Kuesioner dan Wawancara

Pada artikel artikel lain tentang metode penelitian, kuesioner dan wawancara sudah banyak dibicarakan. Disini hanya akan dijelaskan petunjuk pembuatan kuesioner atau kerangka wawancara seperti yang kemukakan Miller (1977: 74-77)

Petunjuk Pembuatan Kuesioner. Pertanyaan dalam kuesioner harus disusun dengan secermat mungkin :

A. Perjelas lagi hubungan antara metode dengan masalah dan hipotesis. Buatlah matriks yang menghubungkan antara masalah hipotesis, variabel, indikator, dan pertanyaan.



B. Rumuskan pertanyaan dengan memperhatikan hal-hal berikut:
  • Sesuaikan bahasa dengan tingkat pengetahuan responden. Untuk orang kebanyakan, kata persepsi sebaiknya diganti dengan kata tanggapan. 
  • Gunakanlah kata-kata yang mempunyai arti yang sama bagi setiap orang.
  • Hindari pertanyaan yang panjang karena pertanyaan panjang seringkali mengaburkan dan membingungkan. 
  • Janganlah beranggapan bahwa responden memiliki informasi faktual.
  • Seorang ibu mungkin melaporkan acara televisi yang disenangi anak, tetapi pendapat ibu tidak selalu sesuai dengan pendapat anak. 
  • Bentuklah kerangka pemikiran yang ada dalam benak Anda. Jangan lah bertanya: Berapa majalah yang Anda baca? Bertanyalah: Apa saja majalah yang Anda baca?
  • Sarankanlah semua alternatif atau tidak sama sekali.
  • Lindungi harga diri responden. Janganlah bertanya: Sebutlah kalimat kalimat yang benar di antara kalimat yang tercantum di bawah ini. Katakanlah: Saya ingin tahu pendapat Bapak, manakah di antara kalimat-kalimat di bawah ini yang menurut Bapak benar.
  • Jika Anda terpaksa menanyakan hal yang kurang mengenakkan responden, mulailah bertanya tentang hal-hal yang positif.
  • Tentukan apakah Anda memerlukan pertanyaan langsung, tak langsung, atau pertanyaan tak langsung disusul dengan pertanyaan langsung.
  • Hindari kata-kata yang bermakna banyak, kata-kata seperti ”partisipasi”, ”pengaruh”, ”solidaritas”, ”rasa bangga”, harus diganti dengan kata-kata yang lebih spesifik seperti ”bayar pajak”, ”menyumbangkan uang”, dan ”mĂ©nyimpan piagam penghargaan”.
  • Hindari pertanyaan yang bersifat mengarahkan responden pada jawaban tertentu. Janganlah bertanya: Apakah Anda selalu berperanserta dalam program pembangunan‘? Bertanyalah: Apakah Anda menganjurkan orang lain untuk menjadi membayar pajak? 
  • Pertanyaan harus dibatasi pada satu gagasan saja. Janganlah bertanya: Apakah Anda membaca surat kabar/majalah/buku? Jadikanlahpertanyaan ini menjadi tiga kalirnat pertanyaan. 


C. Organisasikan kuesioner sccara sistematis.
  • Mulailah dengan pertanyaan yang mudah dan disenangi oleh responden. Ajukan pertanyaan yang membangkitkan minat.
  • Jangan mengondisikan jawaban pada pertanyaan berikutnya dengan pertanyaan sebelumnya
  • Gunakan urutan pertanyaan untuk melindungi harga diri responden
  • Pertanyaan terbuka sebaiknya dikurangi
  • Topik dan pertanyaan harus disusun sedemikian rupa sehingga dapat dipahami oleh responden. urutan pertanyaan harus wajar dan mudah ditangkap maksudnya

D. Lakukan prauji kuisioner. Pilihlah sejumlah responden yang representatif. Ajukan pertanyaan-pertanyaan itu dan lihat kemungkinan salah paham atau makna yang membingungkan.

Search Term :

Tidak ada komentar :