MEDSOS MANUSIA DIGITAL

MEDSOS MANUSIA DIGITAL

Dr. Arief Munandar | Founder peopleshift

Hidup di era digital memang menantang. Apalagi bagi para digital migrants, generasi X dan sebelumnya.  Teknologi digital terus mencatat lompatan-lompatan eksponensial. Kerap kita tergopoh-gopoh untuk mengikuti dan menyesuaikan diri. Teknologi baru membuka pintu yang lebar bagi para penantang yang menyerang incumbent dengan model bisnis anyar yang super kompetitif. Kemapanan dan kestabilan menjadi kosa kata usang yang lenyap dari kamus bisnis.

Salah satu anak kandung teknologi digital yang ikonik adalah media sosial. Kita punya dunia baru yang berhimpit dengan dunia fisik yang dijalani sehari-hari. Inilah perwujudan nyaris sempurna dari teori hiperrealitas yang digagas Baudrillard dan kawan-kawan sekian tahun lalu. Kecanggihan teknologi membuat masyarakat era postmoderen tak mampu memilah realita dari simulasi tentang realita. Bauran antara yang nyata dan yang maya sedemikian mulus, sehingga tak terlihat lagi batasnya.

Medsos membuat hidup hampir setiap orang menjadi buku yang terbuka. Pikiran dan perasaan tak lagi terkunci di ruang-ruang pribadi. Bahkan yang terliar dan teraneh sekalipun berlompatan dengan bebas di layar gadged kita. Banyak orang tampil sebagai sosok yang sangat berbeda di medsosnya. Jangan tanya mana yang sungguhan, manapula yang rekaan, yang di dunia fisik, atau yang di medsos. Sangat mungkin yang bersangkutan bingung menjawabnya, karena baginya kedua dunia tersebut sama-sama realita. Kalau sudah begini, siapa bisa menjawab, sejatinya medsos adalah tulah atau berkah?

□■□■□■□■□■□■□■□■□

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Grand Theory

Jurnal Gaji, Tunjangan, BPJS dan Potongan

Bagaimana mengetahui Efek Dari Overstated dan Understated di Akuntansi