Welcome to Tax and Accounting Service - The Right Partner For Your Business
Contact : Phone 0821-2566-2195 Wa 0821-2566-2195 Maret 2013

Laporan Keuangan Organisasi Nirlaba


Organisasi nirlaba memiliki perbedaan yang cukup signifikan dengan organisasi yang berorientasi kepada laba. Dalam menjalankan kegiatannya, organisasi nirlaba tidak semata-mata digerakkan oleh tujuan untuk mencari laba. Meski demikian not-for-profitjuga harus diartikan sebagai not-for-loss. Oleh karena itu, organisasi nirlaba selayaknya pun tidak mengalami defisit. Adapun bila organisasi nirlaba memperoleh surplus, maka surplus tersebut akan dikontribusikan kembali untuk pemenuhan kepentingan publik, dan bukan untuk memperkaya pemilik organisasi nirlaba tersebut.

Dalam hal kepemilikan, kepemilikan dalam organisasi nirlaba tidak dapat dijual, dialihkan, atau ditebus kembali sebagaimana pada organisasi bisnis. Selain itu, kedua jenis organisasi tersebut bereda dalam hal cara organisasi memperoleh sumber daya yang dibutuhkan untuk melakukan berbagai aktivitas operasinya. Organisasi nirlaba umumnya memperoleh sumber daya dari sumbangan para anggota dan donatur lain, yang idealnya, tidak mengharapkan adanya pengembalian atas donasi yang mereka berikan

Lebih lanjut, walaupun tidak meminta adanya pengembalian, namun para donatur sebagai salah satu stakeholderutama organisasi nirlaba tentunya mengharapkan adanya pengembalian atas sumbangan yang mereka berikan. Para donatur ini, baik mempersyaratkan atau tidak, tentu tetap menginginkan pelaporan serta pertanggungjawaban yang transparan atas dana yang mereka berikan. Para donatur ingin mengetahui bagaimana dana yang mereka berikan dikelola dengan baik dan dipergunakan untuk memberi manfaat bagi kepentingan publik.

Untuk itu, organisasi nirlaba perlu menyusun laporan keuangan. Hal ini bagi sebagian organisasi nirlaba yang scope-nya masih kecil serta sumber daya-nya masih belum memadai, mungkin akan menjadi hal yang menantang untuk dilakukan. Terlebih karena organisasi nirlaba jenis ini umumnya lebih fokus pada pelaksanaan program ketimbang mengurusi administrasi. Namun, hal tersebut tidak boleh dijadikan alasan karena organisasi nirlaba tidak boleh hanya mengandalkan pada kepercayaan yang diberikan para donaturnya. Akuntabilitas sangat diperlukan agar dapat dapat memberikan informasi yang relevan dan dapat diandalkan kepada donatur, regulator, penerima manfaat dan publiksecara umum.

Menurut PSAK 45, organisasi nirlaba perlu menyusun setidaknya 4 jenis laporan keuangan sebagai berikut:
1.   Laporan posisi keuangan (neraca) pada akhir periode laporan
2.   Laporan aktivitas untuk suatu periode pelaporan
3.   Laporan arus kas untuk suatu periode pelaporan
4.   Catatan atas laporan keuangan


Dari keempat jenis laporan tersebut, dapat dicermati bahwa laporan keuangan organisasi nirlaba mirip dengan organisasi bisnis, kecuali pada 3 hal utama, yaitu:
a.  Komponen laporan posisi keuangan organisasi nirlaba memiliki beberapa keunikan bila dibandingkan dengan komponen laporan keuangan organisasi bisnis. Hal ini akan dijelaskan pada bagian berikutnya.
b. Organisasi nirlaba tidak memiliki laporan laba rugi, namun laporan ini dapat dianalogikan dengan laporan aktivitas. Informasi sentral dalam laporan laba rugi umumnya terletak pada komponen laba atau rugi yang dihasilkan organisasi bisnis dalam satu periode. Sementara itu, informasi sentral dalam laporan aktivitas terletak pada perubahan aset neto yang dikelola oleh organisasi nirlaba. 
c. Organisasi nirlaba tidak memiliki laporan perubahan ekuitas sebagaimana layaknya organisasi bisnis. Hal ini disebabkan organisasi nirlaba tidak dimiliki oleh entitas manapun. Ekuitas dalam organisasi nirlaba bisa dianalogikan dengan aset neto yang akan disajikan pada laporan aktivitas. Aset neto tersebut terdiri dari tiga jenis, sebagaimana dijelaskan berikut ini:

a.    Aset neto tidak terikat adalah sumber daya yang penggunaannya tidak dibatasi untuk tujuan tertentu oleh penyumbang. Adapun bila sumbangan tersebut terikat, itu berarti sumbangan tersebut dibatasi penggunaannya oleh penyumbang untuk tujuan tertentu. Pembatasan tersebut dapat bersifat permanen atau temporer.
b.   Aset neto terikat temporer adalah sumber daya yang pembatasan penggunaannya dipertahankan sampai dengan periode tertentu atau sampai dengan terpenuhinya keadaan tertentu. Pembatasan penggunaan ini bisa ditetapkan oleh donatur maupun oleh organisasi nirlaba itu sendiri (misal: untuk melakukan ekspansi, atau untuk membeli aset tertentu).
c.    Aset neto terikat permanen adalah sumber daya yang pembatasan penggunaannya dipertahankan secara permanen. Namun demikian, organisasi nirlaba diizinkan untuk menggunakan sebagian atau semua penghasilan atau manfaat ekonomi lainnya yang berasal dari sumber daya tersebut. Contoh aset jenis ini adalah dana abadi, warisan, maupun wakaf.


   Meski PSAK 45 didedikasikan bagi organisasi nirlaba, namun standar ini juga dapat diterapkan oleh lembaga pemerintah, dan unit-unit sejenis lainnya. Namun perlu dicatat bahwa penerapan pada organisasi selain nirlaba tersebut hanya dapat dilakukan sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Jenis dan Komponen Laporan Keuangan Organisasi Nirlaba
Laporan keuangan organisasi nirlaba meliputi (1) laporan posisi keuangan pada akhir periode laporan, (2) laporan aktivitas serta (3) laporan arus kas untuk suatu periode pelaporan, dan (4) catatan atas laporan keuangan.

1.   Laporan Posisi Keuangan / Neraca
Laporan ini bertujuan untuk menyediakan informasi mengenai aset, kewajiban, dan aset bersih dan informasi mengenai hubungan di antara unsur-unsur tersebut pada waktu tertentu. Informasi ini dapat membantu para penyumbang, anggota organisasi, kreditur dan pihak-pihak lain untuk menilai:
a.  kemampuan organisasi untuk memberikan jasa secara berkelanjutan, dan
b.  likuiditas, fleksibilitas keuangan, kemampuan untuk memenuhi kewajibannya, serta kebutuhan pendanaan eksternal.
Lebih lanjut, komponen dalam laporan posisi keuangan mencakup:

Aset
a. Kas dan setara kas;
   Bila ada kas atau aset lain yang dibatasi penggunaanya oleh penyumbang, maka hal ini harus disajikan  
   terpisah dari kas atau aset lain yang tidak terikat penggunaannya.
  1. Piutang (misalnya: piutang pasien, pelajar, anggota, dan penerima jasa yang lain);
  2. Persediaan;
  3. Sewa, asuransi, dan jasa lainnya yang dibayar di muka;
  4. Surat berharga/efek dan investasi jangka panjang;
  5. Tanah, gedung, peralatan, serta aset tetap lainnya yang digunakan untuk menghasilkan barang dan jasa, dan lain-lain.
Bila dilihat dari susunan tersebut, dapat dipahami bahwa penyajian aset pada laporan posisi keuangan suatu organisasi nirlaba juga diurutkan berdasarkan likuiditasnya – kemampuan suatu aset untuk dengan mudah dikonversi menjadi kas.

Liabilitas
a. Utang dagang;
b. Pendapatan diterima dimuka;
c. Utang jangka panjang, dan lain-lain
Dalam penyajiannya, liabilitas tetap diurutkan berasarkan masa jatuh temponya.


Aset Bersih
  1. Aset bersih tidak terikat. Aset bersih jenis ini umumnya meliputi pendapatan dari jasa, penjualan barang, sumbangan, dan dividen atau hasil investasi, dikurangi beban untuk memperoleh pendapatan tersebut. Batasan terhadap penggunaan aset bersih tidak terikat dapat berasal dari sifat organisasi, lingkungan operasi, dan tujuan organisasi yang tercantum dalam akte pendirian, serta dari perjanjian kontraktual dengan pemasok, kreditur dan pihak lain yang berhubungan dengan organisasi.
  2. Aset bersih terikat temporer. Pembatasan ini bisa berupa pembatasan waktu maupun penggunaan, ataupun keduanya. Contoh pembatasan temporer ini bisa berlaku terhadap (1) sumbangan berupa aktivitas operasi tertentu, (2) investasi untuk jangka waktu tertentu, (3) penggunaan selama periode tertentu dimasa depan, atau (4) pemerolehan aset tetap. Informasi mengenai jenis pembatasan ini  dapat disajikan sebagai unsur terpisah dalam kelompok aset bersih terikat temporer atau disajikan dalam catatan atas laporan keuangan.
  3. Aset bersih terikat permanen. Pembatasan ini bisa dilakukan terhadap (1) aset seperti tanah atau karya seni yang disumbangkan untuk tujuan tertentu, untuk dirawat dan tidak untuk dijual, atau (2) aset yang disumbangkan untuk investasi yang mendatangkan pendapatan secara permanen. Kedua jenis pembatasan ini dapat disajikan sebagai unsur terpisah dalam kelompok aset bersih yang penggunaannya dibatasi secara permanen atau disajikan dalam catatan atas laporan keuangan.
Contoh laporan posisi keuangan:

2.   Laporan Aktivitas
Tujuan utama laporan aktivitas adalah menyediakan informasi mengenai pengaruh transaksi dan peristiwa lain yang mengubah jumlah dan sifat aset bersih, hubungan antar transaksi, dan peristiwa lain, dan bagaimana penggunaan sumber daya dalam pelaksanaan berbagai program atau jasa. Perubahan aset bersih dalam laporan aktivitas biasanya melibatkan 4 jenis transaksi, yaitu (1) pendapatan, (2) beban, (3) gains and losses, dan (4) reklasifikasi aset bersih. Seluruh perubahan aset bersih ini nantinya akan tercermin pada nilai akhir aset bersih yang disajikan dalam laporan posisi keuangan.

Adapun informasi dalam laporan ini dapat membantu para stakeholders untuk:
a.       mengevaluasi kinerja organisasi nirlaba dalam suatu periode,
b.      menilai upaya, kemampuan, dan kesinambungan organisasi dan memberikan jasa, dan
c.       menilai pelaksanaan tanggung jawab dan kinerja manajer.

Secara umum, ketentuan dalam Laporan Aktivitas adalah sebagai berikut:
·     Pendapatan disajikan sebagai penambah aset bersih tidak terikat, kecuali jika penggunaannya dibatasi oleh penyumbang.
·      Beban disajikan sebagai pengurang aset bersih tidak terikat.
·     Sumbangan dapat disajikan sebagai penambah aset bersih tidak terikat, terikat permanen, atau terikat temporer, tergantung pada ada tidaknya pembatasan.
·    Jika ada sumbangan terikat temporer yang pembatasannya tidak berlaku lagi dalam periode yang sama, maka sumbangan tersebut dapat disajikan sebagai sumbangan tidak terikat sepanjang disajikan secara konsisten dan diungkapkan sebagai kebijakan akuntansi.
·    Keuntungan dan kerugian dari investasi dan aset (atau kewajiban) lain diakui sebagai penambah atau pengurang aset bersih tidak terikat, kecuali jika penggunaannya dibatasi.
·   Selain dari ketiga jenis aset bersih yang ada sebagaimana dijelaskan sebelumnya, organisasi nirlaba tetap berpeluang untuk menambah klasifikasi aset bersih sekiranya diperlukan. Klasifikasi ini bisa dilakukan menurut kelompok operasi atau non-operasi, dapat dibelanjakan atau tidak dapat dibelanjakan, telah direalisasi atau belum direalisasi, berulang atau tidak berulang, atau dengan cara lain yang sesuai dengan aktivitas organisasi.

Lebih lanjut, komponen dalam laporan aktivitas mencakup:

Pendapatan
  1. Sumbangan;
  2. Jasa layanan;
  3. Penghasilan investasi. 
Semua pendapatan tersebut disajikan secara bruto. Namun, khusus untuk pendapatan investasi dapat disajikan secara neto dengan syarat beban-beban terkait, seperti beban penitipan dan beban penasihat investasi, diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan. Komponen lain yang juga disajikan dalam jumlah neto adalah keuntungan dan kerugian yang berasal dari transaksi insidental atau peristiwa lain yang berada di luar pengendalian organisasi dan manajemen. Misalnya, keuntungan atau kerugian penjualan tanah dan gedung yang tidak digunakan lagi.

Beban
  1. Beban terkait program pemberian jasa. Aktivitas terkait dengan beban jenis ini antara lain aktivitas untuk menyediakan barang dan jasa kepada para penerima manfaat, pelanggan, atau anggota dalam rangka mencapai tujuan atau misi organisasi.
  2. Beban terkait aktivitas pendukung (meliputi semua aktivitas selain program pemberian jasa). Umumnya, aktivitas pendukung mencakup:
· Aktivitas manajemen dan umum, meliputi pengawasan, manajemen bisnis, pembukuan, penganggaran, pendanaan, dan aktivitas administratif lainnya.
·  Aktivitas pencarian dana, meliputi publikasi dan kampanye pencarian dana; pengadaan daftar alamat penyumbang; pelaksanaan acara khusus pencarian dana; pembuatan dan penyebaran manual, petunjuk, dan bahan lainnya; dan pelaksanaan aktivitas lain dalam rangka pencarian dana dari individu, yayasan, pemerintah dan lain-lain.
·    Aktivitas pengembangan anggota meliputi pencarian anggota baru dan pengumpulan iuran anggota, hubungan dan aktivitas sejenis

Perlu dicermati bahwa laporan aktivitas atau catatan atas laporan keuangan harus menyajikan informasi mengenai beban menurut klasifikasi fungsional, seperti menurut kelompok program jasa utama dan aktivitas pendukung. Klasifikasi ini bermanfaat untuk membantu para stakeholders dalam menilai pemberian jasa dan penggunaan sumber daya. Disamping penyajian klasifikasi beban secara fungsional, organisasi nirlaba dianjurkan untuk menyajikan informasi tambahan mengenai beban menurut sifatnya. Misalnya, berdasarkan gaji, sewa, listrik, bunga, penyusutan.

Contoh laporan aktivitas



3.   Laporan Arus Kas
Tujuan utama laporan arus kas adalah menyajikan informasi mengenai penerimaan dan pengeluaran kas dalam suatu periode. Adapun klasifikasi penerimaan dan pengeluaran kas pada laporan arus kas organisasi nirlaba, sama dengan yang ada pada organisasi bisnis, yaitu: arus kas dari aktivitas operasi, aktivitas investasi dan aktivitas pendanaan. Metode penyusunan laporan arus kas pun bisa menggunakan metode langsung (direct method) maupun metode tidak langsung (indirect method).

Arus kas dari aktivitas operasi umumnya berasal dari pendapatan jasa, sumbangan, dan dari perubahan atas aset lancar dan kewajiban lancar yang berdampak pada kas. Sementara itu, arus kas dari aktivitas investasi biasanya mencatat dampak perubahan aset tetap terhadap kas, misal karena pembelian peralatan, penjualan tanah, dsb. Lebih lanjut, arus kas dari aktivitas pendanaan berasal dari penerimaan kas dari penyumbang yang penggunaannya dibatasi untuk jangka panjang; penerimaan kas dari sumbangan dan penghasilan investasi yang penggunaannya dibatasi untuk perolehan, pembangunan dan pemeliharaan aset tetap, atau peningkatan dana abadi (endowment), atau dari hasil investasi yang dibatasi penggunaannya untuk jangka panjang.

Semetara itu, ada kalanya organisasi nirlaba melakukan transaksi yang mengakibatkan perubahan pada komponen posisi keuangan, namun perubahan tersebut tidak mengakibatkan kas. Misalnya, adanya pembelian kendaraan operasional dengan utang, sumbangan berupa bangunan atau aset investasi lainnya. Transaksi sejenis ini (yang tidak mengakibatkan adanya perubahan kas) harus diungkapkan pada catatan atas laporan keuangan. 

Contoh laporan arus kas menggunakan metode langsung:



Sumber: PSAK 45

Kontributor        : Ivan Christiawan Budi, Vandy Achmad Masruri
Editor                 : Miranti Kartika Dewi

Sumber:

Ikatan Akuntan Indonesia. (2010). PSAK 45: Akuntansi Organisasi Nirlaba. Jakarta: Ikatan Akuntan Indonesia.
Ruppel, W. (2007). Not-for-profit Accounting Made Easy. Hoboken, New Jersey: John Wiley & Sons, Inc.
http://www.keuanganlsm.com







The Inside Job



Inside Job adalah sebuah film dokumenter 2010 tentang krisis keuangan akhir 2000-an yang disutradarai Charles H. Ferguson. Menurut Ferguson, film ini bercerita tentang "korupsi sistematis di Amerika Serikat oleh industri jasa keuangan dan konsekuensi dari korupsi sistematis tersebut." Dalam lima bagian, film ini mengeksplorasi bagaimana perubahan lingkungan kebijakan dan praktik bank turut membantu menciptakan krisis keuangan. Inside Job banyak dipuji pengkritik film yang memuji alur, penelitian, dan pemaparan bahan yang rumit ini.

Menabung, Investasi dan Emas


Meluruskan Pengertian MENABUNG
  • Menabung adalah menyimpan sejumlah dana untuk 'diselamatkan' di masa datang
  • Dalam pengelolaan keuangan, menabung semakna dengan 'Dana Cadangan'
  • Faktanya?
  • Bagi hasil tabungan : 7% - inflasi 10%
  • Dibawah 1jt, bagi hasil kita 0

Model Indeks Tunggal Untuk Portofolio


Salah satu alasan dipergunakannya model indeks tunggal adalah untuk mengurangi jumlah variabel yang harus ditaksir. Model indeks tunggal akan mampu mengurangi jumlah variabel sekuritas yang perlu ditaksir karena untuk portofolio model indeks tunggal mempunyai karakteristik sebagai berikut
  1. Beta portofolio merupakan rata – rata tertimbang dari beta saham – saham yang membentuk portofolio tersebut.
  2. Risiko tidak bisa dihilangkan kalau kita membentuk portofolio yang terdiri dari sekuritas yang semakin banyak

Model Indeks Tunggal


Model Indeks Tunggal
Model ini menyederhanakan perhitungan model Markowitz dengan menyediakan paramater – parameter input yang dibutuhkan dalam perhitungan dalam perhitungan model Portofolio Markowitz. Di samping itu, model  indeks tunggal dapat di gunakan untuk menghitung return ekspektasi dan resiko portofolio.

Model Markowitz VS Model Indeks Tunggal.

Pendekatan Model Markowitz


Pendekatan Model Markowitz
Pendekatan model Markowitz menekankan aspek diversifikasi untuk mengoptimalkan keuntungan investasi dengan cara yang disebut pembentukan portofolio yang efisien, yang memenuhi kriteria,
  1. Portofolio yang menawarkan tingkat keuntungan yang lebih besar dengan tingkat keuntungan yang sama.
  2. Portofolio yang menawarkan risiko lebih kecil dengan tingkat keuntungan sama.

Jenis-jenis Investasi pada Aktiva Finansial


Investasi di Pasar Uang
  1. Deposito
Investor menanamkan dana dalam jangka waktu tertentu, biasanya jangka pendek, dan dapat memperoleh hasil berupa bunga. Bunga atau hasil pada instrumen ini biasanya kecil sesuai dengan risikonya.
Deposito dibagi menjadi 2:
    • Deposito Berjangka
Investor menanamkan uang dalam jangka waktu pendek [biasanya tidak lebih dari 1 tahun], dan saat jatuh tempo akan menerima kembali dana yang diinvestasikan bersama dengan bunga/hasil investasinya. Pada portfolio/surat berharga tersebut tertera besar dana yang diinvestasikan, jangka waktu, nama nasabah/investor, serta besar bunga yang akan didapat pada saat jatuh tempo.

COO, the next CEO di masa depan


Oleh Elliot Simangunsong, Ph.D. (kontan)

Manajemen perusahaan umumnya dibagi menurut fungsi organisasi. COO, yang merupakan kependekan dari chief operating officer, memegang salah satu fungsi tersebut yaitu operasi bisnis. Pembagian tanggung jawab untuk masing-masing fungsi organisasi tersebut mendorong konsentrasi tugas pengelolaan dan pengawasan yang efektif.

Namun, pola manajemen organisasi berdasarkan fungsi ini telah menuai banyak kritik. Salah satunya dari Profesor Hammer dari MIT pada tahun 1990-an. Ia mengajukan konsep manajemen yang berorientasi proses lintas fungsi organisasi. Saat ini, manajemen perusahaan yang berorientasi proses telah banyak diadopsi dan diajarkan di sekolah-sekolah bisnis terkemuka di seluruh dunia.

Manajemen perusahaan yang berorientasi proses tentu membuat COO memegang peranan yang sentral dalam membangun daya saing perusahaan. Untuk itu perlu interpersonal dan leadership skill. Interpersonal skill diperlukan, karena dalam melakukan perubahan proses bisnis, seorang COO akan berhubungan dengan fungsi organisasi yang lain. Adapun leadership skill penting agar berani melakukan terobosan-terobosan yang besar.

Seorang COO juga harus mengerti proses bisnis di semua fungsi organisasi perusahaan. Pengetahuan ini menghidupkan proses komunikasi dan diskusi secara rasional sehingga memudahkan pengambilan keputusan.

Peranan COO seperti itu semestinya sudah diketahui oleh para profesional di bidang manajemen operasi. Cukupkah itu? Sepertinya tidak, karena sekarang ini terjadi transformasi dan tren baru manajemen operasi bisnis yang perlu dicermati oleh COO atau mereka yang memiliki keinginan menjadi COO.

Ke depan, kinerja operasi bisnis akan menjadi semakin penting sebagai pembeda strategi perusahaan. Strategi operasi akan semakin menekankan daya saing perusahaan melalui keunggulan operasi berbiaya rendah (leanness). Namun, mempunyai kemampuan operasi yang cepat tanggap dalam memenuhi keinginan customer yang bisa berubah tidak sesuai dengan prediksi (agility).

Kemampuan operasi bisnis ini, yang juga dikenal dengan leagile operations capability, menjadi kunci utama transformasi manajemen operasi bisnis perusahaan.


Tantangan manajemen

Tren manajemen operasi lain yang sedang berkembang adalah transparent operations. Ini dampak kemajuan teknologi informasi dan internet, yang memungkinkan perusahaan memiliki kompetensi operasional yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan.

Misalnya, dengan teknologi GPS, operator taksi Bluebird bisa memonitor pergerakan seluruh armadanya, dan memberikan fasilitas pada customer yang memesan taksi untuk mengetahui posisi terkini dari taksi pesanannya. Hal ini menciptakan keunggulan baru bagi Bluebird.

Contoh lain, customer yang membeli barang secara online dapat mengetahui secara live proses barang yang dipesan sejak transaksi sales order di penjual, handling, dan transportasi hingga pengantaran ke tempat tujuan.

Ke depan, transparansi operasi akan semakin meluas diaplikasikan sebagai strategi mendekati dan memenangkan customer. Bukan tidak mungkin, seorang yang inden mobil baru akan bisa mengkustomisasi dan memantau secara live mobil yang dipesannya, mulai dari proses perakitan di pabrik, pengiriman ke dealer, hingga serah terima dengan pembeli.

Di sisi lain, transparansi operasi juga mendorong perusahaan semakin berani mengalihdayakan proses bisnisnya. Perusahaan manufaktur semakin fokus pada pengembangan produk dan mencari perusahaan lain untuk proses manufaktur dan komponen disediakan oleh jaringan supply chain-nya.

Profesor Erkan Bayraktar mengatakan, fenomena transparansi operasi ini unik karena membalik teori klasik manajemen operasi. Sebelumnya, perusahaan cenderung menjaga kerahasiaan proses produksi dan mengawasi supplier secara ketat. Di sisi lain, komunikasi dengan customer dipercayakan pada distributor atau retailer.

Ke depan, perusahaan semakin banyak melakukan outsourcing proses bisnis namun semakin tersambung secara langsung dengan customer melalui layanan dan transparansi operasi. Dampaknya adalah perusahaan semakin melihat layanan produk menjadi sama pentingnya, bahkan bisa lebih penting, daripada produk jualannya.

Namun kemajuan teknologi informasi dan internet mendorong munculnya fenomena information overload yang diterima perusahaan. Padahal, integrasi informasi ke dalam rekayasa proses bisnis merupakan salah satu sumber utama dari penciptaan nilai tambah perusahaan.

Tantangan manajemen operasi di masa depan adalah merancang proses bisnis yang secara cepat dapat memilah, eliminasi informasi yang tidak relevan, dan analisis. Kemudian, menghasilkan informasi yang membuka peluang kompetitif perusahaan dalam menghadapi pergeseran pasar lokal ke global dan permintaan yang bergeser dari produk standar menjadi produk yang sesuai dengan kebutuhan customer.

Mengutip laporan DNA of the COO yang diterbitkan Ernst & Young di pengujung tahun 2012, chief operating officers (COOs) di masa depan akan mendapat toughest job dibandingkan dengan C-suite lain. Selain itu, transparansi operasi serta kemajuan teknologi informasi turut menambah peran COO dalam lingkungan perusahaan.

Artinya, ada peluang luar biasa bagi seorang COO untuk berperan lebih besar dalam mengeksploitasi pengetahuan dan pengalamannya untuk inovasi dan kontribusi strategik bagi penciptaan perusahaan yang unggul di masa depan. Ini sejalan dengan riset Ernst & Young yaitu jika dibandingkan dengan C-suite executives lain, seperti CFO dan CIO, akan semakin banyak COO yang memegang peran sebagai the next CEO di masa depan.

Investasi, Mengapa Harus Aktiva Keuangan?

Oleh : Hasan Zein Mahmud
Editor : Lahyanto Nadie (bisnis.com)

Personal Financial Planning, pada dasarnya merupakan siklus tanpa akhir dari empat tahapan utama: merencanakan income 'menyusun budget' memperkirakan saving' memanfaatkan saving secara optimal untuk tujuan meningkatkan income.

Kegiatan kegiatan seperti tax planning, rencana membeli rumah atau kendaraan, pembiayaan pendidikan, memperkirakan kebutuhan likuiditas mendadak, rencana menikah sampai pada estate planning, bagi saya masuk ke dalam dan merupakan bagian dari perencanaan bujet.

Untuk meningkatkan penghasilan, bagi seorang pegawai yang berpenghasilan tetap, misalnya, dapat dilakukan dengan melakukan kerja mandiri (self employment), melakukan investasi, atau memiliki usaha. Dari ketiga peluang di atas, investasi merupakan kegiatan yang paling mudah dilakukan.

Ada baiknya kalau kita mulai dengan pembatasan istilah investasi ini terlebih dahulu agar pembaca awam tidak tersesat. Di dataran makro ekonomi, investasi sering digambarkan sebagai pengadaan barang yang bukan untuk tujuan konsumsi, tetapi untuk meningkatkan kemampuan dan kapsitas prosuksi yang akan datang, seperti pembangunan sarana dan prasarana, penambahan skala pabrik atau pelatihan sumber daya manusia untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja.

Personal Financial Planning berbicara tentang investasi yang dilakukan oleh individu dan rumah tangga. Meminjamm Charles P. Jones (2007), investasi didefinisikan sebagai "the committment of funds to one or more asssets that will be held over some future time period for the purpose of increasing wealth".

Media investasi bisa berbentuk real asset, yaitu aktiva yang nilainya terletak pada fisiknya seperti emas, tanah, properti, lukisan dan semacamnya. Tapi juga--dan terutama--dalam bentuk aktiva keuangan yang bisa diperdagangkan (tradable financial assets) yang nilainya tidak terletak pada pisiknya, tetapi pada klaimnya. Contoh aktiva keuangan ini ini seperti sertifikat deposito, obligasi, saham, reksadana dan instrumen derivatif.

Sebagai objek investasi, aktiva keuangan memiliki berbagai keunggulan. Untuk mengambil contoh ekstrim bayangkan anda punya dua objek investasi: sebidang tanah (real asset) dan reksadana kontrak investasi kolektif (financial asset).
Pertama, aktiva keuangan lebih likuid. Untuk sementara istilah likuiditas ini kita batasi saja dalam arti aset dapat ditukarkan dengan mudah menjadi uang dan sebaliknya.

Kedua, adalah divisibility. Aktiva keuangan bisa dibagi ke dalam satuan satuan yang lebih kecil. Kalau Anda memiliki 1.000 unit reksadana saham, Anda dapat menjual beberapa unit setiap saat.

Sebaliknya kalau Anda memiliki satu hektare tanah dengan satu serifikat hak milik, Anda tidak dengan mudah menjual separo dari tanah milik Anda.

Ketiga, biaya transaksi pada aktiva keuangan, jauh lebih murah. Biaya transaksi meliputi beberapa komponen seperti biaya komisi, pajak, biaya administrasi dan spread. Kita sering mengabaikan fakta bahwa dari berbagai komponen itu, biaya spread merupakan biaya yang paling besar.

Sebagai ilustrasi, kalau saya membeli perhiasan emas di pasar hias rias Cikini, Jakarta Pusat, pada suatu pagi, dengan harga Rp500.000 per gram, dan sore hari, karena kebutuhan dana mendesak, saya menjualnya kembali di toko yang sama, pada saat harga emas di London masih tetap sama, toko emas yang menjanjikan untuk membeli kembali produknya, ternyata hanya bersedia membeli pada harga Rp450.000 per gram, dengan alasan biaya produksi.

Selisihnya kita sebut sebagai spread. Pada saham saham yang likuid, spread pada umumnya hanya satu tick (di BEI, sebesar fraksi harga saham tersebut), pada reksadana, manajer investasi akan membeli kembali unit anda pada nilai aktiva bersih per unit tanpa spread.

Sebagai gantinya manajer investasi akan membebanlan back end load sebesar rata-rata 1%, bahkan seringkali dibebaskan apabila Anda memegang reksadana tersebut lebih dari satu tahun.

Keempat, karena sifatnya yang likuid dan bisa dibagi, instrumen keuangan dapat digunakan untuk tujuan diversifikasi, yaitu menyebar dana Anda ke dalam berbagai objek investasi untuk tujuan mengurangi risiko. Tentang diversifikasi dan alokasi aset, insyaallah akan kita bahas pada kesempatan lain.

Pada kolom kali ini cukup diketahui bahwa diversifikasi dengan jumlah dana relatif terbatas hanya bisa dilakukan dengan menggunakan tradable financial assets. Saya sering bercanda dengan mahasiswa, dengan mengatakan bahwa bursa saham telah memungkinkan saya untuk memiliki berbagai perusahaan dengan jumlah uang yang terbatas.

Saya, misalnya, menjadi pemilik Bank Bukopin, karena memiliki sahamnya dalam portfolio saya. Bahwa pemilikan itu hanya 0,00000000....%, tokh tetap sebagai pemilik juga.

Kelima, kegiatan investasi, terlepas dari pengetahuan yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan yang rasional, merupakan pekerjaan yang paling gampang: tidak butuh tempat, bisa dilakukan dari mana saja sepanjang ada akses internet, tidak butuh pegawai, dan tidak butuh pembukuan.

Pagi hari, ketika (maaf) masih di kamar mandi saya bisa memasukkan order jual atau beli melalui alat komunikasi saya. Siang hari, sebelum berangkat ke luar kota, di bandara, saya bisa melihat apakah transaksi saya sudah terlaksana atau belum. Sore hari, di kota lain, setelah bursa tutup saya bisa memeriksa protfolio saya untuk mengetahui keuntungan dan kerugian saya pada hari itu, baik keuntungan/kerugian riil dari transaksi, maupun unrealized gain/loss akibat naik turunnya nilai saham dalam portfolio saya.

Tentu saja ada beberapa persyaratan minimal untuk dapat melakukan investasi di bursa saham. Saya menyebut persyaratan itu dengan DKW: duit, kemampuan dan waktu. Tentu saja dibutuhkan tabungan untuk dapat melakukan investasi.

Kalau Anda investor pemula, jangan coba coba melakukan investasi dengan dana pinjaman. Anda akan seperti bermain ski di es yang tipis. Beberapa perusahaan pialang bersedia menerima deposit awal dengan jumlah minimal Rp10 juta saja.

Tapi tolong dimengerti bahwa kalau dana anda hanya Rp10 juta, Anda hanya akan bisa bermain di saham-saham yang harganya rendah. Satu trading lot di BEI adalah 500 saham. Untuk saham Unilver, satu lot lebih mahal dari Rp10 juta.

Waktu tidak lagi menjadi kendala, karena kemajuan teknologi. Anda bisa melakukan transaksi kapan saja, sepanjang jam perdagangan, dan dari mana saja sepanjang anda dapat memperoleh akses ke internet. Secara global, transaksi saham berlangsung selama 24 jam (round clock). Dua jam sebelum BEI buka, - hanya beberapa saat setelah New York tutup, - Tokyo dan Hong Kong memulai perdagangannya. Sebelum BEI tutup, bursa bursa Eropa sudah memulai transaksinya, disusul oleh bursa bursa Amerika, dan seterusnya.

Satu-satunya yang tidak menyediakan jalan pintas adalah kemampuan. Anda harus nyebur dan dan bersedia tersedak sebelum Anda pandai berenang. Anda akan mengalami beberapa kegagalan sebelum indera keenam Anda memberikan sinyal jitu dalam mengambil keputusan investasi.

Tentu saja Anda bisa mempercayakan dana anda kepada propfesional, seperti manajer investasi. Tapi untuk mengerti bahasa dan prospektus mereka pun, Anda butuh belajar. Pada akhirnya kegiatan investasi merupakan spiral tanpa akhir dari BIBIBIBI: belajar, investasi, belajar investasi, dst.....




Prinsip Dasar Investasi Keuangan

Latar Belakang Investasi
Seiring dengan perkembangan dunia ekonomi global, setiap individu dituntut untuk melindungi aset dan pendapatanya dengan cara berinvestasi pada sebuah aset tertentu. 

Aset tertentu harus memenuhi beberapa kriteria berikut:
  •   Relatif aman
  •   Pertumbuhan aset diatas Inflasi
  •   Bisa dicairkan sewaktu waktu 

Contoh Laporan Keuangan Sesuai IFRS

Berikut adalah contoh laporan keuangan yang sesuai dengan IFRS.
TENTANG KAMI


BANGSA BOROS

Oleh : HASBULLAH THABRANY
Guru Besar Universitas Indonesia (Koran SI/Koran SI/ade)

Belum genap tiga bulan 2013 berjalan, kekhawatiran membengkaknya dana subsidi BBM sudah mengkhawatirkan banyak pihak. Dalam 10 tahun terakhir bangsa ini telah menghabiskan hampir Rp2.000 triliun untuk subsidi BBM.

Apa hasilnya? Tidak kelihatan. Uang itu telah menguap, antara lain dengan timbulnya kemacetan di berbagai kota, yang menimbulkan banyak kerugian lain. Sebaliknya, negeri ini tidak mendanai secara dengan cukup layanan wajib seperti kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur. Apakah bangsa ini begitu bodoh?

Tampaknya ketakutan politik yang berlebihan menyebabkan pemerintah terus merogoh dana rakyat untuk kepentingan politik partai-partai pemenang. Berbagai institusi akademik, tokoh nasional, dan tidak kurang Bank Pembangunan Asia telah mengingatkan bahwa subsidi BBM telah menyebabkan kapasitas fiskal untuk pembangunan infrastruktur dan investasi penduduk menjadi sangat minim.

Padahal, jika saja dana subsidi BBM digunakan untuk membangun jalan bebas hambatan dan rel kereta api, maka Aceh-Bali sudah tersambung. Jalan ini akan membuka pertumbuhan ekonomi dan tetap dapat digunakan 100 tahun ke depan.

Boros dan Tidak Mengena Sasaran

Subsidi BBM hanya dinikmati sekira 30-40 juta penduduk terkaya yang memiliki kendaraan bermotor dan pengusaha yang memiliki banyak kendaraan operasional. Artinya, setiap orang kaya tersebut mendapat Rp7,5 juta-Rp10 juta per tahun. Bandingkan dengan belanja Jamkesmas untuk 86,4 juta penduduk termiskin yang hanya sekira Rp8 triliun, hanya sekira Rp100 ribu per orang per tahun.

Sebuah rumah tangga paling miskin yang menerima dana Program Keluarga Harapan hanya menikmati paling banyak Rp2,4 juta per tahun. Itu pun dengan berbagai kewajiban yang harus dipenuhi. Sebaliknya, sebuah rumah tangga di kota besar yang memiliki tiga mobil dapat menerima Rp30 juta-Rp50 juta subsidi BBM per tahun.

Dengan harga pasar bensin premium dan solar sekira Rp9.000 per liter, sebuah perusahaan taksi yang memiliki 10 ribu armada dengan konsumsi premium 20 liter per hari dapat menikmati subsidi BBM Rp1 miliar per hari. Adilkah? Di Thailand rata-rata harga bensin dan solar di atas Rp10 ribu per liter. Di sana, tidak ada subsidi pemerintah untuk BBM. Rakyat tidak protes karena Pemerintah Thailand membayari iuran asuransi kesehatan bagi semua pekerja informal.
Ekonomi Thailand tumbuh baik. Produk-produk pertanian Thailand membanjiri pasar dunia, termasuk Indonesia. Sebaliknya, Indonesia yang memiliki tanah lebih subur, lebih luas, dan lebih banyak penduduknya tidak mampu menjual produk pertaniannya ke negara lain. Kita malah mengimpor banyak produk pertanian. Mengapa? Sebab, petani yang di negara lain banyak disubsidi, di Indonesia dibiarkan bersaing di pasar.

Jika saja subsidi BBM diganti dengan subsidi beras, petani padi dapat lebih produktif dan tidak ada rakyat yang kelaparan. Jika saja para petani atau koperasi petani diberi pinjaman tanpa bunga untuk membeli traktor, bibit unggul dan kebutuhan modal lain, maka Indonesia harusnya telah menjadi eksportir bahan makan.

Di negara maju, angkutan publik mendapat subsidi besar. Di Beijing, kita dapat naik kereta bawah tanah dengan harga sangat murah, sekira Rp3.000 dan jadwal yang menyenangkan. Di Jakarta, pembangunan angkutan massal (mass rapid transport/MRT) yang hanya memerlukan dana Rp15 triliun, terus tertunda-tunda. Pemerintah menghitung-hitung return on investment.

Aneh, sebab MRT adalah sistem transportasi publik yang bisa bertahan ratusan tahun. Imbal hasil utama (return) bukan pada kembalinya uang, tetapi pada kenyamanan dan ketepatan waktu publik pergi bekerja, sekolah, dan udara yang bersih dari polusi. Commuter line di Jabodetabek padat dan sumpek karena kekurangan gerbong . Angkutan kereta api yang di negara lain disubsidi besar, malah dituntut untuk didanai penuh dari karcis yang dijual.

Sementara angkutan pribadi yang di negara lain tidak disubsidi, di Indonesia mendapat subsidi besar. Maka, jalan di semua kota besar selalu macet, menimbulkan kerugian waktu dan polusi. Rakyat pun mudah sakit. Kemudian RS pemerintah menargetkan penerimaan rumah sakit dari rakyat yang telah dibuat sakit kebijakan pemerintah. Ini keanehan di dunia.

Pemikiran Linier

Dalam wawancara di radio Elshinta akhir tahun lalu, Presiden SBY menyatakan bahwa subsidi BBM masih diperlukan. "Jika subsidi dicabut, harga-harga akan naik dan hal itu membebani rakyat," begitu argumennya. Pemikiran linier seperti ini sangat dangkal. Seolah beban rakyat hanya untuk transportasi. Ya, memang jika harga BBM naik, maka beban biaya transportasi naik.

Namun beban biaya hidup dapat dikurangi dengan menghilangkan belanja kesehatan, pendidikan, transportasi (dengan transportasi publik yang nyaman) dan harga beras yang murah. Banyak negara maju di dunia menyubsidi petani, agar harga bahan pokok murah. Petani menerima harga gabah dua kali dari harga sekarang. Rakyat bukan petani membeli beras dengan harga separuh dari harga sekarang.

Seluruh rakyat butuh beras tiap hari. Subsidi beras (bukan hanya raskin alias beras untuk rakyat miskin) jauh lebih tepat. Kurangi beban transportasi rakyat di kota dengan angkutan publik dan naikkan pendapatan petani di pedesaan dengan subsidi harga gabah. Mengapa harus subsidi BBM? Tampaknya, para pengambil keputusan, termasuk pejabat politisi partai-partai oposisi tidak realistis.

Mengapa? Kemungkinan pertama, mereka memang bodoh dan lemah. Mereka tidak mampu berpikir jernih dan tidak punya "nyali" untuk bertindak yang benar. Tampaknya hal itu hampir tidak mungkin. Kedua, mereka terjebak pada kebijakan populis untuk mempertahankan kedudukan. Tampaknya hal ini lebih mungkin. Tetapi, apakah hal itu bukan sebuah tindakan pembenaran korupsi tidak langsung? Menggunakan dana publik yang begitu besar, untuk kepentingan politik pencitraan? Mengapa sebagian besar rakyat berdiam diri?

MEMULAI RISET KEUANGAN DAN AKUNTANSI PASAR MODAL (V)


POPULASI:
sekumpulan entitas yang lengkap terdiri dari:
  • Orang
  • Kejadian
  • Benda ---àkarakteristik yang umum
  • Tersusun  atas elemen-elemen
Sampel adalah bagian dari populasi
Sampling: proses pemilihan sejumlah elemen dari populasi sehingga dapat memperkirakan sifat atau karakteristik dari populasi.

MEMULAI RISET KEUANGAN DAN AKUNTANSI PASAR MODAL (IV)


Tentukan topik/tema yang akan diteliti
  • Mengapa hal itu terjadi
  • Bagaimana hubungannya
  • Baca riset ilmiah terakhir  melalui journal ilmiah sesuai tema yang akan ditelitià menemukan posisi akhir ide penelitian
 Tentukan jenis  penelitian/metode riset yang  ditempuh:
  • Studi kasus
  • Survai
  • Correlation study
  • Eksperimen.
  • Trend

Sudah Benarkah Pengisian SPT OP Anda?

Oleh : Afdal Zikri Mawardi, Partner Konsultan Pajak MUC Consulting Group

Akhir Maret sebagai batas waktu penyampaian SPT Tahunan Orang Pribadi benar-benar tinggal dalam hitungan hari. Oleh karena itu, idealnya saat ini Wajib Pajak Orang Pribadi mulai mempersiapkan diri untuk mengisi SPT Tahunan, meski terdapat perpanjangan waktu penyampaian SPT Tahunan. Sehingga, penyampaian SPT tidak melampaui batas waktu yang telah ditentukan.

Langkah pertama yang perlu dilakukan untuk mengisi dan menyampaikan SPT Tahunan tentunya adalah memilih SPT Tahunan yang tepat. Boleh jadi karena perubahan kondisi keuangan, jenis SPT yang harus disampaikan Wajib Pajak di tahun ini berbeda dari tahun lalu. Oleh karena itu Wajib Pajak perlu mencermati kondisi keuangannya, lalu menentukan SPT yang sesuai dengan kondisi itu berdasarkan ketentuan perpajakan yang terkini.

Hingga saat ini, masih terdapat 3 (tiga) jenis SPT Tahunan PPh Orang Pribadi (selanjutnya disebut SPT), yaitu Formulir 1170, 1770S, dan 1770SS. Sebagaimana diinformasikan dalam Peraturan Dirjen Pajak No. PER-34/PJ/2009 yang telah diubah dengan PER-66/PJ/2009, peruntukkan masing-masing SPT-SPT tersebut adalah:

Formulir 1770 untuk Wajib Pajak orang pribadi yang menjalankan usaha/pekerjaan bebas. Adapun yang dimaksud dengan Wajib Pajak orang pribadi yang menjalankan pekerjaan bebas adalah pengacara, aktuaris, konsultan, penilai, akuntan, notaris, dokter, dan arsitek.;

Formulir 1770S untuk Wajib Pajak orang pribadi yang bekerja di satu atau lebih pemberi kerja dengan penghasilan bruto di atas Rp60 juta/tahun;

Formulir 1770SS untuk Wajib Pajak orang pribadi yang bekerja di satu pemberi kerja dengan penghasilan bruto tidak lebih dari Rp60 juta/tahun dan tidak memiliki penghasilan lain, kecuali penghasilan berupa bunga bank dan/atau koperasi.

Benar, Lengkap dan Jelas

Setelah menentukan jenis SPT yang tepat, langkah selanjutnya yang perlu dilakukan adalah mengisi SPT itu sendiri. Pengisian SPT pada dasarnya merupakan suatu hal yang mudah. Dalam hal ini Wajib Pajak hanya perlu memastikan bahwa SPT yang diisi telah benar, lengkap dan jelas.

1. Benar

SPT dikatakan benar jika perhitungannya sudah benar, termasuk benar dalam penerapan ketentuan perundang-undangan perpajakan, benar dalam penulisan, dan sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Misalnya, apakah penghasilan yang dilaporkan sudah sesuai dengan keadaan yang sebenarnya atau belum? Dan apakah penghitungan pajak yang terutang atas penghasilan yang dilaporkan telah benar atau belum berdasarkan ketentuan perpajakan yang berlaku?
Lalu ketika kita sudah memastikan bahwa SPT yang diisi telah benar secara material, kita juga harus memastikan bahwa SPT yang juga benar secara formal. Misalnya, sudah sesuaikah identitas yang tertera pada bukti-bukti potong dengan identitas pada kartu NPWP? Jika tidaksesuai, bukti potong (Formulir 1721-A1 atau bukti potong yang lain) yang tersedia dapat tidak diakui sebagai kredit pajak yang notabene berfungsi mengurangi PPh akhir tahun.

2. Lengkap

SPT dikatakan lengkap jika telah memuat semua unsur yang berkaitan dengan objek pajak dan unsur-unsur lain yang harus dilaporkan dalam SPT. Adapun yang dimaksud dengan unsur-unsur lain di sini termasuk penghasilan yang tidak termasuk objek pajak, penghasilan yang dikenakan PPh Final, kekayaan, kewajiban, dan keterangan-keterangan lainnya.

Sebagian Wajib Pajak cukup memahami bahwa seluruh penghasilan yang merupakan objek pajak harus dilaporkan dalam SPT. Yang seringkali dilupakan adalah melaporkan penghasilan yang bukan objek pajak seperti warisan atau hibah dari orang tua dan penghasilan yang telah dikenakan PPh Final. Memang benar kedua jenis penghasilan tersebut tidak mempengaruhi besarnya pajak terutang. Meski demikian, penghasilan-penghasilan tersebut tetap wajib dilaporkan pada SPT. Karena jika tidak dilaporkan, atas kekayaan yang bersumber dari penghasilan yang bukan objek pajak atau dikenakan PPh Final dapat dianggap bersumber dari penghasilan yang dikenakan pajak.

Kemudian, Wajib Pajak perlu melakukan rekonsiliasi pendapatan dengan kekayaan dan kewajiban serta penghitungan menggunakan pendekatan biaya hidup. Hal ini untuk mengetahui secara dini tingkat kewajaran dari penambahan harta Wajib Pajak.

3. Jelas

SPT dikatakan jelas jika telah melaporkan asal-usul atau sumber dari objek pajak dan unsur-unsur lain yang harus dilaporkan dalam SPT. Contohnya jika Wajib Pajak melaporkan sejumlah aset dalam kelompok daftar harta, Wajib Pajak harus menjelaskan saat perolehan aset beserta nilai perolehannya. Dan jika aset tersebut diperoleh secara kredit, Wajib Pajak sebaiknya mencantumkan klausul ‘kredit’ pada kolom keterangan yang tersedia pada daftar harta. Kemudian bersamaan dengan hal ini, Wajib Pajak perlu menginformasikan saldo hutang.

Wajib Pajak juga perlu menjelaskan apakah penghasilan yang diterima atau diperolehnya merupakan penghasilan yang dikenakan PPh Final atau tidak. Sehingga dapat diketahui dengan jelas asal-usul objek pajak. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, penghasilan yang dikenakan PPh Final tidak mempengaruhi pajak terutang atau penghitungan ulang tidak perlu dilakukan.

Tips Pengisian SPT

Setelah menentukan jenis formulir SPT yang benar dan menyadari pentingnya mengisi SPT secara akurat, lengkap, dan jelas, hal berikut patut untuk diperhatikan:

a. Segera dapatkan bukti potong

Dengan segera mendapatkan bukti potong, Wajib Pajak dapat segera mengecek kebenaran dari informasi yang tertera pada bukti potong tersebut. Contohnya, NPWP, jumlah dan jenis penghasilan, serta PTK. Seandainya tidak benar, Wajib Pajak masih memiliki waktu untuk meminta pembetulan.

Hal lainnya adalah Wajib Pajak dapat memaksimalkan pengkreditan pajak atas penghasilan yang telah dipotong sebelum pelaporan SPT. Pengkreditan bukti potong yang sudah benar namun diterima setelah pelaporan SPT hanya dapat dilakukan dengan pembetulan SPT. Namun hal ini sudah barang tentu akan mengakibatkan kelebihan pembayaran pajak.

b. Maksimalkan jumlah tanggungan dengan menyesuaikan pada kondisi awal tahun

Seringkali, jumlah PTKP yang diperhitungkan pemotong pajak lebih kecil dari jumlah PTKP maksimal yang dapat diperhitungkan oleh Wajib Pajak. Hal ini antara lain disebabkan PTKP yang diperhitungkan oleh pemotong pajak bukanlah PTKP yang sesuai dengan keadaan di awal tahun. Oleh karena Wajib Pajak perlu meng-up date jumlah tanggungan karena erat kaitannya dengan jumlah PTKP yang merupakan hak Wajib Pajak dan untuk menjaga kesesuaian antara bukti potong yang diperhitungkan oleh pemotong pajak dan SPT yang dilaporkan;

c. Jangan lupa lampiri laporan keuangan serta keterangan lain

Wajib Pajak orang pribadi yang menjalankan usaha/pekerjaan bebas dengan peredaran bruto setahun tidak lebih dari Rp4,8 Milyar setahun dapat memilih menggunakan NPPN (Norma Penghitungan Penghasilan Neto) untuk menghitung penghasilan netonya. Untuk Wajib Pajak ini hanya perlu melampirkan pencatatan peredaran bruto selama setahun. Sedangkan Wajib Pajak orang pribadi yang menjalankan usaha/pekerjaan dan tidak menggunakan NPPN, wajib melampirkan laporan keuangan.

d. Jangan lupa perjanjian atas pinjaman yang pernah dilakukan

Untuk transaksi pinjaman dimana Wajib Pajak bertindak sebagai debitur atau kreditur, transaksi ini perlu diiringi dengan perjanjian atau dokumentasi tertulis. Hal ini penting untuk dilakukan agar Wajib Pajak yang berperan sebagai debitur memiliki bukti yang kuat dalam menjelaskan penggunaan dananya. Di sisi lain saat berperan sebagai kreditur, Wajib Pajak dapat menjelaskan asal muasal diperolehnya dana.

e. Hindari penggunaan rekening bank untuk menerima uang titipan dari pihak lain

Usaha ini penting untuk menghindari permasalahan yang dapat timbul pada saat pemeriksaan pajak. Dalam pemeriksaan pajak, aparat pajak dapat beranggapan bahwa semua penerimaan uang dalam rekening koran adalah penghasilan. Oleh karena itu jika Wajib Pajak menerima uang titipan dari pihak lain atau penerimaan lain di luar penghasilan, Wajib Pajak harus melakukan pembuktian.

f. Hindari penggunaan nama untuk kepemilikan aset pihak lain

Seperti tips sebelumnya, tips yang satu ini penting untuk menghindari permasalahan yang sangat mungkin timbul pada saat pemeriksaan pajak. Jika aparat pajak menemukan adanya dokumen kepemilikan aset yang mencantumkan nama Wajib Pajak yang sebenarnya bukan milik Wajib Pajak, aparat pajak dapat beranggapan bahwa Wajib Pajak belum melaporkan seluruh penghasilan yang diperoleh.

Atas semua isu yang telah dibahas sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa ketidaktepatan dalam pengisian dan pelaporan SPT dapat menimbulkan lebih bayar atau kurang bayar atau bahkan sanksi, dan karenanya Wajib Pajak perlu memberikan perhatian penuh atas hal tersebut. Kurang bayar akan dikenakan sanksi 2% per bulan (maksimal 48 persen) sementara keterlambatan pelaporan dikenakan denda sebesar Rp100 ribu per SPT

Menyiapkan SPT, bagi sejumlah Wajib Pajak, mungkin bukan hal yang mudah untuk dilakukan sendiri. Karenanya menjadi bijaksana untuk bertanya dan meminta bantuan kepada orang yang tepat, misal jasa konsultan pajak, sebagai kuasanya. Saat memutuskan hal ini, jangan lupa sertakan surat kuasa yang sesuai dengan peraturan pajak yang berlaku agar SPT yang disampaikan tidak dianggap sebagai SPT yang tidak lengkap.