Postingan

Menampilkan postingan dengan label Aktiva Tidak Berwujud

Revaluasi Aset Tetap Tak Berwujud

Gambar
            Aset tak berwujud didefinisikan dalam paragraf 8 PSAK 19 (Revisi 2010) sebagai aset nonmoneter teridentifikasi tanpa wujud fisik. Ada tiga karakteristik mendasar untuk bisa menentukan apakah pengeluaran sumber daya maupun penciptaan liabilitas yang dilakukan oleh entitas dalam perolehan, pengembangan, pemeliharaan atau peningkatan sumber daya tak berwujud dapat dikategorikan sebagai aset tak berwujud. Ketiga karakteristik mendasar tersebut adalah:

Pengertian AMORTISASI

Gambar
Amortisasi Amortisasi - Didalam Ilmu Akuntansi mengenal dengan yang namanya suatu penurunan nilai atau penyusutan dari sebuah aset yang mempunyai umur ekonomis yang lama. Aset yang mempunyai umur ekonomis lumayan lama adalah Aset Tetap dan Aset Tidak Berwujud. Contoh Aset Tetap misalnya Tanah, Bangunan, Mesin, kendaraan dan yang lainnya dan contoh dari Aset Tak Berwujud adalah Hak Paten, Merk Dagang, Goodwill dan yang lainnya. Semua Aset tersebut memiliki umur ekonomis dan mengalami penurunan nilai tiap saat. Nah penurunan nilai didalam Pengertian Akuntansi di kenal sebagai Penyusutan (depresiasi) untuk Aset Tetap dan Amortisasi (amortization) untuk Aktiva Tidak Berwujud. Amortisasi Depresiasi merupakan alokasi secara sistematis jumlah nominal yang bisa disusutkan atas suatu aset tetap selama masa manfaatnya (umur ekonomis) aset tersebut. dan sedangkan Pengertian Amortisasi adalah suau penurunan atau pengurangan nilai suatu Aktiva tidak berwujud secara bertahap dalam rentan...

Amortisasi Goodwill, Perlukah?

Gambar
Perlukah Amortisasi Goodwill? Sebenarnya postingan kali ini adalah saya ingin bertanya saja, mencoba mengeluarkan unek - unek tentang Amortisasi Goodwill, atau penyusutan aset tak berwujud. Dulu, (tidak tau sekarang aturannya seperti apa) amortisasi goodwill ini ramai diperdebatkan, apakah perlu diterapkan atau tidak, di luar, IFRS maupun IAS memutuskan untuk tidak membolehkan penerapan  amortisasi goodwill dan menggantinya dengan  impairment (revaluasi goodwill) dan indonesia masih memakai perlakuan AMORTISASI untuk goodwill dengan menggunakan metode garis lurus. Amortisasi Goodwill Goodwill merupakan aset tak berwujud yang paling lain, paling tidak memiliki wujud, goodwill hanya akan terjadi apabila ada transaksi strategis semisal akuisisi atau merger dengan perusahaan lain. goodwill merupkan aset tak berwujud yang sulit untuk diukur secara handal. manfaatnya ada di masa mendatang, seperti "nama besar", tingkat ke-strategis-an produk atau perusaha...

Definisi Goodwill Dalam Akuntansi

Gambar
Pengertian Goodwill Sudah pernah dengar nama goodwill? goodwill berasal dari bahasa batak, good yang berarti baik dan will yang berarti akan, jadi goodwill adalah berarti "akan baik". itu Definisi Goodwill yang paling dapat diterima ngawurnya. Goodwill adalah bagian Aset dalam neraca keuangan perusahaan, diklasifikasikan kedalam aset tak berwujud yang muncul pada saat terjadi akuisisi suatu entitas bisnis terhadap entitas bisnis yang lain. timbulnya goodwill ketika pembayaran (pembelian) atas perusahaan lain dengan harga diatas harga pasar aset bersih (nilai buku). selisih yang timbul inilah yang dinamakan Goodwill. dengan kata lain Goodwill merupakan representasi angka yang lebih besar dari nilai buku yang dibayarkan suatu entitas untuk bisa mendapatkan entitas lain. Pengertian Goodwill Misalnya Perusahaan A ingin membeli perusahaan B untuk ekspansi usahanya, perusahaan B memiliki total Aset sebesar Rp 1.000, total Liabilitas: Rp 350 dan total Equity ...

Pengertian Aktiva Tidak Berwujud | Intangible Assets

Gambar
Pengertian Aktiva Tak Berwujud Setelah posting tentang Aktiva Lancar (current assets) dan Aset Tetap (fixed assets), kali ini saya akan posting mengenai jenis aset yang lainnya, aset tak berwujud atau menurut bahasa maduranya intangible assets. PSAK mendefinisikan: Aktiva Tak Berwujud merupakan aktiva non moneter yang bisa diidentifikasi, tidak memiliki wujud fisik secara yata serta dimiliki guna menghasilkan maupun menyerahkan barang dan jasa, disewakan ataupun hanya bertujuan administrasi. aktiva tidak berwujud Didalam akuntansi, diakuinya sebuah aktiva tak berwujud apabila: Perusahaan berpotensi akan mendapatkan manfaat ekonomi dimasa yang akan datang dari aset tersebut Biaya biaya dalam perolehannya bisa diukur dengan handal Aktiva tak berwujud diakui sebesar harga perolehan. kemudian pada periode selanjutnya dilaporkan sebesar nilai tercatatnya. dalam menentukan besaran harga perolehan tergantung oleh bagaimana cara perolehan aktiva tak berwujudnya....