman Brother diambil dari berbagai sumber di internet.

Lehman Brother adalah salah satu bank penyalur kredit pemilikan rumah (KPR), yang memiliki atau menjamin hampir separuh dari total kredit perumahan di AS. Pada hari senin tanggal 15 September 2008 Lehman Brother mengumumkan kebangkrutannya dan bank investasi terbesar keempat AS ini, menyampaikan formulir kebangkrutan ke United States Bankruptcy Court for the Southern District of New York.

Sebelumnya Pemerintah, Bank Sentral AS serta para pimpinan bank-bank investasi raksasa sebelumnya telah menggelar pertemuan darurat selama tiga hari berturut-turut guna mencari solusi untuk Lehman Brothers. Pada sabtu siang tanggal 13 September 2008, pertemuan yang dihadiri oleh CEO JP Morgan Jamie Dimon, CEO Merril John Thain dan CEO Citigroup Vikram Pandit dan pertemuan pertemuan berikutnya tidak menghasilkan apapun. 

Mengapa Bank Investasi besar ini bisa bangkrut?
Sederhananya karena penurunan permintaan pasar perumahan di Amerika, diperparah lagi pemberian kredit perumahan yang tidak layak, di Indonesia dikenal sebagai KPR, di Amerika disebut mortgage. Mirip tetapi tidak sama.

Kata ''mortgage'' berasal dari istilah hukum dalam bahasa Prancis. Artinya: matinya sebuah ikrar. Agak berbeda dari kredit rumah. Dalam mortgage, konsumen mendapat kredit, lalu, konsumen memiliki rumah. Rumah itu diserahkan kepada pihak yang memberi kredit. Konsumen boleh menempatinya selama cicilan belum lunas

Karena rumah itu bukan milik konsumen, begitu pembayaran mortgage macet, rumah itu otomatis tidak bisa ditempati. Sejak awal ada ikrar bahwa itu bukan rumah konsumen atau belum. Maka, ketika konsumen tidak membayar cicilan, ikrar itu dianggap mati. Dengan demikian, konsumen harus langsung pergi dari rumah tersebut.

Mortgage di Amerika pada awalnya berjalan baik karena ditujukan kepada nasabah-nasabah prima disebut sebagai prime-mortgage. Namun dalam perkembangannya, pemberian kredit meluas kepada nasabah-nasabah yang kurang layak maka disebut sub-prime mortgage. Nasabah yang sebelumnya pernah mengalami kredit macet kembali memperoleh mortgage baru. Banyak pula mortgage yang diberikan dengan persyaratan uang muka rendah, yaitu 5 persen, bahkan tanpa uang muka sama sekali. Ada pula mortgage yang hanya mensyaratkan pembayaran bunga (interest only) dan tidak mewajibkan nasabah membayar cicilan pokok.

Pada situasi harga properti naik secara terus menerus, hal tersebut tidak menjadi masalah. Akan tetapi bila pasar yang mengalami stagnasi, atau bahkan cenderung melemah, hal itu akan menjadi masalah besar.

Di AS, industri keuangan sudah sedemikian maju. Kredit-kredit mortgage yang diberikan oleh perbankan, oleh bank bersangkutan dikumpulkan kemudian bila jumlahnya dianggap cukup disekuritisasi. Proses ini merupakan proses mentransformasi mortgage menjadi surat berharga (sekuritas). Istilah yang dipergunakan untuk surat berharga yang dijamin oleh mortgage tersebut adalah mortgage back securities (MBS).

Proses sekuritisasi ini melibatkan pihak ketiga baik institusi pemerintah (Fannie Mae dan Freddie Mac) maupun swasta. Dalam proses sekuritisasi ini, pihak ketiga melakukan pengemasan dengan menggabungkan sejumlah mortgage, yang selanjutnya dijual lagi kepada investor yang berminat. Untuk menanggulangi risiko gagal bayar (default), maka pihak ketiga ini sekaligus bertindak sebagai penjamin.

Praktik sekuritisasi mortgage ini ternyata tidak berhenti. Melalui rekayasa keuangan (financial engineering) yang kompleks, MBS kemudian diresekuritisasi lagi menjadi jenis sekuritas yang disebut sebagai Collateralised Debt Obligations (CDOs). Sejalan dengan jumlah MBS yang terus meningkat, persentase jumlah MBS yang diresekuritisasi menjadi CDOs juga mengalami peningkatan. Dalam skala global, total penerbitan CDOs pada 2006 separuhnya didominasi oleh CDOs yang bersumber dari MBS.
Selain dalam bentuk CDOs, MBS juga diresekuritisasi dalam beberapa bentuk sekuritas lain yang sudah sulit dilacak bentuk maupun jumlahnya, diantaranya sekuritas SIV (Structured Investment Vehicles). Maraknya perdagangan CDOs di pasar dunia juga dipengaruhi hasil rating yang dikeluarkan oleh lembaga-lembaga pemeringkat internasional, yang cenderung underpricing terhadap risiko dari produk-produk derivatif tadi.

Nah ketika pemilik rumah tidak mampu membayar cicilan rumahnya, dan kredit menjadi macet. Maka Bank Investasi seperti Lehman Brother pun tidak bisa membayar kewajibannya kepada pihak lain. Dikarenakan antar lembaga keuangan di Amerika memiliki keterkaitan, transaksi pinjam meminjam, beli membeli antar perbankan lazim dilakukan, maka krisis yang menimpa Lehman Brother segera menular ke lembaga keuangan lainnya. 

Penyebab lain jatuh bank ini, disampaikan oleh hasil penelitian Anton Valukas dari firma hukum Jenner & Block, laporan itu dipublikasikan hari Rabu (10/3) oleh peneliti Anton Valukas. Penyebab lain menjelang jatuhnya bank tua ini, antara lain tekanan dari pesaingnya JP Morgan Chase & Co dan Citigroup, yang meminta tambahan penjaminan sebesar 21 miliar dollar AS ketika Lehman mulai guncang. Serta pada 11 September 2008 JP Morgan meminta tambahan jaminan 5 miliar dollar AS. Meskipun bersaing diantara bank investasi melakukan pinjam meminjam diantara mereka. 

Rekayasa Keuangan

Salah satu yang menarik adalah terungkap dalam laporan disusun oleh Anton R. Valukas, examiner yang ditunjuk oleh Pengadilan Niaga New York, yang menyebutkan bahwa Lehman Brothers telah berulang kali menggunakan Repo 105 dan Repo 108 sebelum akhirnya tumbang. Repo 105 dan Repo 108 (Repo 108 serupa dengan Repo 105, hanya dengan besaran persentase yang berbeda), merupakan “accounting gimmick” yang digunakan oleh Lehman Brothers untuk mengurangi jumlah kewajiban yang tercantum dalam neraca. 

Saat krisis keuangan memuncak di 2007 dan 2008, Lehman Brothers memiliki banyak aset berjeniskan  commercial mortgage-backed securities (CMBS) dan  subprime mortgage, yang nilainya merosot tajam dalam pasar yang tidak likuid. Menjual aset-aset tersebut guna menurunkan utang yang ada hanya akan menghasilkan kerugian belaka. Di sinilah Repo 105 memberikan jalan keluar yang menguntungkan bagi Lehman Brothers

Sesungguhnya. Angka “105″ dalam istilah Repo 105 sendiri bermakna bahwa aset itu bernilai 105% dibandingkan dengan uang yang didapatkan oleh pemilik aset. Sebagai contoh, bila Lehman Brothers memiliki obligasi bernilai US$ 105, ia akan menjualnya di pasar repo seharga hanya US$ 100.

Transaksi ini dicatat sebagai (seolah-olah telah terjadi) penjualan aset, meskipun berdasarkan perjanjian repo, Lehman Brothers akan harus membeli kembali obligasi itu dalam jangka waktu 7 sampai 10 hari. Kemudian Lehman Brothers menggunakan uang tersebut untuk membayar utang-utangnya, sehingga leverage ratio-nya menurun. Selanjutnya, usai laporan triwulan dipublikasikan, Lehman Brothers akan meminjam uang dalam jumlah yang lebih besar untuk membeli kembali obligasi tersebut.

Laporan Valukas yang dipublikasikan pada 11 Maret 2010 juga menyebutkan bahwa transaksi repo Lehman Brothers ini melibatkan jumlah uang yang tidak sedikit, bahkan pada triwulan kedua 2008 mencapai US$ 50 miliar. Praktik ini jelas memberikan gambaran yang salah dan menyesatkan tentang kondisi keuangan Lehman Brothers, karena laporan yang dipublikasikan mengesankan kondisi perusahaan yang lebih sehat dan kuat. Lehman Brothers juga tak pernah bermaksud menyingkapkan praktik ini, padahal standar akuntansi yang berlaku sebenarnya mengharuskan pengungkapannya. 

Bila saja Lehman Brothers berlaku jujur dan mengikuti praktik sesuai dengan Prinsip-Prinsip Akuntansi yang Berterima Umum, para pemangku kepentingan, Board of Directors, Securities and Exchange Commission (SEC), lembaga pemeringkat, investor, serta pihak-pihak lainnya akan berkesempatan menerima serta mengaktifkan sistem peringatan dini (early warning system) lebih awal sehingga kebangkrutan lembaga keuangan global yang (dulu) amat dominan itu dapat dihindari

Lalai
Auditor Ernst & Young juga dinilai lalai, dan melaporkan hasil audit ”palsu” soal keuangan Lehman Brothers.
Menurut laporan itu, Lehman menggunakan rekayasa akuntansi untuk menutupi utang sebesar 50 miliar dollar AS di pembukuannya. Semua itu dilakukan untuk menyembunyikan ketergantungannya dari utang.

Para pejabat senior Lehman, juga auditor mereka Ernst & Young, melakuakn hal ini dengan sadar. Tidak hanya itu, Valukas menyinggung kemungkinan gugatan hukum terhadap mantan pimpinan Lehman, Dick Fuld, juga pejabat keuangan Lehman, eksekutif Lehman lainnya seperti Chris O’Meara, Erin Callan, dan Ian Lowitt. Perusahaan itu dituduh telah melakukan skandal akuntansi.

Harian Inggris The Financial Times melaporkan, Valukas menemukan kesalahan Lehman sebenar para eksekutifnya sendiri karena mereka melakukan berbagai kesalahan penilaian bisnis untuk memanipulasi neraca perusahaan.

Keuntungan
Akar dari persoalan yang menimpa Lehman bahkan baru baru ini skandal HSBC, menurut hemat saya adalah tuntutan bahwa perusahaan yang selalu untung. Agar para pemegang saham mendapatkan keuntungan dari saham yang dibelinya dan para CEO-nya yang menginginkan bonus yang luarbiasa besar.

Meski selama ini perusahaan untung dan bonus besar, hal itu ternyata belum cukup, diusahakan bagaimana keuntungan dan bonus lebih besar lagi. Padahal dalam kehidupan ada siklus untung dan rugi, kemudian kondisi lingkungan dunia bisnis pun berubah. Pada kondisi AS pasar rumah sudah begitu jenuh, hampir semua orang yang mampu sudah punya rumah, bahkan anjingnya pun punya rumah. Sehingga mereka yang tidak layak pun dipinjami uang buat beli rumah. Ini semua demi tuntutan keuntungan tadi. Tuntutan ini juga membuat para eksekutif mencari jalan pintas dengan merekaya laporan keuangan mereka.

Di samping itu negara negara maju tingkat produktivitasnya semakin menurun,  karena masyarakat semakin menua. Sedangkan negara negara kekuatan ekonomi baru, tenaga kerja produktifnya masih berusia muda. Ditengah menurunnya produktivitas, tuntutan keuntungan tetap harus diperoleh, sehingga pada akhirnya jalan jalan yang tidak seharusnya pun dilakukan.

Kasus ini bisa menjadi bahan pelajaran yang penting buat calon calon akuntan.


Demikianlah Artikel Hari Hari Terakhir Lehman Brother

Sekianlah artikel Hari Hari Terakhir Lehman Brother kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Hari Hari Terakhir Lehman Brother dengan alamat link https://magisterakutansi.blogspot.com/2012/09/hari-hari-terakhir-lehman-brother.html

0 Response to " Hari Hari Terakhir Lehman Brother "