Postingan

Overview PSAK konvergensi IFRS Terbaru

Gambar

MAKALAH ANALISA LAPORAN KEUANGAN

Gambar
BAB I PENDAHULUAN A.      LATAR BELAKANG Analisis laporan keuangan adalah suatu proses penelitian laporan keuangan beserta unsure-unsurnya yang bertujuan untuk mengevaluasi dan memprediksi kondisi keuangan perusahaan atau badan usaha dan juga mengevaluasi hasil-hasil yang telah dicapai perusahaan atau badan usaha pada masa lalu dan sekarang. Analisis terhadap laporan keuangan suatu perusahaan pada dasarnya karena ingin mengetahui tingkat keuntungan dan tingkat risiko dan tingkat kesehatan suatu perusahaan . Analisis terhadap laporan keuangan suatu perusahaan pada dasarnya karena ingin mengetahui tingkat keuntungan dan tingkat risiko dan tingkat kesehatan suatu perusahaan. Analisis semacam ini mengharuskan seorang analis untuk melakukan beberapa hal : 1)     Menentukan dengan jelas tujuan analisis 2)       Memahami konsep-konsep dan prinsip-prinsip yang mendasari laporan keuangan dan rasio-rasio keuangan yang dit...

PSAK 19-ASET TAK BERWUJUD

I.        PENDAHULUAN Aktiva adalah segala kekayaan yang dimiliki oleh suatu perusahaan atau sumber daya yang dapat berupa benda atau hak yang dikuasai dan yang sebelumnya diperoleh perusahaan melalui transaksi atau kegiatan masa lalu. Salah satu jenis dari aktiva yaitu aset tak berwujud. Aset tak berwujud adalah aset non moneter yang dapat diidentifikasi dan tidak mempunyai w ujud fisik serta dimiliki untuk digunakan dalam menghasilkan atau menyerahkan barang atau jasa, disewakan kepada p ihak lainnya, atau untuk tujuan administratif . Definisi tersebut tercantum dalam PSAK 19. PSAK 19 menentukan perlakuan akuntansi bagi aset tidak berwujud yang tidak diatur secara khusus pada standar lainnya. Pernyataan ini mewajibkan entitas untuk mengakui aset tidak berwujud jika, dan hanya jika, kriteria-kriteria tertentu dipenuhi. Pernyataan ini juga mengatur cara mengukur jumlah tercatat dari aset tidak berwujud dan menentukan pengungkapan yang harus dilak...

Peraturan Dirjen Pajak – PER – 57/PJ/2009

Peraturan Dirjen Pajak – PER – 57/PJ/2009, menyebutkan: “Pasal 9 (1) Dasar pengenaan dan pemotongan PPh Pasal 21 adalah sebagai berikut: a. Penghasilan Kena Pajak, yang berlaku bagi : 1.pegawai tetap; 2.penerima pensiun berkala; 3.pegawai tidak tetap yang penghasilannya di bayar secara bulanan atau jumlah kumulatif penghasilan yang diterima dalam 1 (satu) bulan kalender telah melebihi Rp 1.320.000,00 (satu juta tiga ratus dua puluh ribu rupiah); 4.bukan pegawai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 huruf c yang menerima imbalan yang bersifat berkesinambungan. b. jumlah penghasilan yang melebihi Rp 150.000,00 (seratus lima puluh ribu rupiah) sehari, yang berlaku bagi pegawai tidak tetap yang menerima upah harian, upah mingguan, upah satuan atau upah borongan, sepanjang penghasilan kumulatif yang diterima dalam 1 (satu) bulan kalender belum melebihi Rp 1.320.000,00 (satu juta tiga ratus dua puluh ribu rupiah);

PT. SKYWAY TECHNOLOGIES INDONESIA

Gambar
NOTE : SAAT INI PT. SKYWAY TECHNOLOGIES INDONESIA TELAH DIBEKUKAN. KARENA SATU DAN LAIN HAL. LENGKAPNYA BISA DILIHAT DI SINI    DAN   DISINI    PT. SKYWAY TECHNOLOGIES INDONESIA Berdiri Didirikan Bulan September 2017, PT Skyway Technologies Indonesia merupakan anak perusahaan Global Transpor International yang 100% dimiliki oleh pihak GTI. Statusnya merupakan Penanaman Modal Asing yang terdaftar di BKPM. Bergerak sebagai konsultan bisnis transportasi. PT. STI menawarkan string transportasi dengan label dan brand SKYWAY. 

Teori Dasar (Grand Theory) atas Kinerja Perusahaan

Setiap pihak yang memiliki hubungan dengan perusahaan sangat berkepentingan dengan kinerja perusahaan. Pentingnya pengukuran kinerja perusahaan dapat dijelaskan dengan dua teori yaitu teori keagensi (agency theory) dan teori signal (signalling theory). Pada teori keagensi (agency theory) dijelaskan bahwa pada sebuah perusahaan terdapat dua pihak yang saling berinteraksi. Pihak-pihak tersebut adalah pemilik perusahaan (pemegang saham) dan manajemen perusahaan. Pemegang saham disebut sebagai prinsipal, sedangkan manajemen orang yang diberi kewenangan oleh pemegang saham untuk menjalankan perusahaan yang disebut agen.  Perusahaan yang memisahkan fungsi pengelolaan dan kepemilikan akan rentan terhadap konflik keagenan (agency conflict) yang disebabkan karena masing-masing pihak mempunyai kepentingan yang saling bertentangan, yaitu berusaha mencapai kemakmurannya sendiri (Jensen dan Meckling, 1976). Untuk meminimalkan konflik antara mereka, maka pemilik dan manajemen mel...

Akuntansi Sebagai Sistem Informasi

A.  Konsep Dasar Akuntansi 1.  Sejarah Akuntansi   A.  Perkembangan Akuntansi di Dunia Akuntansi merupakan hasil pemikiraan manusia karena dengan akal pikirannya manusia mampu menciptakan teknik pencatatan dan pelaporan keuangan (Rudianto:2009). Untuk menunjang kegiatan perdagangan, diperlukan peralatan keuangan yang dikenal dengan istilah akuntansi. Akuntansi berawal dari munculnya pusat-pusat perdagangan di beberapa kota di wilayah Italia. Pada awalnya, akuntansi yang dikenal sebagai sistem pembukuan berpasangan pertama kali diperkenalkan oleh pedagang Venesia di Italia pada tahun 1494.