Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2014

9 Inspirasi Menciptakan Peluang Usaha

Banyak orang yang ingin berwira-usaha, ada yang sudah siap modal dan perencanaan yang njlimet, ada yang baru sekedar gagasan aja. Namun, ada yang punya uang tapi bingung mau ngapain, dan mulai dari mana. Banyak usahawan sukses karena kelihaian dalam memulai dan memperluas usaha. Berikut 9 cara yang sering mereka pakai, dan berhasil atau tidaknya tergantung upaya dan do’a kita. Meski begitu, ini bisa di jadikan wacana alternatif sebelum memulai usaha, dan menjadikannya refrensi: 1. Penuhi Kebutuhan Konsumen Ini merupakan cara buka usaha yang paling umum. Jika di sekita rumah ada yang butuh jasa binatu, warnet, lauk matang, rental computer, kursus, dll, buka usaha sesuai kebutuhan mereka. Kuncinya, penuhi kebutuhan konsumen, lalu berikan produk dan layanan terbaik. Usaha berdasarkan kebutuhan adalah prinsip semua jenis usaha. 2. Jual Keunikan Jika kita lumayan kreatif dan inovatif, pasti banyak hal yang bisa di kreasikan. Banyak usaha baru dimulai dari penemuan produk baru, teknologi, s...

WAWANCARA FUAD RAHMANY, DIREKTUR JENDERAL PAJAK : KAMI DIBIARKAN TETAP KECIL

KABAR dari seberang telepon membuat suara Fuad Rahmany agak meninggi. "Makanya kalian undang saya dong agar saya bisa menjelaskan bahwa masalah ini penting," kata Direktur Jenderal Pajak tersebut. Malam itu, Senin dua pekan lalu, seorang anggota par- lemen mengabarkan bahwa Panitia Kerja Komisi Keuangan dan Perbankan Dewan Perwakilan Rakyat sedang menuntaskan pembahasan awal Rancangan Undang-Undang Perbankan. Hasilnya, Panitia Kerja menyepakati data rekening perbankan bisa dimanfaatkan Direktorat Jende­ral Pajak untuk kepentingan pemeriksaan. Sekilas, revisi undang-undang yang diusulkan Dewan tersebut bakal memberi angin segar bagi otoritas pajak. Undang-Undang Ketentuan Umum Perpajakan sebenarnya telah mengatur soal pemanfaatan data perbankan untuk kepentingan perpajakan. Namun pemeriksa pajak tak serta-merta bisa menerapkannya karena Undang-Undang Perbankan lama menjamin kerahasiaan data per­bankan. Praktis, kantor pajak hanya bisa memanfaatkan data per­bankan ketika mengu...

EKSISTENSI AKUNTAN DALAM ERA ASEAN ECONOMIC COMMUNITY (AEC) 2015

Gambar
Oleh Dr. H. Harry Suharman, SE., MA., Ak., CSRS. Disampaikan pada Kuliah Umum Program Magister Akuntansi Universitas Pancasila Jakarta, 22 Februari 2014 Akuntan dan ASEAN Economic Community (AEC) 2015  Empat Pilar AEC 2015 ASEAN sebagai psr tunggal dan berbasis produksi tunggal yang didukung dengan elemen aliran bebas barang, jasa, investasi, tenaga kerja terdidik dan aliran modal yang lebih bebas; ASEAN dengan kawasan yang berdaya saing ekonomi tinggi, dengan elemen peraturan kompetisi, perlindungan konsumen, hak atas kekayaan intelektual, pengembangan infrastruktur, perpajakan dan e-commerce;

Aktiva Tetap - Perbedaan antara IFRS dan US GAAP

Ringkasan berikut bertujuan untuk menyoroti perbedaan utama dan persamaan antara isu-isu akuntansi antara IFRS dan US GAAP:

IAS 29 : Identifikasi item moneter dan non - moneter

Isu Item moneter tidak boleh disajikan kembali karena mereka sudah dinyatakan dalam satuan moneter saat ini pada tanggal neraca [IAS29R.12]. Beberapa item non-moneter yang dicatat dengan nilai saat ini pada tanggal neraca , seperti nilai realisasi bersih dan nilai pasar, sehingga mereka tidak disajikan kembali . Semua aset dan kewajiban non-moneter lainnya disajikan kembali [IAS29R.14] .

IAS 7

Pernyataan Arus Kas – Pengungkapan Total Bunga Dibayar IAS 7.31 mensyaratkan bahwa arus kas yang berasal dari bunga dan dividen yang diterima dan dibayarkan diklasifikasikan secara terpisah di bawah aktivitas yang sesuai dengan asal atau nature mereka.  Selain itu, IAS 7,32 mengharuskan jumlah total bunga yang dibayar selama suatu periode diungkapkan dalam Laporan Arus Kas.

IAS 18

Pertukaran Barang dan Jasa Berdasarkan IAS 18 , ketika barang atau jasa dipertukarkan atau ditukarkan dengan barang atau jasa yang bersifat sama dan nilainya juga sama, pertukaran tersebut tidak dianggap sebagai transaksi yang menghasilkan pendapatan. Standar catatan pertukaran komoditas seperti minyak atau susu, di mana pemasok saling melakukan pertukaran atau swap persediaan di berbagai lokasi untuk memenuhi permintaan secara tepat waktu di lokasi tertentu adalah contoh dari hal  ini. Terdapat alasan yang sama juga di balik pertukaran kapasitas di sektor telekomunikasi.

7 Rahasia Sukses Berbisnis ala Orang Jepang

Jepang merupakan salah satu negara di Asia dengan kemajuan ekonomi yang sangat pesat. Meskipun Jepang pernah mengalami kekalahan di Perang Dunia II tahun 1945 atas dibomnya kota Hiroshima dan Nagasaki, namun tetap bisa bangkit dan berkembang menjadi negara yang maju. Bahkan, sekarang Jepang menjadi salah satu negara yang diperhitungkan di dunia. Kemajuan teknologi Jepang menghasilkan produk yang canggih dan bernilai tambah tinggi. Bahkan produk teknologi Jepang di Indonesia sangat mendominasi dan bisa ditemui dengan mudah. Lalu apa kira-kira yang membuat Jepang bisa maju? Menurut buku Rahasia Bisnis Orang Jepang karya Ann Wan Seng ada beberapa sebab yang membuat negara Jepang bisa maju dan menjadi pelopor teknologi hingga saat ini. 1) Watak Masyarakat Jepang dikenal sebagai orang kejam dan tamak. Hal itu sebenarnya bukanlah kepribadian bangsa Jepang seutuhnya. Mereka hanya ingin berusaha mewujudkan keinginannya untuk menjadi negara penguasa di dunia. Kepribadian bangsa Jepang yang sebe...

Perbedaan antara IFRS dan US GAAP : Persediaan

Ringkasan berikut bertujuan untuk menyoroti perbedaan utama dan persamaan antara isu-isu akuntansi antara IFRS dan US GAAP : Pengukuran persediaan IFRS : Persediaan umumnya diukur pada nilai terendah antara biaya dan nilai realisasi bersih. US GAAP : Tidak seperti IFRS , persediaan umumnya diukur pada nilai terendah antara biaya dan pasar.

IFRS 14

Berjudul Regulatory Deferral Accounts (RDA), dikeluarkan January 2014, berlaku 1 Jan 2016, penerapan dini diperbolehkan. IFRS adalah standar sementara yg dikeluarkan IASB sambil menunggu project Rate Regulated Activities (RRA) selesai. Project RRA ini sudah lama dan masalahnya cukup pelik, sehingga tidak diketahui kapan akan selesai. Maka dikeluarkanlah IFRS ini.

Contoh Surat Perikatan Audit

SURAT PERIKATAN Jakarta, 13 Januari 2014 No. 1007/PROP/I/2014 PT XXX ALAMAT U.p.:          Dengan hormat,

Panduan Penetapan lmbal Jasa (Fee) Audit

Pengantar 1.        Panduan ini dikeluarkan sebagai panduan bagi seluruh Anggota lnstitut Akuntan Publik Indonesia (‘Anggota’) yang menjalankan praktek sebagai akuntan publik dalam menetapkan besaran imbalan yang wajar atas jasa profesional yang diberikannya. Panduan ini harus dibaca dalam hubungannya dengan Kode Etik Profesi, khususnya yang berkaitan dengan lndependensi dan lmbal Jasa Profesional. 2.        Panduan ini dimaksudkan untuk membantu Anggota dalam menetapkan imbal jasa yang wajar sesuai dengan martabat profesi akuntan publik dan dalam jumlah yang pantas untuk dapat memberikan jasa sesuai dengan tuntutan standar profesional akuntan publik yang berlaku. lmbal jasa yang terlalu rendah atau secara signifikan jauh Iebih rendah dari yang dikenakan oleh auditor/akuntan pendahulu atau diajukan oleh auditor/akuntan lain, akan menimbulkan keraguan mengenai kemampuan dan kompetensi Anggota dalam menerapkan standar teknis ...