Debit dan Kredit


Istilah, debit dan kredit adalah dasar-dasar akuntansi yang dimulai hampir 500 tahun yang lalu. Sistem memisahkan transaksi ke dalam kategori debit dan kredit sudah sangat tua, dan masih berlaku, sebagai salah satu dasar akuntansi. Sistem ini debit dan kredit tidak hanya digunakan untuk tujuan pelaporan keuangan saja. Istilah-istilah ini sama-sama penting di bidang keuangan, perpajakan dan akuntansi manajemen.




Biasanya, ketika debit istilah yang digunakan, itu berarti bahwa seseorang berhutang sesuatu anda. Demikian pula, ketika istilah kredit digunakan, mereka berpikir bahwa mereka berutang uang pada seseorang. Meskipun istilah-istilah ini dapat dirasakan secara umum seperti itu, namun bukan cara yang tepat untuk mendefinisikan dengan benar dalam akuntansi. Pemahaman dari debit dan kredit diperlukan dalam akuntansi karena ini membantu akuntan trainee (dan akuntan berpengalaman) untuk memahami sifat transaksi. Karena transaksi terdiri dari lima jenis, akuntan harus mampu mendefinisikan sifat transaksi ini untuk memisahkan mereka dengan benar untuk tujuan pelaporan keuangan. Transaksi tersebut adalah:

  • Aktiva
  • Kewajiban
  • Modal 
  • Biaya
  • Penghasilan

Pemahaman debit dan kredit juga diperlukan karena sistem book entry ganda dan T-account didasarkan pada prinsip-prinsip ini. Sebuah transaksi yang dilakukan memiliki dua bagian: satu debit dan kredit lainnya.

Debet
Dalam T-account, debit selalu di sisi kiri dan aset serta pengeluaran perusahaan sejak awal selalu di debit. Karena aset bisnis adalah milik bisnis itu sebabnya mereka debet. Demikian pula biaya, karena biaya mengurangi pendapatan perusahaan, mereka juga debit.

Kredit
Dalam T-account, item kredit selalu dicatat di sisi kanan dan item kredit termasuk kewajiban, pendapatan serta ekuitas perusahaan. Karena kewajiban perusahaan adalah uang yang terutang oleh perusahaan, dan itu harus dibayar kembali, itu sejak awal ada di kredit. Demikian pula, ekuitas perusahaan adalah uang pemegang saham sehingga juga harus dibayar kembali karena konsep badan hukum yang terpisah
Search Term :

Tidak ada komentar :