Memandang Virus Corona SECARA TERBALIK
Inilah kesalahan anggapan tentang wabah virus corona. Publik lebih memandang sisi ekonominya daripada kesehatan, paling utama di saat- saat dini wabah mulai menyebar. Terus menjadi dalam penyebaran, terus menjadi mereka menyangka sungguh- sungguh tentang kesehatan, lebih daripada ekonomi.
Anggapan publik yang semacam ini pula diiringi oleh pemerintah nyaris seluruh negeri. Kebijakan mereka merupakan menyelamatkan ekonomi dahulu, baru kesehatan. Serta itu dicoba seluruh negeri pada dikala awal- awal wabah ini menyerang. Sehabis wabahnya menyebar lebih sungguh- sungguh, baru kebijakan mereka beralih lebih banyak ke kesehatan serta mulai mengabaikan ekonomi. Serta dikala mereka beralih, korban telah sangat banyak.
Butuh dikenal kalau ekonomi itu layer kedua, layer awal merupakan kesehatan. Jika kesehatan warga kita ambruk, tentu ekonomi ambruk. Jadi kala suatu wabah menyerang serta contoh riilnya telah nampak, hingga kebijakan awal yang wajib diambil merupakan kesehatan first. Ekonomi no 2. Segala sumber energi harusnya dialokasikan buat kesehatan.
Sama semacam strategi perang. Dalam perang yang pertaruhannya menang ataupun mati, seluruh sumber energi wajib dialokasikan buat menang. Ekonomi cuma buat support. Sebab jika kita kalah, ekonomi tidak terdapat maksudnya lagi.
Jika kita kalah melawan virus ini, hingga segala hasil pembangunan tidak terdapat nilainya.
Gimana dengan saham- saham yang rontok?
Jika kesehatan layer awal, ekonomi riil layer kedua, saham merupakan layer ketiga. Saham semacam buih di lautan. Gak butuh dipikirkan.

Komentar