Welcome to Tax and Accounting Service - The Right Partner For Your Business
Contact : Phone 0821-2566-2195 Wa 0821-2566-2195 Mei 2018

AKUNTANSI WAKAF

PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN 112
AKUNTANSI WAKAF

DITERBITKAN IKATAN AKUNTAN INDONESIA

Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan 112: Akuntansi Wakaf terdiri atas paragraf 01-57.
Seluruh paragraf dalam Pernyataan ini memiliki kekuatan mengatur yang sama. Paragraf
yang dicetak dengan huruf tebal dan miring mengatur prinsip-prinsip utama. Pernyataan ini
harus dibaca dalam konteks Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan
Syariah. Pernyataan ini tidak wajib diterapkan pada unsur yang tidak material.

PENDAHULUAN
Tujuan
01. Pernyataan ini bertujuan untuk mengatur pengakuan, pengukuran, penyajian, dan pengungkapan transaksi wakaf.

Pemeriksaan Pajak


PMK-82/PMK.03/2011
Perubahan PMK 199/PMK.03/2007 tentang Tata Cara Pemeriksaan Pajak



UMUM


Perubahan:
Ketentuan Pasal 1 angka 1, angka 13, angka 17, dan angka 19 diubah, dan ketentuan angka 18 dihapus



Tim Quality Assurance Pemeriksaan adalah tim yang dibentuk oleh Direktur Jenderal Pajak dalam rangka membahas hasil Pemeriksaan yang belum disepakati antara Pemeriksa Pajak dan Wajib Pajak dalam Pembahasan Akhir Hasil Pemeriksaan guna menghasilkan Pemeriksaan yang berkualitas

Sengketa Transfer Pricing

Berikut bagian terakhir dari tulisan tentang transfer pricing. Membahas tentang sengketa transfer pricing di Indonesia.

Pemeriksaan Transfer Pricing

Bagian ketiga dari serial tulisan mengenai transfer pricing kali ini membahas tentang pemeriksaan tranfer pricing di Indonesia. Semoga bermanfaat

Akuntansi Keuangan


AKUNTANSI KEUANGAN




I.            Pengertian Akuntansi

Akuntansi adalah suatu proses merangkum, menganalisa, dan melaporkan suatu transaksi keuangan. Akuntansi Keuangan adalah merupakan salah satu bagian dari akuntansi yang berhubungan dengan penyajian laporan keuangan perusahaan kepada pihak eksternal.

II.            Macam Standar Akuntansi

1.         Standar Akuntansi Keuangan (SAK) merupakan suatu kerangka dalam prosedur pembuatan laporan keuangan agar terjadi keseragaman dalam penyajian laporan keuangan. SAK adalah hasil perumusan Komite Prinsipiil Akuntansi Indonesia pada tahun 1994 menggantikan Prinsip Akuntansi Indonesia tahun 1984.

Perkembangan Transfer Pricing Sejak 1983 - 2106

Berikut lanjutan dari tulisan sebelumnya tentang transfer Pricing di Indonesia. Dijelaskan secara lebih spesifik milestone nya.

TRANSFER PRICING DI INDONESIA

Beikut adalah artikel terkait perkembangan tranfer pricing di Indonesia bagian pertama. Isu telah menjadi bahan bahasan yang menarik sejak lama. Namun belum begitu jelas juga penampakannya bagi praktisi perpajakan.

Semoga tulisan ini menambah khazanah terkait transfer pricing, khususnya di Indonesia
Dasar Hukum (Legal Basis)
• Ada 2 alternatif pendekatan yang digunakan untuk membagi laba diantara perusahaan yang tergabung dalam Multinational Company (MNC):

a)Arm’s Length Principle
b)Non Arm’s Length Principle (Global Apportionment Approach)

• OECD countries dan banyak negara di dunia menganut Arm’s Length Principle
• Indonesia juga menganut pendekatan Arm’s Length Principle (Prisip Kewajaran dan Kelaziman Usaha)

Teori Sinyal (Signalling Teory)

Signalling Theory atau teori sinyal adalah teori yang dikembangkan oleh (Ross, 1977). Teori ini menyatakan bahwa pihak eksekutif perusahaan memiliki informasi lebih baik mengenai perusahaannya akan terdorong untuk menyampaikan informasi tersebut kepada calon investor agar harga saham perusahaannya meningkat. Hal positif dalam signalling theory atau teori sinyal adalah dimana perusahaan yang memberikan informasi bagus akan membedakan mereka dengan perusahaan yang tidak memiliki “berita bagus”. Perusahaan ini  menginformasikan pada pasar tentang keadaan mereka, sinyal tentang bagusnya kinerja masa depan. Sedangkan sinyal yang diberikan oleh perusahaan yang kinerja keuangan masa lalunya tidak bagus tidak akan dipercaya oleh pasar (Wolk dan Tearney dalam Dwiyanti, 2010).

Sejarah Simposium Nasional Akuntansi

Sejarah

Sejarah Simposium Nasional Akuntansi (SNA) diawali dengan diselenggarakannya SNA I di Universitas Gajah Mada, Yogyakarta pada tahun 1997. SNA I itu dipelopori oleh Ketua IAI KAPd Bapak Prof. Dr. Zaki Baridwan dan beberapa dosen akuntansi UGM. Paska SNA I tahun tersebut, SNA secara rutin diselenggarakan setiap tahun hingga kini. SNA secara tradisi dilakukan di kampus dan berganti setiap tahun pada universitas di seluruh Indonesia. Hal ini menjadi keunikan dari  SNA itu sendiri. SNA menjadi sarana yang menarik bagi peneliti akuntansi untuk mengenal lebih siapa atau universitas yang menjadi tuan rumah. Acara ini juga menjadi ajang mengenal keragaman budaya, dan keindahan alam di seluruh tanah air. 

Mengenal Transfer Pricing

Dalam perpajakan dan akuntansi, transfer pricing mengacu pada aturan dan metode untuk transaksi harga di dalam dan antara perusahaan di bawah kepemilikan atau kontrol yang sama. Karena potensi transaksi lintas batas yang dikendalikan dapat mendistorsi pendapatan kena pajak, otoritas pajak di banyak negara menyesuaikan harga transfer intra-grup dengan menyamakan nilainya dengan bila bertransaki dengan perusahaan yang tidak satu grup dengan prinsip arm's length (prinsip arm's-length). OECD dan Bank Dunia merekomendasikan aturan penetapan harga intragroup berdasarkan prinsip arm's length, dan 19 dari 20 anggota G20 telah mengadopsi langkah-langkah serupa melalui perjanjian bilateral dan legislasi domestik, peraturan, atau praktik administratif. 

Akuntansi Pajak di Amerika Serikat

Akuntansi pajak AS mengacu pada akuntansi untuk keperluan pajak di Amerika Serikat. Tidak seperti kebanyakan negara lain, Amerika Serikat memiliki seperangkat prinsip akuntansi yang komprehensif untuk tujuan pajak, yang ditentukan oleh undang-undang pajak, yang terpisah dan berbeda dari Prinsip Akuntansi yang Umumnya Diterima.

Aturan dasar
Internal Revenue Code mengatur penerapan akuntansi pajak. Bagian 446 menetapkan aturan dasar untuk akuntansi pajak. Akuntansi pajak berdasarkan bagian 446 (a) menekankan konsistensi untuk metode akuntansi pajak dengan referensi ke akuntansi keuangan yang diterapkan untuk menentukan metode yang tepat. Wajib pajak harus memilih metode akuntansi pajak menggunakan metode akuntansi keuangan pembayar pajak sebagai titik referensi

Etika Dalam Akuntansi

Sifat akuntansi menetapkan posisi kepercayaan yang unik dalam kaitannya dengan klien, pengusaha dan masyarakat umum, yang mengandalkan penilaian profesional dan nasihat akuntan dalam membuat keputusan keuangan/manajerial. 'Mereka memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa tugas mereka dilakukan sesuai dengan nilai-nilai etika kejujuran, integritas, obyektifitas, perhatian, kerahasiaan, dan komitmen untuk kepentingan publik dibanding kepentingan sendiri. '